KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Ulang Tahun Hana


__ADS_3

Malam ini emir akan memberi kejutan ulang tahunnya hana(sintia), yang ke 22 tahun. Emir juga sudah mempersiapkan 2 hadiah, untuk hana(sintia) yang sedang berulang tahun. Malam ini pukul sekitar jam 12 malam, emir pun terbangun dari tidurnya.


Karena emir akan memberikan kejutan ulang tahun kepada hana, tepat pergantian waktu. Bukan emir saja yang akan memberikan kejutan ulang tahun untuk hana, ibu lisa, pak lukman dan seluruh pekerja yang ada di dalam rumah tersebut.


Sehabis bangun tidur emir pun, langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Supaya wajahnya itu, tampak segar dan terbebas dari kantuk. Sedangkan dibawah juga para pekerja disana sudah pada bangun, walaupun masih mengantuk.


Setelah selesai mencuci muka, emir pun bergegas keluar dari dalam kamarnya sambil membawa dua buah box kecil yang berisikan hadiah untuk hana(sintia). Dua box hadiah tersebut berwarna soft pink, yang sudah dikasih pita senada di atas box-nya.


Di dalam kamarnya pak lukman, ibu lisa dan pak lukman pun sudah terbangun dari tidurnya. Lalu mereka berdua, langsung keluar dari dalam kamarnya sambil membawa hadiah untuk hana. Kini emir sudah berada di dapur bersih, dan ia sekarang sedang mengeluarkan 4 kue tart dari dalam kulkas.


SKIP


Kini emir, ibu lisa, pak lukman dan juga para pekerja yang ada di sana sudah ada di dalam ruang keluarga yang berada di lantai dua. Ruang keluarga kini, sudah di sulap menjadi sebuah pesta ulang tahun mini yang di dominasi warna soft pink.


Di dalam sana sudah ada hiasan ulang tahun, seperti balon, perintilan-perintilan lainnya dan juga ada 4 kue tart yang berbagai macam warna dan rasa. Bukan cuma itu saja, di dalam sana juga terdapat donat dan cup cake yang beraneka ragam warna. Dan tidak lupa juga, di sana ada beberapa kado untuk hana.


Lalu ibu lisa memerintahkan emir, untuk memanggilkan Hana nya ke sini. Emir pun, menuruti perintah dari sang mama tercintanya itu. Emir langsung bergegas menuju ke arah kamarnya hana, untuk membangunkan hana.


"Emir, sekarang kamu panggilin hana nya kesini. Bilang aja mama kenapa gitu, jangan kasih tau dulu Hana nya. Kalau dia mau di kasih surprise, yah sayang."titah ibu lisa.

__ADS_1


"Oke, MA beres. Ya udah MA, sekarang aku langsung ke kamarnya hana."ucap Emir.


"Ya udah sana gih, emir. Inget yah, apa kata mama tadi."pesan ibu Lisa.


"Siap, MA."emir pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang keluarga, lalu ia langsung berjalan menuju ke kamarnya Hana(sintia).


Sekarang emir pun, sudah berdiri di depan pintu kamar tidurnya hana(sintia). Lalu emir langsung mengetuk pintu kamar tidurnya hana, sambil memanggil-manggil sang pemilik kamar tersebut. Dan terbukalah pintu kamar itu, lalu muncullah seorang gadis dengan muka bantalnya.


"Tok tok tok, Hana, Han, Hana."emir mengetuk-ngetuk pintu kamarnya Hana, sambil memanggil nama sang pemilik kamar tidurnya tersebut.


"Siapa sih, yang ketuk-ketuk pintu malam-malam."gerutu hana, yang masih nyaman di tempat tidurnya.


"Tok tok tok, Han, Hana, ini kakak. Buka pintunya, sekarang."Emir masih mengetuk pintu kamarnya Hana, sambil berteriak di depan pintu kamarnya Hana.


"Iya, kak sebentar."teriak hana dari dalam kamarnya, kini hana sedang memakai jilbab bergo maryam di kepalanya. Setelah itu hana pun, langsung bergegas menuju ke arah pintu kamarnya. Dan ia, langsung membuka pintu kamarnya itu. Di hadapan hana, ada emir yang masih mengunakan baju tidurnya.


Yang kini gadis itu mengenakan baju tidur lengan panjang berwarna merah, dan juga berhijab bergo maryam berwarna hitam. Hana pun menanyakannya kepada emir, mengapa sang kakak mengetuk-ngetuk pintu kamarnya pada malam hari.


"Ada apa, kak. Kok malam-malam begini, kakak ketuk-ketuk pintu kamar aku?."tanya hana, dengan suara khas baru bangun tidur. Sambil menatap wajah emir, yang kini sedang berada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Hana, mama."lirih emir, dengan nada sedih di buat-buat.


"Mama, kenapa kak."tanya hana, dengan panik. Sambil menatap wajah emir, untuk mengetahui sebenarnya terjadi terhadap mamanya itu.


"Mama."kata emir, yang masih mendalami dramanya.


"Kak, mama kenapa kak?. Jawab dong, kak. Mama, kenapa?. Kok malah diem sih, kak."panik Hana, rasa kantuk pun seketika hilang begitu saja. Sekarang ini hana, hanya ada rasa khawatir terhadap mamanya itu.


"Ya udah, sekarang kamu ikut kakak. Kalau kamu ingin, tau mama kenapa."ucap emir, lalu mulai berjalan menuju ke arah ruang keluarga.


"Iya, kak, ayo."sahut Hana, hana pun mengikuti langkah kaki emir yang berjalan menuju ke arah ruang keluarga.


Sesampainya di sana, hana pun bergegas membuka pintu ruang keluarga. Dan di sana, hana melihat ruang keluarga sangatlah gelap tanpa pencahayaan. Namun tiba-tiba ada yang mengagetkan nya, dan ada suara orang yang ia kenal.


"MA, mama ada di dalam kan."ucap Hana, yang kini sedang melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang keluarga.


"Kok, gelap sih kak." Tanya Hana, yang kini hana dan emir sudah berada di dalam ruangan tersebut.


Dan lampu pun, menyala dengan terang di ruang keluarga. Di sana hana melihat ruangan keluarga itu, di dekor menjadi acara ulang tahun mini yang begitu cantik. Di sana juga ada mama, papa, dan para pekerja lainnya.

__ADS_1


"SURPRISE....."ucap para orang-orang, yang ada di dalam ruangan tersebut. Mengagetkan hana, yang tiba-tiba lampunya nyala.


...****************...


__ADS_2