
"SURPRISE......"ucap para orang-orang, yang ada di dalam ruangan tersebut. Mengagetkan hana, yang tiba-tiba lampunya nyala.
Orang-orang yang ada di dalam sana pun, langsung menyanyikan lagu ulang tahun untuk hana. Sedangkan hana hanya bertanya-tanya, apakah dia sedang berulang tahun hari ini.
"Selamat ulang tahun,kami ucapkan. Selamat panjang umur, kita kan do'akan. Selamat sejahtera, sehat sentosa. Selamat panjang umur, dan bahagia."Para orang-orang yang ada di sana pun, menyanyikan lagu ulang tahun kepada hana. Sambil bertepuk tangan, dengan semangat.
"Siapa yang ulang tahun, masa aku sih yang ulang tahun?."gumam Hana, yang masih di dengar dengan jelas oleh emir.
"Emang kamu Hana, yang ulang tahun."ucap emir, yang posisinya tepat di samping Hana tersebut.
"Aku, kak?."tanya hana kepada emir, sambil menunjuk dirinya.
"Iya, kamu."sahut emir.
"Kok aku nggak inget yah, sama tanggal lahir ku sendiri?."gumam Hana, di dalam hati.
Ibu lisa pun menghampiri Hana,yang sedang berdiri bersama emir tersebut. Ibu lisa langsung memberikan ucapan selamat ulang tahun, kepada hana. Hana pun, berterima kasih kepada mama nya itu. Dan hana juga, menanyakan soal keadaan mamanya sekarang ini.
"Selamat ulang tahun yah, sayang. Semoga panjang umur, dan sehat selalu."ucap ibu lisa kepada hana, yang kini sedang berada di hadapannya Hana.
"Iya, Mah, makasih. Amin."sahut hana.
"MA, mama nggak kenapa-kenapakan MA?."tanya hana, khawatir dengan kondisi ibu lisa.
"Alhamdulillah, mama nggak kenapa-kenapa kok sayang."ujar ibu Lisa.
"Terus kakak bilang baru apa, MA?."tanya hana.
"Oh, emir. Mama sengaja menyuruh kakak kamu, untuk panggilin kamu ke sini."jelas ibu Lisa.
"Jadi semua nggak bener dong, MA?."tanya hana.
"Iya, sayang semuanya nggak benar. Ini semua ide mama, mama sengaja menyuruh kakak kamu kaya gitu. Maafin mama yah, sayang."ucap ibu lisa kepada Hana.
"Iya, mama nggak papa kok. Cuma aku khawatir ajah, sama kondisi dan keadaan mama ajah. Dan aku juga takut, mama kenapa-kenapa."ujar hana, sambil berkata lirih. Dan tiba-tiba air mata Hana(sintia), mengalir begitu saja di pipinya.
"Udah yah sayang, jangan nangis. Maafin mama yah, udah buat kamu khawatir sama mama."ucap ibu lisa kepada Hana, sambil memeluk tubuh hana.
"Iya, MA."sahut hana, lalu langsung bergegas menghapus air matanya tersebut.
"Ya udah, sayang. Sekarang kita kesana, yuk."ajak ibu lisa kepada Hana, sambil merangkul Hana.
"Iya, MA, ayuk."sahut Hana, lalu mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju ke arah meja yang sudah ada beberapa kue tart dan donat tersebut. Dan di ikuti dengan emir, yang berjalan di belakang Hana dan ibu lisa.
Sekarang ini hana (sintia), sudah berada di meja yang berisikan beberapa kue tart dan juga donat tersebut. Ibu lisa menyuruh hana, untuk langsung meniup lilin nya. Dan hana pun, langsung bergegas untuk meniup lilinnya.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga."para orang-orang yang ada di sana, menyuruh hana untuk meniup lilinnya dengan sambil bertepuk tangan dan dengan nada bernyanyi.
"Sayang, ayo dong di tiup lilinnya. Dan jangan lupa make a wish dulu yah, sayang."ucap ibu lisa, menyuruh hana untuk meniup lilinnya.
"Iya, MA."sahut Hana kepada ibu lisa, Hana pun langsung make a wish terlebih dahulu.
