KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Berlibur Ke Bali


__ADS_3

Pagi minggu ini sekitar pukul sembilan pagi, keluarga pak lukman akan berlibur ke Bali. Di karenakan emir akan mengunjungi perusahaannya yang berada disana, dan itu juga akan di gunakan untuk berlibur bersama dengan keluarga disana nantinya selama satu minggu.


Di bali juga pak lukman mempunyai sebuah VILLA, yang cukup mewah di sana. VILLA tersebut memiliki pemandangan yang sangat estetik, di karenakan villa itu menghadap ke arah pantai. Sehingga menambahkan kesan, yang sangat membuat pikiran menjadi tenang dan damai.


Dan kini VILLA tersebut di jaga dan di urus oleh pak made, dan juga istrinya yang bernama ayu. Pak made dan juga ibu ayu, merupakan seorang penduduk lokal di sana. Mereka berdua sudah bekerja di VILLA nya pak lukman, sekitar 10 tahunan.


Kini hana, emir, pak lukman dan juga ibu lisa sudah berada di bandara. Dan mereka berempat akan menaiki pesawat terbang, yaitu penerbangan Jakarta-Bali. Dan kini mereka berempat pun, masuk kedalam pesawat yang akan membawa mereka ke Bali.


Pesawat yang mereka tumpangi pun, kini lepas landas. Mereka berempat mengunakan pesawat businness class, yang akan membawa mereka pergi ke Bali. Di dalam pesawat emir menghadap ke arah hana. Emir khawatir kalau hana, merasa takut dan juga cemas ketika berada di dalam pesawat.


Tanpa pikir panjang, emir pun segera menggenggam salah satu tangan hana dan langsung mengenggam nya sangat erat. Hana yang tiba-tiba merasakan salah satu tangannya itu ada mengenggam, hana pun sontak melihat ke sampingnya.

__ADS_1


Dan ternyata yang mengenggam nya itu, adalah sang kakak menurut hana. Hana pun membiarkan emir, untuk mengenggam nya. Lalu emir pun, sambil menenangkan hana. Yang kelihatan sedikit ketakutan dan juga cemas, ketika berada di dalam pesawat.


"Kakak."gumaman hana, sambil menoleh ke arah sampingnya.


"Hana."panggil Emir kepada hana, dengan suara pelan.


"Iya, kak."sahut hana.


"Iya, kak."sahut hana.


"Hana, kalau kamu masih merasa takut. Kamu tidur ajah, gih. Biar kamu nggak merasa takut lagi, entar kalau udah nyampe kakak bangunin."ucap emir kepada hana.

__ADS_1


"Tapi kak, aku nggak ngantuk. Insya Allah, aku bakal baik-baik ajah kok. Kakak, tenang ajah yah. Dan kalau aku kenapa-kenapa juga, aku bakalan segera memberitahu ke kakak kok."sahut hana, sambil menenangkan emir.


"Ya sudah, terserah kamu saja."putus emir.


Hana yang penasaran dengan pemandangan sekitar nya, lalu berniat untuk memberanikan diri untuk menoleh ke arah jendela pesawat. Kini hana pun, memberanikan dirinya untuk menatap ke arah jendela pesawat tersebut. Mata hana pun, menatap jendela pesawat itu, dan ia melihat pemandangan yang begitu indah dari dalam pesawat terbang tersebut.


"Masya Allah, pemandangan nya indah sekali."ucap Hana, sambil memandangi pemandangan lewat jendela pesawat terbang tersebut dan sambil tersenyum lebar.


"Sungguh indah ciptaan mu, ya Allah."sambung hana, yang masih memandangi pemandangan dari ketinggian tersebut.


"Hana, kamu suka sama pemandangan nya?."tanya emir, sambil menoleh ke arah hana.

__ADS_1


"Iya, kak. Aku suka banget sama pemandangan nya, yang begitu masya Allah sekali."jawab hana, menoleh ke arah emir sambil tersenyum dan setelah itu iapun menatap ke arah jendela pesawat tersebut lagi. Sedangkan emir, hanya menanggapinya dengan ikut tersenyum simpul.


__ADS_2