
Di kediaman rumah keluarganya sintia yang ada di kampung, ibu Laras ibunya sintia sedang mencuci pakaian di sumur. Di karenakan keluarga sintia mengunakan sumur, sebagai sumber mata air untuk kehidupan sehari-hari mereka. Seperti halnya untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan makan dan lain sebagainya.
Kini ibu Laras sedang mencuci pakaian di dekat sumur, sambil memikirkan hal tentang keadaan dan kondisi sintia saat ini. Sudah satu tahun ini, ibu Laras belum juga mendapatkan kabar dari sang putri tercintanya itu. Yang kini bekerja di Jakarta, sebagai ART. Walaupun ibu Laras, selalu dapat kiriman setiap bulannya dari anaknya. Ibu Laras tidak tahu, kalau sintia sedang mengalami amnesia.
"Nak, sekarang ini gimana keadaan kamu disana?. Kenapa kamu tidak memberi kabar, kepada ibu. Apa kamu lupa sama ibu disini, sintia."gumam ibu di dalam hati, sambil mencuci pakaian.
"Walaupun kamu tidak memberi kabar kepada ibu, dan keluargamu di kampung. Ibu selalu mendo'akanmu setiap waktu, agar kamu selalu di lindungi oleh Allah SWT, di manapun kamu berada. Sintia, ibu sangat-sangat rindu sama kamu sayang."sambung ibu Laras, tiba-tiba air mata ibu Laras jatuh di pipinya. Ibu Laras pun, segera mungkin untuk menghapusnya. Agar semua orang tidak tahu, kalau ia sedang menangis.
****************
Jakarta.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua pun sampai juga di tempat tujuan. Emir mengajak hana(sintia), di salah satu lapangan luas yang ada di Jakarta. Di sana emir akan mengajari hana(sintia), belajar menyetir mobil.
"Kak, disini tempatnya?."tanya hana, lalu sambil melihat sekeliling lapangan terbang.
"Iya, hana, disini tempatnya. Emangnya kenapa, Han?."sahut emir,sambil bertanya kepada Hana.
__ADS_1
"Nggak papa, kak."timpal hana.
"Ya udah, sekarang kita langsung mulai aja belajar nya. Nanti keburu siang loh, panas lagi."ucap emir.
"Ayo han, kita tukar posisi duduknya. Kamu duduk disini, nanti kakak duduk disana."sambung emir, lalu mereka berdua pun langsung bergegas untuk menukar posisi duduk mereka berdua.
"Iya, kak. Ayo."sahut Hana, langsung bergegas bertukar posisi duduknya. Dan kini mereka berdua pun, sudah bertukar posisi duduknya. Kini hana sudah duduk di kursi kemudi, sedangkan emir di kursi samping kemudi. Emir pun, langsung menyuruh hana untuk segera menjalankan mobilnya dengan hati-hati.
"Ayo han, kita mulai sekarang ajah."ucap Emir.
"Iya, kak."sahut hana, sambil bersiap siap-siap untuk menjalankan mobilnya.
"Iya, kak."sahut Hana, hana pun langsung berdo'a kepada Allah, di dalam hati agar di lindungi dari segala sesuatu. Setelah selesai berdoa, hana pun langsung menyalakan mesin mobilnya. Sambil mengucapkan bismillah, ketika Hana (sintia) akan menjalankan mobilnya tersebut.
"Bismillahirrahmanirrahim."ucap Hana, lalu langsung menjalankan mobilnya tersebut. Mobil tersebut pun, akhirnya berjalan juga. Emir menyuruh hana, agar menggunakan mobil itu dengan pelan-pelan saja.
"Hana, pelan-pelan ajah, jangan terlalu cepat. Nanti takutnya tertabrak, jadi pelan-pelan ajah."ucap Emir.
__ADS_1
"Iya, kak. Ini juga pelan kok, kak."sahut hana, yang kini sedang fokus menatap jalanan. Karena hana(sintia), sedang menyetir mobil barunya.
"Ya udah, jalannya pelan-pelan dulu. Nah kaya gini, ajah dulu Han."ucap Emir, ketika hana menjalankan mobilnya dengan pelan.
"Iya, kak."sahut hana, yang masih fokus menatap jalanan.
Beberapa jam kemudian, akhirnya hana pun sudah bisa menyetir mobilnya tersebut dengan baik dan benar. Lalu emir mengajak hana untuk pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul sekitar jam sebelah siang.
"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa juga."ucap hana, dengan senang.
"Sekarang kamu sudah bisa menyetir mobil dengan baik dan benar, cuma kamu butuh beberapa belajar lagi. Agar kamu lebih mahir lagi, menyetir mobilnya."ujar Emir.
"Hana, ayo kita pulang. Ini sudah jam sebelas siang, ini juga udah mulai panas lagi."ajak Emir.
"Iya, kak ayo."sahut hana.
"Ya udah, kakak kesini lagi. Aku nya yang kesitu, ayo kak kita tukar posisi lagi."ucap Hana, lalu bergegas untuk bertukar posisi duduknya lagi.
__ADS_1
"Iya."sahut emir, langsung bergegas bertukar posisi duduknya lagi. Kini mereka berdua pun, sudah bertukar posisi duduknya lagi. Dan mereka berdua pun, langsung bergegas untuk pulang ke rumah.