"Ya Allah, berikanlah hamba dan keluarga hamba kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan semoga hamba bisa menjadi manusia lebih baik lagi dari sebelumnya, dan semoga hamba bisa lebih Istiqomah lagi berada di jalan mu. Amin ya robbal'allamiin."doa Hana, lalu hana pun langsung meniup lilin angka 22 yang berada di atas 4 kue tart tersebut.
"Yeh, prok prok prok."sorak sorai orang-orang yang berada di sana, sambil bertepuk tangan.
"Dan sekarang giliran kamu, potong kuenya. Ayo hana, sekarang kamu potong kuenya."titah ibu lisa.
"Potong kuenya, potong kuenya, sekarang juga, sekarang juga."ucap para orang-orang yang ada di sana.
"Iya, MA."sahut Hana, lalu langsung bergegas memotong kuenya tersebut kepada.
"Oke, sekarang kamu berikan potongan kue pertamanya ke orang yang paling kamu sayang dulu. Ayo, hana."titah ibu lisa kepada hana, untuk memberikan potongan pertama kuenya kepada orang yang Hana sayang.
__ADS_1
"Iya, MA."sahut Hana, lalu hana langsung mengambil kuenya. Dan langsung memberikan, kepada orang yang ia sayang.
"MA, ini buat mama dulu."ucap Hana, sambil memberikan kue potongan pertamanya.
"Makasih yah, sayang."ucap ibu lisa, sambil menerima kue dari Hana.
"Iya, MA."sahut Hana.
"PA, ini buat papa."ucap Hana, sambil memberikan kue potongan kedua.
"Makasih, sayang."ucap pak lukman, sambil mengambil kue dari tangan Hana.
"Iya, PA."sahut Hana.
"Kak, ini kue buat kakak."ucap Hana, sambil memberikan kue potongan ketiga untuk emir.
"Makasih, hana."ucap emir, sambil menerima kue dari hana.
"Iya, kak."sahut hana.
Hana pun membagi-bagikan kue, kepada orang-orang yang berada di sana. Bukan cuma untuk orang yang ia sayang saja, namun untuk semua para pekerja yang ada disana. Setelah selesai membagi-bagikan kue ulang tahun nya, hana pun merapikan kue-kue yang masih ada disana.
Emir menghampiri hana, sambil membawa dua buah kado untuk hana. Hana pun, menerima kado pemberian dari emir tersebut. Lalu emir menyuruh hana, untuk langsung membuka kado nya. Hana pun langsung bergegas membuka, kado pemberian emir itu.
"Hana."panggil emir, yang kini berada di hadapan hana.
"Iya, kak."sahut hana, sambil menatap wajah emir.
"Hana, ini kado buat kamu, semoga kamu suka yah."ucap emir kepada hana, sambil menyodorkan dua buah kado kepada hana.
"Makasih, kak."ucap Hana, sambil menerima kado dari emir tersebut.
"Iya, hana, sama-sama."sahut emir.
"Oke, kak. Aku buka, sekarang kado nya."ucap Hana, lalu langsung bergegas membuka kado dari emir satu persatu. Dan terpampanglah sebuah kunci mobil, yang harganya sangatlah mahal sekali.
"Kunci mobil?."gumam Hana di dalam hati, ketika melihat kado pertamanya adalah sebuah kunci mobil.
"Kak, kunci mobilnya siapa?."tanya hana kepada emir.
"Yah, mobilnya kamu lah hana. Itu buat kamu, hana dari kakak."jelas emir.
"Tapi kan kak, aku nggak bisa bawa mobil."ucap Hana.
"Nanti kalau ada waktu, kakak janji akan ngajarin kamu nyetir mobil."kata emir.
"Ya udah, sekarang kamu buka kado yang keduanya."titah emir.
"Iya, kak."sahut hana, lalu langsung bergegas membuka kado yang keduanya. Dan terpampang jelas sebuah gelang emas putih cantik, berlapiskan berlian yang sangat mewah.
"Masya Allah, cantik banget kak gelang nya."ucap hana, sambil menatap gelang tersebut.
