
"Kriteria calon suami aku itu, yang pertama harus satu iman sama aku pastinya. Yang ke-dua harus benar-benar laki-laki, bukan laki-laki jadi-jadian tentunya sih. Yang ke-tiga, laki-laki yang terima aku apa adanya. Yang ke-empat, laki-laki yang bertanggung jawab. Yang ke-lima, laki-laki yang bisa membimbing aku menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan yang terakhir, laki-laki tersebut harus sayang kepada kedua orang tuaku. Bukan cuma sama aku saja, namun sayang kepada kedua orang tuaku juga."ujar hana panjang lebar.
Emir pun bertanya kembali kepada hana, bentuk fisik kriteria calon suami hana yang hana harapkan. Hana pun, menjawabnya dengan sejujur-jujurnya. Hana tidak mempermasalahkan tentang bentuk fisik calon suami hana nantinya, tidak harus yang gimana-gimana. Contoh-nya, yang ganteng, putih, tinggi, berhidung mancung dan lainnya.
"Ooh."gumam emir, sambil manggut-manggut dan kini masih menyetir.
"Terus laki-laki yang seperti apa yang jadi kriteria calon suami kamu, apa dia harus yang tampan, tinggi, putih atau yang kaya gimana Han?."tanya emir kembali.
"Aku sih nggak cari laki-laki yang harus ini dan itu, aku cari laki-laki yang setia. Aku juga orangnya nggak memandang fisik laki-laki, mau itu yang tampan ataupun yang biasa saja. Di luaran sana banyak laki-laki yang tampan, tapi sifat-nya sangat-sangat menakutkan dan juga menyeramkan seperti iblis. Dan ada juga laki-laki yang biasa saja, namun sifat-nya sangat-sangat baik sekali seperti malaikat. Dan inti-nya, aku cari laki-laki yang setia dan sayang sama aku dan keluargaku juga pastinya."jawab hana.
Kini emir sedang fokus menyetir, dan juga fokus mendengarkan kata demi kata yang terucap dari mulut hana tersebut. Tanpa melewatkan satu kata saja, yang hana ucapkan. Dan emir pun, menyimpan semua bait kata yang tadi hana ucapkan di dalam hati dan fikiran-nya tersebut.
__ADS_1
...****************...
Beberapa menit kemudian, kini mereka berdua pun sudah sampai dan mereka berdua juga berada di dalam sebuah Mall di jakarta. Mereka sekarang sedang berjalan ke arah eskalator, dan lalu mereka berdua pun langsung menaiki eskalator tersebut. Sekarang ini mereka berdua, sedang berkeliling di dalam Mall tersebut sambil melihat-lihat yang ada di sekitar Mall itu.
Lalu tiba-tiba hana menanyakan kepada emir, tentang rencana mereka yang akan pergi menonton film di bioskop. Hana bertanya kepada sang kakak, apakah mereka berdua jadi pergi menonton di bioskop ataupun tidak. Dan emir pun menjawab pertanyaan dari hana tersebut, emir berkata kalau mereka jadi menonton film di bioskop.
"Kak."panggil hana kepada emir, yang kini sedang berjalan di samping Emir tersebut.
"Itu loh kak, kita jadi nonton gak kak?."jawab hana sambil bertanya balik.
"Jadi dong, Han. Masa kita udah sampai Mall, malah gak jadi nonton sih, Han. Atau, kamu-nya yang gak mau nonton lagi yah. Kalau kamu gak mau nonton lagi sih, kita gak jadi aja yah nonton-nya."jawab emir.
__ADS_1
"Ih, jangan dong kak. Kita jadi kok nonton-nya, siapa yang bilang aku gak mau nonton lagi. Itu sih menurut kakak ajah, yah."ucap hana, sambil merengek dan sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya udah, kalo jadi sih. Tapi bibirnya jangan di manyun - manyunin gitu, bisa gak."ucap emir.
"Ih, terserah aku dong. Mau di apa-apain juga ini bibir, bibir aku." ujar Hana.
"Oh, gitu yah jawabnya yah. Ya udah kalo gitu sih. Kakak tinggalin juga nih, kamu disini."goda Emir, sambil berjalan duluan.
"Ih, jangan di tinggalin dong kak. Nanti kalau aku di culik sama Sugar Daddy gimana, kak. Nanti kakak juga yang repot."timpal hana, sambil mengejar langkah kaki Emir.
"Lah, iya juga. Nanti kalau hana di culik sama Sugar Daddy, nanti aku juga yang repot. Apalagi sugar Daddy-nya yang ganteng, bisa kepincut tuh bocil satu."pikir Emir.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung menuju ke bioskop, sampai disana mereka langsung memesan tiket bioskop. Mereka berdua pun menonton film di bioskop tersebut, dengan memilih genre film horor terbaru yang terlaris di sana. Setelah menonton mereka berdua pun, melanjutkan berkeliling Mall-nya lagi dan mereka juga mampir di beberapa store barang brand-brand terkenal. Setelah puas berkeliling Mall-nya, mereka berdua pun mampir di salah satu restoran yang ada di dalam Mall tersebut. Walaupun mereka kini sedang berada di Mall, mereka berdua juga tidak lupa untuk menunaikan kewajiban seorang muslim yaitu sholat.