KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Rumah Sakit


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, akhirnya pak joko menemukan rumah sakit terdekat dari sana. Rumah sakit ini merupakan, salah satu rumah sakit yang cukup besar di Jakarta. Dan mobil yang di kendarai pak joko pun, langsung masuk ke dalam halaman rumah sakit tersebut.


Pak joko memberhentikan mobilnya ibu lisa tersebut, di depan teras rumah sakit. Lalu pak joko segera keluar dari dalam mobil dan berlari menemui petugas rumah sakit, untuk meminta bantuan kepada mereka.


Sintia pun langsung di taruh di brankar rumah sakit, setelah itu langsung di dorong ke ruang ICU. Ibu lisa ikut mendorong brankar sintia, tersebut. Lalu sintia pun, masuk kedalam ruang ICU. Perawat disana melarang ibu lisa, untuk masuk ke dalam ruang ICU.


"Sintia, kamu bertahan ya, nak."ucap ibu lisa, sambil ikut mendorong brankar tersebut ke ICU.


"Maaf, ibu. Ibu tidak boleh masuk kedalam, silahkan ibu tunggu di luar saja."ucap salah satu suster kepada ibu lisa, ketika di pintu ruang ICU.


"Dan silahkan ibu, untuk segera melakukan pembayaran terlebih dahulu."sambung suster tersebut kepada ibu lisa.


"Sus, lakukan yang terbaik untuk gadis tadi. Dan berapa pun, biayanya, saya pasti bayar semuanya sus."ucap ibu lisa kepada suster tersebut.


"Iya, Bu. Kami semua akan lakukan yang terbaik, untuk gadis tadi. Permisi, bu."sahut suster tersebut kepada ibu lisa, lalu langsung masuk ke dalam ruang ICU.


"Iya, sus."sahut ibu lisa.


Di dalam ruang ICU, sintia sedang di tanganin oleh dokter dan juga perawat.


Ibu lisa, langsung bergegas menuju ke arah meja resepsionis rumah sakit. Ibu lisa langsung membayar semua biaya pengobatan sintia, di rumah sakit tersebut. Setelah selesai membayar semua biaya pengobatan sintia, ibu lisa langsung berjalan ke ruang ICU lagi.


Ibu lisa pun, duduk di kursi tunggu yang terdapat di sana. Dan ibu lisa, menunggu sintia yang sedang di berada di dalam ruang ICU tersebut. Lalu ibu lisa, langsung menelepon pak lukman.


Ibu lisa memberitahu suaminya, kalau kini dia berada di rumah sakit. Pak lukman pun kaget, ketika mendengar kalau ibu lisa kini berada di rumah sakit. Pak lukman meminta ibu lisa, untuk memberitahu alamat rumah sakitnya. Ibu lisa pun, langsung memberitahu dimana alamat rumah sakitnya kepada suaminya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, PA."ucap ibu lisa kepada pak lukman.


"Wa'alaikum salam, MA."jawab pak lukman kepada ibu lisa.


"PA, PA. Hiks...hiks...hiks."ucap ibu lisa kepada pak lukman, sambil menangis.


"MA, MA. Mama kenapa, kok nangis?."tanya pak lukman kepada ibu lisa, dengan khawatir.


"PA, sekarang mama ada di rumah sakit, PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.


"APA, DIRUMAH SAKIT."kaget pak lukman


"Iya, PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.


"Sekarang, mama kasih tau papa, lokasi rumah sakitnya sekarang."titah pak lukman kepada ibu lisa.


"Ya udah, mama jangan sedih yah. Sekarang papa, akan segera kesana secepatnya."ucap pak lukman kepada ibu lisa.


"IYa, PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.


"Ya udah PA, mama tutup telefonnya dulu. Assalamu'alaikum."ucap ibu lisa kepada pak lukman.


"Wa'alaikum salam."sahut pak lukman kepada ibu lisa.


Pak lukman pun, langsung bergegas pergi dari ruang kerjanya. Dan langsung menuju ke arah ruang kerja putranya tersebut, yaitu emir. Pak lukman masuk kedalam ruang kerja emir, dengan tergesa-gesa dan langsung memanggil-manggil nama sang putra.

__ADS_1


"EMIR, EMIR, EMIR."panggil pak lukman kepada emir, yang kini masuk kedalam ruang kerja putranya tersebut, dengan tergesa-gesa.


"PA, papa kenapa?. Kok, papa tergesa-gesa sekali. Ada apa, PA?."tanya emir kepada pak Lukman.


"Emir, M-A, mama."ucap pak lukman kepada emir dengan terbata-bata.


"PA, mama kenapa, PA?. JAWAB, PA."tanya emir kepada pak lukman, dengan sedikit tegas.


"Emir, mama di rumah sakit, nak."jawab pak lukman kepada emir.


"APA, MAMA DIRUMAH SAKIT, PA!."kaget emir kepada pak lukman.


"Iya, Emir. Mama, ada dirumah sakit sekarang."sahut pak lukman kepada emir.


"PA, mama sekarang ada di rumah sakit mana, PA?."tanya emir kepada pak lukman.


"Mama, ada di rumah sakit A, di jalan xxxxx, nak."sahut pak lukman kepada emir.


"Ya udah, PA. Sekarang kita, susul mama di rumah sakit."ucap emir kepada pak lukman.


"Iya, nak."sahut pak lukman kepada emir.


"Ayo, PA."ajak emir kepada pak lukman.


"Iya, nak, ayo."sahut pak lukman kepada emir.

__ADS_1


Pak lukman dan emir pun, langsung bergegas menuju ke rumah sakit tersebut. Dengan menggunakan mobil emir, kini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke arah rumah sakit A di jalan xxxxx.


__ADS_2