
Sekarang ini hana sedang dalam perjalanan menuju ke kantor kakaknya emir, yang di antar oleh pak joko mengunakan mobil. Hana ke kantornya emir hanya untuk mengantarkan makan siang saja, untuk emir yang berada di kantor.
Beberapa menit kemudian mobil yang di supirin oleh pak joko pun, masuk ke dalam halaman sebuah gedung perusahaan yang sangat besar dan tinggi menjulang. Pak joko memberhentikan mobil tersebut, pas di depan teras gedung perusahaan itu.
"Non hana, ini kantornya den emir, non. Kita sudah sampai, non."ujar pak joko kepada sintia.
"Oh, udah nyampe yah, pak joko?."tanya sintia kepada pak joko.
"Iya, non. Kita sudah sampai, di kantornya den emir, non."jelas pak joko kepada sintia.
"Ya udah, pak joko, aku ke dalam dulu yah. Pak joko tunggu disini dulu ajah, aku cuma sebentar kok pak. Mau nganterin makan siang ajah, buat kak emir."ucap sintia kepada pak joko.
"Baik, non hana."sahut pak joko.
"Pak joko, aku kedalam dulu."pamit sintia kepada pak joko, lalu langsung keluar dari dalam mobil itu menuju ke arah pintu masuk kantor perusahaannya emir.
"Iya, non."sahut pak joko.
Sintia ke luar dari mobil itu, sambil menenteng tas yang berisikan tempat makan. Yang di dalamnya berisikan makan siang, untuk emir. Sekarang ini sintia mengenakan korean blouse berwarna putih, di padukan dengan rok plisket mocca, tas selempang hitam, sepatu sneakers putih dan sintia juga mengunakan hijab segiempat, yang berwarna coksu.
Kini hana ataupun sintia, melangkahkan kakinya masuk ke dalam ke kantor perusahaan emir untuk pertama kalinya. Ia melangkah masuk ke dalam kantor nya emir, namun ketika sintia melewati meja resepsionis kantor tersebut.
Tiba-tiba mbak-mbak resepsionis itu, memberhentikan langkah kaki sintia. Sintia pun berhenti, di depan meja resepsionis. Lalu resepsionis itu bertanya kepada sintia, sintia langsung bergegas menjawabnya.
"Mbak...mbak..., berhenti."panggil mbak resepsionis kepada sintia.
"Iya, mbak, ada apa yah?."tanya sintia kepada mbak resepsionis.
__ADS_1
"Mbak siapa yah, dan apa mbak sudah membuat janji dengan pak emir?."tanya mbak resepsionis kantor emir, kepada sintia dengan judes.
"Aku Hana, mbak. Adiknya, kak emir."jawab sintia kepada mbak resepsionis itu.
"Hahaha, mbak jangan ngaku-ngaku deh, kalo jadi adiknya pak emir."ucap mbak resepsionis kepada sintia, sambil tertawa.
"Mbak, aku memang benar adiknya kak emir."tegas sintia kepada mbak resepsionis.
"Jangan ngaku-ngaku deh, mbak. Jujur ajah, mbak ini siapa. Atau mbak mau maling yah, di kantor ini."ucap mbak resepsionis itu kepada sintia, sambil menuduh macam-macam.
"Jangan asal tuduh yah, mbak. Saya memang adiknya kak emir, asal mbak tau."tegas sintia.
"Jaman sekarang maling mana mau ngaku, kalo ngaku penjara penuh."ucap mbak resepsionis.
"Ya udah, kalo mbak nggak percaya sama aku. Aku telefon nih, kak emir sekarang juga."putus sintia kepada mbak resepsionis, lalu sintia langsung mengeluarkan ponselnya di dalam tas selempang.
"Halo, assalamu'alaikum, kak."ucap hana (sintia) kepada emir, melalui ponselnya. Karena sekarang ini hana (sintia), sedang menelfon emir.
"Iya, hana, wa'alaikum salam."jawab emir kepada sintia, di seberang telefon.
"Hana, ada apa, tumben telefon kakak?."tanya emir di seberang telefon.
"Kak, aku sekarang ada di kantor kakak nih. Tapi aku nggak bisa masuk ke dalem, kak."ucap Hana (sintia) kepada emir.
"Terus kenapa kamu nggak bisa masuk kedalam, hana?."tanya emir.
"Kak, aku di tahan sama mbak-mbak resepsionisnya. Terus aku tadi di tuduh, mau maling kantor nya kakak, sama mbak-mbak resepsionisnya kak."ucap hana (sintia) kepada emir, sambil menceritakan kejadian sebenarnya.
__ADS_1
"APA, KAMU DI TUDUH MALING SAMA DIA?."tanya emir kepada Hana(sintia), yang sudah emosi. Ketika Hana (sintia) adiknya itu, di perlakukan tidak baik sama karyawan nya sendiri.
"Iya, kak."jawab Hana (sintia).
"Terus kamu sekarang, ada di mana. Hana?."tanya emir kepada hana (sintia).
"Aku sekarang masih, ada di depan meja resepsionis, kak."jawab hana (sintia).
"Sekarang kakak kesana, kamu jangan kemana-mana yah, hana. Kamu tunggu ajah disitu, sebentar lagi kakak kesana."ucap emir kepada hana (sintia).
" Ya udah hana, kakak tutup dulu telefonnya. Assalamu'alaikum."sambung emir, sambil langsung berjalan ke luar dari dalam ruang kerjanya. Dan langsung menuju ke lantai bawah, dengan menggunakan lift.
"Iya, kak. Wa'alaikum salam."sahut hana (sintia). Lalu langsung mematikan panggilan telefon nya, dan langsung menaruh ponselnya itu kedalam tasnya kembali.
Emir langsung masuk ke dalam lift, dan bergegas memencet tombol pada lift tersebut yang mengarah ke lantai bawah. Di bawah hana (sintia) sudah memberitahukan kepada mbak-mbak resepsionisnya, kalau sebentar lagi emir akan kesana.
"Mbak, sebentar lagi kak emir akan kesini."ucap hana kepada mbak-mbak resepsionisnya.
"Halah, palingan kamu bohong kan. Ngaku ajah deh, mbak. Mana mungkin pak emir, kesini."tepis mbak resepsionis tersebut.
"Ya udah, kalo mbak nggak percaya sih."putus sintia.
TING
Suara lift terbuka, dan emir langsung menghampiri hana (sintia) sambil memanggilnya. Hana (sintia) dan mbak-mbak resepsionis itu pun, langsung menengok ke arah sumber suara. Dan ternyata yang memanggil itu adalah emir, yang sedang berjalan menghampiri mereka berdua disana.
"Hana...."panggil emir kepada hana (sintia) sedikit berteriak, sambil berjalan menghampiri hana (sintia) dan mbak-mbak resepsionis itu disana.
__ADS_1
"Kak emir..."sahut hana (sintia).