KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Hana Sakit 2


__ADS_3

Kini hana sudah berada di dalam kamarnya, dan ia juga sedang beristirahat di atas ranjangnya. Hari ini juga hana sedang kedatangan tamu bulanannya, yaitu ia sedang datang bulan. Dan rasa kantuk pun datang, mata hana pun tertidur di saat itu juga. Sehingga hana, tidak dapat menahan rasa kantuk tersebut.


"Kok, mataku terasa ngantuk banget yah hari ini. Sekarang pun hari sudah sangat sore, dan itu tidak baik untuk tidur. Tapi, rasa kantukku tidak dapat aku cegah lagi. Ya udah deh, aku tidur ajah."lirih hana, dan hana pun mulai tertidur.


...****************...


Emir sekarang ini masih berada di perjalanan, menuju ke rumahnya. Beberapa menit kemudian, mobil emir pun kini masuk kedalam pelataran rumah nya pak lukman. Mobil yang di kendarai oleh emir pun, berhenti di halaman rumahnya itu.


Lalu emir pun bergegas keluar dari dalam mobilnya, dan ia langsung berjalan masuk kedalam rumahnya itu. Di dalam rumahnya, emir bertemu dengan sang mama dan papa yang sedang berkumpul di ruang tengah. Emir bergegas langsung menyapa, sang mama dan papanya tersebut disana.


"Sore, MA. Sore, PA."sapa Emir kepada ibu lisa dan pak lukman disana.


"Sore, sayang."sahut ibu lisa.


"Sore, Mir."sahut pak lukman.


Emir yang tidak melihat keberadaan hana pun, bertanya langsung kepada mama dan papanya mungkin saja mereka tahu keberadaan hana di mana. Dan ibu lisa pun memberitahukan semua nya kepada emir, kalau ibu lisa melihat wajahnya hana sangatlah pucat sekali. Dan sekarang ini hana sedang berada di dalam kamarnya, sedang beristirahat di sana.


"Oh, yah, MA, PA. Kok aku gak lihat hana yah, sekarang hana di mana yah MA, PA?."tanya emir.

__ADS_1


"Oh, hana. Tadi mama lihat dia mukanya pucet banget loh, Mir."jawab ibu lisa. Emir yang mendengar itu semua dari mulut sang mama pun, langsung khawatir dengan kondisi Hana sekarang ini. Dan ia, langsung bergegas bertanya langsung kepada sang mama.


"Terus sekarang hana dimana, MA?."tanya emir, khawatir dengan kondisi Hana saat ini juga.


"Tadi mama suruh hana, untuk istirahat ajah di kamar. Mungkin sekarang hana, sedang beristirahat di dalam kamarnya sayang."jawab ibu lisa. Emir pun langsung pamit kepada sang mama dan papa, lalu ia langsung bergegas menuju ke kamar nya hana.


"MA, PA. Aku ke atas dulu, yah."pamit emir. Lalu ia pun langsung menaiki tangga lantai dua, dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar nya hana.


"Iya, nak."sahut ibu lisa dan pak lukman bersamaan.


Kini emir sedang menaiki tangga menuju lantai dua, dan ia juga sedang menuju ke arah kamar nya hana. Emir melangkahkan kakinya menuju kamarnya hana, sambil memikirkan tentang kondisi hana saat ini. Yang kata mamanya itu, muka hana sangatlah pucat.


Emir pun, kini sudah berada di depan kamar nya Hana. Lalu emir pun bergegas untuk mengetuk pintu kamarnya hana, emir mengetuk-ngetuk pintu kamarnya hana sambil mengucapkan salam. Namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamarnya hana, dan itu juga muenjadi kekhawatiran di dalam diri emir lebih khawatir lagi dengan kondisi hana dalam kamarnya tersebut.


"Tok tok tok, Assalamu'alaikum. Hana, ini kakak."Emir mengetuk pintu kamar Hana, sambil mengucapkan salam dan sambil memanggil nama saya pemilik kamar tersebut.


"Tok tok tok, Hana, Hana, Hana. Ini kakak, tolong buka pintunya."ucap Emir, yang masih mengetuk-ngetuk pintu kamar hana. Sekarang emir pun semakin merasa cemas, ketika tidak ada sahutan dari dalam kamar tersebut. Dan emir terus saja berusaha, pintu kamar hana, sambil memanggil-manggil nama pemilik kamar tersebut.


"Tok tok tok tok, han, hana, hana buka buka pintunya."emir terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Hana, sambil sedikit berteriak. Dan dari dalam kamar hana pun, masih tidak ada sahutan sama sekali. Sehingga emir pun, tidak ada cara lain. Selain ia, langsung masuk kamarnya Hana tersebut.

__ADS_1


Lalu emir memegang gagang pintu kamar hana, dan ternyata pintunya tidak di kunci sama sekali. Dan emir pun berniat untuk masuk saja, kedalam kamarnya hana tersebut.


"Kok, kamarnya tidak di kunci."gumam emir.


"Hana, maafin kakak. Kakak harus masuk ke kamar kamu, kakak gak ada cara lain lagi."gumam Emir, lalu langsung masuk kedalam kamarnya hana.


Emir pun, langsung membuka pintu kamarnya hana. Dan ia bergegas melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kamar tidurnya hana. Kini emir sudah berada di dalam kamar hana, ia melihat hana yang sedang tertidur pulas di tempat tidurnya dan hana kini masih tidur dengan mengenakan kerudungnya dan sambil tidur dengan posisi miring ke arah kiri.


Emir pun, mendekati tempat tidur hana. Lalu emir membangunkan hana dengan memanggil hana dengan lembut dan juga, sedikit menguncang tangan hana yang berbalut selimut itu.


"Han, Hana. Ayo bangun Han, ini udah mau Maghrib loh."ucap emir, sambil membangunkan hana. Dan hana pun, bangun dengan suara parau nya. Emir yang melihat wajah hana yang semakin pun, langsung membawa hana ke rumah sakit.


"Iya, kak, ada apa."lirih hana, yang baru bangun tersebut.


"Ya Allah, hana. Muka kamu pucat banget."kaget emir.


"Hana, ayo bangun. Kita langsung ke rumah sakit sekarang."pinta emir.


"Tapi, kepada aku pusing kak. Aku nggak bisa bangun."lirih hana, sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


" Ya udah, biar kakak ajah yang gendong kamu."ucap Emir, emir pun langsung bergegas menggendong hana dengan ala bridal style. Dan ia langsung membawa hana turun dari kamar tersebut, menuju ke bawah.


__ADS_2