
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil emir mobil emir sampai di lokasi pondok pesantren yang di kirim alamatnya oleh ustadz Zayyan tersebut. Mobil emir pun, berhenti di depan gerbang pondok pesantren tersebut. Yang bertuliskan, PONDOK PESANTREN NURUL IMAN.
Hana pun bertanya kepada emir, apakah benar itu adalah pondok pesantrennya ustadz Zayyan, ataukah bukan. Lalu emir, bergegas untuk menghubungi nomor teleponnya ustadz Zayyan.
"Kak."panggil Hana kepada Emir, sambil menoleh ke arah emir.
"Iya, Han."sahut emir, sambil menoleh ke arah hana.
"Kak, ini beneran lokasi pondok pesantrennya?."tanya hana.
"Lokasinya sih menunjukkan di sini, Han. Tapi kakak nggak tahu juga sih, ini beneran pondok pesantrennya ustadz Zayyan atau bukan."jawab emir, sambil melihat GPS di ponselnya itu.
"Lah, terus gimana kalo gitu kak?."tanya hana.
"Ya udah bentar, kakak telefon ustadz Zayyan nya dulu. Apa benar, pondok pesantren ini adalah pondok pesantrennya ustadz Zayyan atau bukan."ucap emir, lalu bergegas menelfon nomor telefonnya ustadz Zayyan.
"Iya, kak."sahut hana.
Emir segera menelfon, ustadz Zayyan. Ustadz Zayyan pun, langsung mengangkat panggilan telefon dari emir tersebut. Ustadz Zayyan yang penasaran kenapa emir menelfon nya pun, bergegas menanyakannya langsung kepada emir.
"Assalamu'alaikum, pak emir."ucap ustadz Zayyan kepada emir, di seberang telefon.
"Wa'alaikum salam, ustadz."sahut emir kepada ustadz Zayyan,di telefon.
"Kalau boleh ana tahu, ada apa yah pak emir telefon ana?."tanya ustadz Zayyan kepada emir.
"Begini ustadz, saya sekarang ini sudah berada di depan gerbang pintu masuk pondok pesantren yang telah ustadz kirimkan alamatnya kepada saya itu. Dan saya, cuma mau menanyakan kepada ustadz. Apakah ini benar-benar pondok pesantrennya ustadz Zayyan, ataukah saya yang salah pondok pesantren."jawab emir.
"Oh, begitu pak emir. Ya sudah kalau begitu, nanti ana langsung check ke gerbang masuk pondok pesantrennya yah, pak emir. Apakah pak emir, memang benar ada disana atau pak emir-nya yang salah pondok pesantrennya."ujar ustadz Zayyan.
"Terima kasih yah, ustadz."ucap emir.
"Sama-sama, pak emir. Harusnya ana yang berterima kasih kepada pak emir, yang sudah rela meluangkan waktunya untuk datang ke tempat ana. Ya sudah pak emir, ana tutup dulu telefonnya. Assalamu'alaikum."sahut ustadz Zayyan kepada emir, sambil mengucapkan salam dan mengakhiri panggilan telefonnya.
"Iya, ustadz. Wa'alaikum salam."sahut emir, lalu langsung memutuskan panggilan telefonnya.
__ADS_1
"Kak, gimana kata ustadz Zayyan nya?."tanya hana.
"Katanya sih, ustadz Zayyan nya mau langsung ngecheck gerbang masuk pondok nya."jawab emir.
"Oh, begitu."timpal hana.
"Ya udah, kita tungguin ajah. Kalau ini memang pondok Pesantren nya ustadz Zayyan, pasti ustadz Zayyan nya keluar nanti dari dalam."ucap emir.
"Iya, kak."sahut Hana.
Ustadz Zayyan pun, bergegas menuju ke gerbang masuk kedalam pondok pesantrennya itu. Ustadz Zayyan langsung membuka gerbang masuk pondok pesantrennya itu, dan ia langsung bergegas mencari keberadaan emir.
"Assalamu'alaikum. Gus."sapa salah satu ustadz di pondok pesantren tersebut.
"Wa'alaikum salam, ustadz."sahut ustadz Zayyan.
"Gus, ente mau kemana, kok buru-buru sekali kelihatannya?."tanya salah satu ustadz yang mengajar di pondok pesantren tersebut.