"Kamu suka?."tanya emir.
"Suka banget, kak. Makasih yah, kak."jawab Hana.
"Iya, Hana, sama-sama."sahut emir.
"Hana."panggil emir.
"Iya, kak."sahut Hana.
"Kamu mau liat mobilnya, nggak."tanya emir.
__ADS_1
"Mau, mau banget kak."jawab Hana.
"Ya udah kamu sekarang ikut, kakak yah."ucap emir.
"Iya, kak."sahut Hana.
"Ayo, Hana."ajak emir, mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Iya, kak, ayo."sahut Hana, mengikuti langkah emir. Namun sebelum hana dan emir pergi dari sana, ibu lisa memanggil mereka berdua terlebih dahulu.
"Hana, emir. Kalian berdua mau kemana, sayang?."tanya ibu lisa.
"MA, aku sama kakak mau lihat mobil dari kakak dulu MA."jawab Hana.
"Emang bener kamu, kasih hana mobil emir?"tanya ibu lisa.
"Iya, MA. Bener, aku kasih hana mobil, MA."jawab emir.
"Oh, iya sayang. Ini kado dari mama sama papa yah, sayang. Semoga kamu suka, kadonya."ucap ibu lisa, sambil memberikan 2 paper bag kepada Hana.
"Makasih yah, MA, kadonya."ucap Hana, sambil menerima kado dari ibu lisa tersebut.
"Iya, sayang."sahut ibu lisa.
"MA, papa mana?."tanya hana.
"Oh, papa. Papa udah ke kamar dulu, tadi. Katanya masih ngantuk, jadinya ke kamar lagi deh."jelas ibu Lisa.
"Oh."timpal hana.
"Hana, Emir. Mama ke kamar duluan yah, mama masih ngantuk nih."ucap ibu lisa.
"Iya, MA."sahut hana dan emir bersamaan. Ibu lisa pun, meninggalkan Hana dan emir disana.
"Hana, ayo. Katanya, mau lihat mobil."ajak Emir, lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Iya, kak, ayo."sahut hana, mengikuti langkah kaki emir.
Kini mereka berdua pun, sampai juga di depan garasi mobil. Lalu emir, langsung membuka garasi mobil tersebut. Emir menyuruh hana untuk masuk kedalam garasi, dan hana langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
"Hana, ayo masuk."titah Emir.
"Iya, kak."sahut Hana, lalu langsung masuk ke dalam garasi mobil. Emir pun langsung menunjukkan mobil, yang ia kasih untuk Hana tersebut. Mobil tersebut merupakan mobil Ferrari SF90 stradale, berwarna merah.
"Hana, ini mobil kamu."ucap emir, sambil menunjuk mobil yang ia kasih kepada Hana.
"Yang bener kak, ini mobil buat aku?."tanya hana, sambil menatap mobil yang kini berada di hadapannya tersebut.
"Iya, Hana. Ini mobil, buat kamu."jawab emir.
"Masya Allah, bagus banget mobilnya kak."ucap Hana, sambil memandangi mobilnya itu.
"Hana, kamu suka nggak mobilnya?."tanya emir.
"Aku suka, suka banget kak, mobilnya. Makasih yah kak, atas kadonya."ucap Hana, lalu langsung memeluk tubuh emir.
DEG DEG DEG
"I-iya, Hana."sahut emir, terbata-bata. Karena ia terkejut, ketika melihat hana yang memeluk tubuhnya itu. Jantung emir, berdetak dengan sangat kencang. Karena ia, di peluk oleh hana. Lalu emir pun, membalas pelukan Hana. Setelah itu, Hana pun melepaskan pelukannya. Dan, langsung menatap mobilnya kembali. Sedangkan emir, masih menenangkan hatinya.
"Jantungku kenapa yah, kok tiba-tiba berdetak dengan sangat kencang sekali."gumam emir di dalam hati, sambil memegangi dadanya.
"Apa, jangan-jangan aku beneran udah suka sama dia lagi."ucap emir masih di dalam hati, sambil memperhatikan Hana yang sedang menatap mobil tersebut.
__ADS_1
...****************...