KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Lupa Ingatan


__ADS_3

Emir datang bersama dengan dokter yang menangani sintia selama satu bulan ini, yang bernama. Dokter Arya, dokter arya merupakan dokter muda di rumah sakit A. Dan dokter arya adalah dokter tampan, yang kini berumur sekitar 30 tahunan. Dokter arya juga masih hidup melajang di usianya, yang sudah berkepala tiga.


Kini di ruang ICU, sudah ada dokter dan 2 orang suster yang sedang memeriksa keadaan sintia di dalam. Sekarang ini emir sedang mengabari mamanya, lewat panggilan telefon. Emir memberitahu mamanya, kalau sintia sudah sadar dari koma nya. Ibu lisa yang mendengar kabar tersebut pun, langsung berangkat menuju ke rumah sakit A bersama pak lukman.


" Assalamu'alaikum, MA."ucap emir kepada ibu lisa, melalui panggilan telefon.


"Wa'alaikum salam, nak."sahut ibu lisa kepada emir, di seberang telefon.


"Oh, yah, Emir. Ada apa, kok telefon mama?."tanya ibu lisa kepada emir.


"MA, SINTIA UDAH SADAR."ujar emir kepada ibu lisa.


"APA, SINTIA UDAH SADAR?, EMIR."tanya ibu lisa kepada emir.


"Iya, MA, sintia sudah sadar dari koma nya."sahut emir kepada ibu lisa.


"Alhamdulillah, ya Allah. Akhirnya sintia sadar juga koma nya."ucap syukur ibu lisa.


"Terus sekarang sintia nya, mana, Emir?."tanya ibu lisa kepada emir.


"Sekarang dia sedang di periksa dokter, MA."sahut emir kepada ibu lisa.


"Emir, mama sama papa, akan segera kesana sebentar lagi. Ya udah yah, mama tutup dulu telefonnya. Assalamu'alaikum, emir."ucap ibu lisa kepada emir.


"Iya, MA. Wa'alaikum salam."sahut emir kepada ibu lisa.


Di rumahnya pak lukman, ibu lisa sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan suaminya. Lalu ibu lisa mendengar suara panggilan telefon, dari ponselnya tersebut. Ibu lisa langsung bergegas, mengangkat panggilan telefonnya dari ponselnya.


Yang menelfonya itu adalah putranya, yaitu emir. Emir memberitahu kabar dan keadaan sintia sekarang ini di rumah sakit A. Pak lukman mendengar semua perbincangan istri dan juga anaknya, melalui panggilan telefon dari ponsel istrinya itu.


"MA, sintia sudah sadar?."tanya pak lukman kepada ibu lisa.


"Iya, PA. Alhamdulillah, sintia sudah sadar dari komanya."sahut ibu lisa kepada pak lukman.

__ADS_1


"PA, ayo kita ke rumah sakit sekarang."ajak ibu lisa kepada pak lukman.


"Iya, MA. Ya udah, ayo sekarang kita ke sana langsung."sahut pak lukman kepada ibu Lisa.


"Iya, PA, ayo."timpal ibu lisa kepada pak Lukman.


Pak lukman dan ibu lisa langsung bergegas menuju ke rumah sakit A, dengan di supirin oleh pak joko. Kini pak lukman dan ibu lisa, sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit A. Mobil milik ibu Lisa pun, melaju di jalanan ibu kota malam ini.


Di dalam ruang ICU, sintia masih sedang di periksa oleh dokter dan juga 2 orang suster. Emir kini masih menunggu di luar, sambil berdiri didepan ruang ICU. Pak lukman dan ibu lisa pun, akhirnya sampai juga di rumah sakit A.


Pak lukman dan ibu lisa, langsung bergegas menuju ke arah ruang ICU. Dokter pun keluar dari dalam ruang ICU, dan langsung memberitahu keadaan sintia sekarang. Lalu dokter itu, langsung pergi dari hadapan emir.


"Dok, bagaimana kondisinya sekarang, dok?."tanya emir kepada dokter yang menangani sintia, dan dokter tersebut baru keluar dari ruang ICU.


"Alhamdulillah, pasien kini sudah sadar, dari melewati masa-masa komanya. Sekarang kodisi pasien sudah sedikit membaik, dan cuma masih butuh banyak istirahat lagi saja untuk memulihkan kondisinya, mas emir. Dan sebenar lagi, pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap."jelas dokter kepada emir.


