
Hari minggu ini pukul sekitar jam 9 pagi, hana(sintia) sudah rapih dan wangi. Mengenakan blouse Korea style panjang berwarna maroon, di padukan dengan celana jeans hitam. Kerudung pashmina berwarna hitam, sepatu sneakers putih dan juga tas selempang.
Hana melangkahkan kakinya menuruni anak tangga VILA nya pak lukman, karena dia dan pak sekeluarga sedang berada di puncak. Di sofa ruang tengah VILA puncak, ibu lisa sedang asyik membaca majalah.
Lalu hana pun berjalan menghampiri ibu lisa, yang sedang duduk di sofa ruang tengah tersebut. Ibu lisa melihat hana(sintia) sudah rapih dan juga wangi pun, menanyakannya langsung kepada orang yang bersangkutannya.
"MA."sapa sintia, lalu duduk di sofa ruang tengah bersama dengan ibu lisa.
"Hana, kamu udah rapih ajah. Emangnya mau kemana sih, hana?."tanya ibu lisa.
"Aku di ajak kakak MA, katanya sih mau ngajak jalan-jalan keliling puncak MA."jelas Hana.
"Oh, ya udah. Kamu hati-hati yah, sayang."ucap ibu lisa.
"Iya, MA."sahut Hana.
"Terus sekarang kakak kamu mana, kok belum keliatan batang hidungnya?."tanya ibu lisa.
"Aku nggak tau MA, kak emir sekarang ada di mana. Mungkin masih di dalam kamarnya, MA."jawab (sintia).
Datanglah emir yang baru saja turun dari tangga lantai dua VILA itu, berjalan menghampiri hana dan juga ibu lisa disana. Lalu setelah itu emir dan hana pun pamit, kepada ibu lisa untuk pergi jalan-jalan.
"Ada apa ini, kok pada ngomong aku sih?."tanya emir, berjalan menghampiri hana dan ibu lisa. Sekarang ini emir, sudah rapih dan juga wangi tentunya. Dan kini emir mengenakan Hoodie navy, di padukan dengan celana jeans hitam dan juga tidak lupa mengenakan sepatu sneakers putih.
"Nggak ada apa-apa kok kak, cuma mama tanya kakak dimana ajah kok."jawab hana.
"Ooh, gitu."ucap emir.
"Iya, kak."sahut Hana.
"Emir, kamu sama hana emangnya mau jalan-jalan kemana?."tanya ibu lisa.
"Aku sama hana, mau jalan-jalan sekitar puncak ajah MA. Mumpung ada di puncak, MA."jelas emir.
__ADS_1
"Oh, ya udah kamu sama hana, hati-hati yah di jalan."ucap ibu lisa.
"Iya, MA."sahut emir.
"MA, aku sama hana, pergi dulu yah. Entar keburu siang, kalo kelamaan."pamit emir kepada ibu lisa,sambil mencium tangan ibu lisa.
"Iya, sayang. Kamu hati-hati yah, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya, dan jangan lupa kabarin mama ataupun papa kalo ada apa-apa di jalan."pesan ibu Lisa kepada emir.
"Iya, MA. Pasti emir kabarin mama, sama papa kok."sahut emir.
"Ayo, hana. Kita langsung berangkat sekarang ajah, nanti keburu siang lagi."ajak Emir kepada Hana.
"Iya, kak."sahut Hana, hana pun bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapannya ibu lisa.
"MA, aku pergi dulu yah."pamit hana kepada ibu lisa, sambil mencium tangannya ibu lisa.
"Iya, sayang, kamu hati-hati yah di jalan."ucap ibu lisa.
"Iya, MA."sahut Hana(sintia).
"Wa'alaikum salam."sahut ibu lisa.
Emir dan hana pun meninggalkan ibu lisa, di ruang tengah VILA tersebut. Lalu mereka berdua berjalan menuju ke arah mobilnya emir, yang terparkir di halaman VILA. Setelah itu mereka berdua pun, langsung masuk kedalam mobilnya emir. Dan mobil itu langsung melaju, pergi dari halaman VILA.
...****************...
Kini hana dan emir masih berada dalam perjalanan, menuju ke arah tempat wisata di puncak. Di dalam mobil tak ada suara sama sekali, mereka berdua saling diam. Lalu hana pun memulai obrolannya dengan emir, yang sedang fokus menyetir.
"Kak."panggilin Hana.
"Hmmm, kenapa hana."sahut emir, yang sedang fokus menyetir.
"mmm, kita emangnya mau kemana yah kak?."tanya hana.
__ADS_1
"Rahasia."jawab emir.
"Ih, kok main rahasia-rahasian sih, kak, nggak asik tau."kesal hana, sambil mengerucutkan bibirnya. Itu semua tak luput oleh pandangan emir, yang sedang menyetir sambil kadang-kadang menengok ke arah hana yang terlihat lucu di matanya.
"Entar juga kamu tau tempatnya, hana."ujar emir.
"Terserah."putus Hana, lalu diam tanpa suara lagi.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua pun sampai juga di tempat tujuan wisata yang telah emir pilihan. Mereka berdua pun masuk ke salah satu destinasi wisata, yang terkenal di sana. Hana meminta tolong emir untuk memfotokan dirinya, yang sedang berlibur disana.
"Kak, tolong fotoin aku dong."pinta Hana kepada emir, sambil menyerahkan ponselnya.
"Ya udah sini handphonenya, Hana."sahut emir.
"Ini kak, handphonenya."ucap hana, sambil menyodorkan sebuah ponselnya itu kepada emir.
"Oke, siap. Satu dua tig...a."ucap emir kepada hana, yang sedang memfoto hana tersebut.
Hana pun, langsung melakukan gaya di saat berfoto. Dan sedangkan emir hanya sebagai seorang tukang foto, yang memfoto hana(sintia) saja. Lalu hana(sintia) mengajak emir, agar berfoto bersama. Awalnya emir menolak ajakan hana untuk berfoto, namun akhirnya emir pun mau berfoto bersama.
"Kak, kita foto bareng yuk. Dari tadi kan cuma aku ajah, yang foto."ajak hana kepada emir.
"Nggak, kamu ajah yang foto."tolak emir.
"Ayo loh, kak."bujuk Hana.
"Nggak, kamu ajah."ucap emir.
"Ya udah, kalau kakak nggak mau sih, aku nggak mau ngomong sama kakak."seru hana.
"Oke-oke, kakak ikut foto bareng kamu."putus emir.
"Yeh, akhirnya mau juga. Ya udah kak, ayo kita langsung foto ajah."ucap hana.
__ADS_1
"Iya, hana."sahut Emir.
Mereka berdua pun berfoto bersama, dengan di bantu oleh orang yang memfotokan mereka berdua. Setelah puas berfoto-foto, mereka berdua pun memutuskan untuk berkeliling lagi di destinasi wisata tersebut.