"Ana, mau ke depan dulu. Ada tamu dari kota, yang akan buka bersama di sini tadz."jawab ustadz Zayyan.
"Iya, gus. Wa'alaikum salam."sahut ustadz risky.
Emir dan hana yang sekarang ini berada di dalam mobil nya pun, melihat ke arah gerbang masuk pesantren tersebut. Di sana mereka berdua melihat ustadz Zayyan, yang baru saja keluar dari dalam pondok pesantrennya itu.
"Kak, itu ustadz Zayyan nya udah keluar tuh. Berarti ini benar pondok pesantrennya ustadz Zayyan, kak."ucap hana, ketika melihat ustadz Zayyan yang baru saja keluar dari dalam pondok pesantrennya tersebut.
"Iya, Han. Kakak juga lihat, kok."sahut emir, melihat kearah gerbang masuk pondok pesantren tersebut.
"Ya udah kak, sana keluar dulu. Kasian tuh, ustadz Zayyan nya cariin kakak."ucap hana.
"Iya, han."sahut emir.
"Ya udah Han, kakak keluar dulu."pamit emir kepada hana, lalu langsung keluar dari dalam mobilnya dan langsung menghampiri ustadz Zayyan yang berdiri di dekat gerbang masuk pondok pesantrennya itu.
"Assalamu'alaikum, ustadz Zayyan."sapa emir, menghampiri ustadz Zayyan di sana.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam, pak emir."sahut ustadz Zayyan, mereka berdua pun sambil berjabatan tangan.
"Apa kabar pak emir, ente dan sekeluarga baik kan pak emir?."tanya ustadz Zayyan.
"Alhamdulillah, saya dan keluarga baik, ustadz."jawab emir.
"Alhamdulillah, kalau baik semuanya."timpal ustadz Zayyan.
Lalu ustadz Zayyan pun, langsung mempersilakan emir untuk masuk kedalam pondok pesantrennya tersebut. Emir pun, langsung bergegas masuk kembali ke dalam mobilnya. Dan langsung membawa mobilnya itu, masuk kedalam halaman pondok pesantrennya ustadz Zayyan.
"Ya udah kalau begitu, ayo silahkan masuk pak emir."ucap ustadz Zayyan, mempersilakan emir untuk masuk ke dalam pondok pesantrennya.
"Terima kasih, ustadz."sahut emir.
"Iya, pak."timpal ustadz Zayyan.
"Maaf ustadz, mobil saya taruh dimana yah kalau boleh tahu?."tanya emir.
"Oh, Mobil nya pak emir di bawa masuk saja ke dalam. Kalau di sini nanti takut ada orang yang ngambil, pak."jawab ustadz Zayyan.
"Oh, ya sudah kalau begitu ustadz. Saya langsung ke mobil dulu, ustadz."pamit emir.
"Iya, mari pak emir."sahut ustadz Zayyan.
Emir pun kembali ke mobilnya itu, lalu langsung menjalankan mobilnya itu masuk kedalam pondok pesantrennya ustadz Zayyan. Emir memarkirkan mobilnya itu, di halaman pondok pesantrennya ustadz Zayyan. Sedangkan ustadz Zayyan sedang berjalan menghampiri mobilnya emir, yang terparkir itu.
Emir dan hana, keluar dari dalam mobil tersebut. Ustadz Zayyan pun, terkejut ketika melihat hana yang juga ikut bersama dengan emir. Ustadz Zayyan mengira kalau emir ke sana sendirian, bukan bersama dengan hana. Namun, emir kesana bersama dengan hana.
"Loh, itu kan adiknya pak emir. Ternyata dia juga ikut kesini, bersama dengan pak emir."gumam ustadz Zayyan di dalam hati, ketika melihat hana keluar dari dalam mobilnya emir. Lalu ustadz Zayyan pun, langsung memutuskan pandangan matanya.
"Pak emir dan mbak nya, mari silahkan."ucap ustadz Zayyan, mempersilahkan emir dan hana.
"Iya, ustadz."sahut emir, sedang hana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lalu emir dan hana pun, mengikuti langkah kaki ustadz Zayyan.
Acara buka bersama pun, di mulai dengan lancar. Di sana emir dan hana pun, berbuka puasa bersama. Bersama dengan para santri, dan santriwati yang ada di pondok pesantren Nurul iman tersebut.
__ADS_1