" Kalau mas emir, ingin melihat pasien boleh saja, asalkan jangan ganggu istirahat pasien saja."sambung dokter kepada emir.


"Iya, mas. Sama-sama."sahut dokter kepada emir.


"Ya sudah, mas emir. Saya, tinggal dulu."ucap dokter kepada emir.


"Iya, dokter arya."sahut emir kepada dokter.


Datanglah pak lukman dan ibu lisa, menghampiri emir yang sudah selesai berbicara dengan dokter tersebut. Ibu lisa langsung melayangkan, pertanyaan kepada emir tentang kondisi sintia sekarang ini.


"Emir, apa kata dokter arya tadi?."tanya ibu lisa kepada emir.


"MA, kata dokter Arya tadi, sekarang kondisi sintia sudah sedikit membaik. Cuma butuh banyak-banyak istirahat lagi ajah, MA."jelas emir kepada ibu Lisa.


"Alhamdulillah, kalo gitu sih,Emir. mama kan senang dengarnya, ya udah emir. Mama mau ke dalam dulu, mau liat sintia."ucap ibu lisa kepada emir.


"Iya, MA."sahut emir kepada ibu lisa.

__ADS_1


"PA, mama ke dalam dulu yah. Papa, disini aja sama emir."pamit ibu lisa kepada pak lukman.


"Iya, MA."sahut pak lukman kepada ibu Lisa.


Ibu lisa pun, langsung masuk ke dalam ruang ICU. Sintia yang mendengar suara derap langkah kaki pun, langsung membuka ke dua matanya tersebut. Ibu lisa melihat sintia yang sudah membuka kedua matanya itu, langsung menghampiri sintia dan duduk di kursi yang berada disana.


Sintia melirik ke arah ibu lisa, yang sedang duduk di kursi yang terdapat di sana dan di dekat sintia sambil berucap. Lalu sintia mengucap sesuatu kata, yang membuat ibu lisa kaget. Setelah mendengar kata yang terucap dari mulut sintia, ibu lisa langsung keluar dari ruang ICU.


"Nak, kamu sudah bangun."lirih Ibu lisa kepada sintia, yang kini sedang duduk di dekat sintia.


"Ibu, siapa?. Terus, aku sekarang dimana?."tanya sintia kepada ibu lisa, dengan suara lirih dan sambil melihat-lihat di sekelilingnya.


"Nak, kamu nggak ingat dengan saya?."tanya ibu lisa kepada sintia, sambil menatap mata sintia. Sintia menjawab pertanyaan tersebut, hanya gelengan kepala saja.


"Ya sudah, kamu tunggu disini dulu yah. Saya panggil, dokternya dulu."ucap ibu lisa kepada sintia, lalu langsung bergegas pergi dari sana.


Ibu lisa langsung keluar dari ruang ICU, dan ingin memanggil dokter arya di ruangannya. Namun sebelum ke ruangan dokter Arya, ibu lisa di panggil oleh pak lukman. Ibu lisa memberitahu pak lukman kalau sintia, tidak mengenal dirinya. Dan ibu lisa juga, akan memanggil dokter arya untuk memeriksa keadaan sintia.


"MA."panggil pak lukman kepada ibu lisa, yang baru saja keluar dari dalam ruang ICU, dan menghampiri ibu Lisa.


"Mama, ada apa, kok panik banget?."sambung pak Lukman kepada ibu lisa.


"PA, sintia nggak tau mama, PA."ucap ibu lisa kepada pak lukman.


"APA!."kaget pak lukman dan emir.


"Iya, PA, emir. Mama juga mau panggil dokter arya dulu, untuk memeriksa keadaan sintia."sahut ibu lisa kepada pak lukman dan emir.


"MA, biar aku ajah, yang manggil dokter arya."ucap emir kepada ibu lisa.


"Ya udah, MA, PA. Aku panggilin dokter arya nya, dulu yah."pamit emir kepada ibu lisa dan pak lukman, lalu langsung bergegas menuju ke arah ruangan dokter Arya.


"Iya, nak."sahut ibu lisa dan pak lukman.

__ADS_1


__ADS_2