KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Bertemu Ustadz Zayyan


__ADS_3

Sekarang ini emir sedang mengantar hana pergi ke supermarket menggunakan mobil nya, dan kebetulan ia juga hari ini adalah hari minggu. Jadi ia biasa mengantarkan hana, pergi ke supermarket.


Beberapa menit kemudian, hana dan emir pun, akhirnya sampai juga di salah satu supermarket yang terdapat di Jakarta ini. Lalu emir langsung memarkirkan mobilnya itu, dan setelah itu emir dan hana pun langsung ke luar dari dalam mobilnya tersebut.


Dan mereka berdua, langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam salah satu supermarket di Jakarta tersebut. Kini mereka berdua pun, langsung mengambil satu trolly belanjaan. Lalu mereka berdua, bergegas mencari barang-barang yang mereka cari di sana.


Hana dan emir, kini sedang menelusuri lorong rak-rak bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Hana yang mencari barangnya di rak-rak tersebut, sedangkan emir yang mendorong trolly belanjaannya itu.


"Kak, kita cari beras dulu, di bagian rak beras kak."ucap hana.


"Ya udah, ayo kita langsung ke sana aja Han."sahut emir, sambil mendorong trolly belanjaan.


"Iya kak, ayo."timpal hana, lalu mereka berdua pun langsung bergegas menuju ke arah rak-rak yang berisikan beras semua.


Hana sedang mencari beras, di rak-rak bahan-bahan pokok sehari-hari tersebut. Hana ingin mengambil sekarung beras yang berisikan 10 kilo gram, tetapi emir melarang hana untuk mengambilnya. Karena biar dia saja, yang mengambil beras tersebut di karenakan beras itu sangatlah berat sekali.

__ADS_1


"Mana yah, berasnya kak?."ucap hana, sambil mencari-cari beras yang ia butuhkan itu.


"Mana kakak tahu, han. Mana berasnya, kamu cari ajah berasnya. Nanti juga pasti ketemu tuh, beras."sahut emir.


"Isst, kakak. Minta di bantuin cari tuh beras, ini malah aku yang cari. Ya udah deh, aku cari sendiri ajah berasnya."putus hana, lalu ia pun fokus mencari beras yang ia cari tersebut. Dan akhirnya hana pun, menemukan beras yang ia cari itu.


"Kak, itu berasnya yang kita cari."tunjuk hana, ke arah tumpukan beras-beras berada.


"Kak, aku ambil berasnya dulu yah."pamit hana.


"Kok jangan sih, kak?. Kan, kita butuh beras kak."tanya hana.


"Bukan gitu, hana. Tapi, biar kakak ajah yang ambil berasnya. kamu di sini ajah, biar kakak ajah yang ambil."ujar emir.


"Oh, gitu. Hehehe, kirain aku nggak jadi ngambil beras nya. Ngomong dong dari tadi, kalo kakak ajah yang ambil tuh beras nya."ucap hana, sambil cengengesan.

__ADS_1


"Kamu nya ajah, yang main potong ajah orang lagi ngomong juga."sahut emir.


"Ya maaf, kak."ucap hana.


"Ya udah, kakak ambil berasnya dulu. Kamu disini ajah, jangan kemana-mana."pamit emir.


"Iya, kak."sahut hana, hana pun menunggu emir yang sedang mengambil beras nya yang ada salah satu rak yang berisikan beras-beras yang tersusun rapih.


Kini emir pun kembali dengan membawa satu karung beras, yang berisikan sekitar 10 kilo gram. Lalu emir langsung memasukan beras tersebut, di dalam trolly belanjaannya itu. Pas emir memasukkan beras itu kedalam trolly belanjaan, ada satu ibu-ibu yang menyeletuk kan sebuah kata-kata kepada emir dan hana.


"Hana, ini berasnya."ucap emir, sambil membawa satu karung beras yang berisikan sekitar 10 kilo gram beras.


"Kak, langsung taruh ajah di trolly belanjaannya."titah hana, emir pun langsung bergegas menaruh beras tersebut ke dalam trolly belanjaan.


"Wah, mbak nya beruntung banget yah. Dapat suami yang mau di ajakin belanja. Suami saya ajah, nggak mau kalau di ajakin belanja. Katanya sih malas lah, ini lah, itu lah. Banyak banget deh, alasannya. Tapi mbaknya beruntung banget deh, dapat suami macam mas nya ini. Udah ganteng, baik lagi mau bantuin istrinya belanja."ucap salah satu ibu-ibu sekitar umur 40 tahunan, kepada hana dan emir.

__ADS_1


__ADS_2