
Pagi minggu ini pukul sekitar jam 8 pagi, pak lukman dan ibu lisa sedang duduk di kursi dekat kolam renang. Mereka berdua kini, sedang asyik mengobrol bersama. Datanglah emir dan hana, yang menghampiri ibu lisa dan pak lukman.
"PA."ucap ibu lisa.
"Iya, MA."sahut pak lukman.
"PA, hana masih belum pulih ingatannya. Padahal sekarang udah satu tahun loh, tapi kini dia masih amnesia. Apa hana akan bisa mengingat masa lalunya kembali, PA?."ucap ibu Lisa.
"Entahlah MA, papa juga nggak tau. Ini semua sudah kehendak dari Allah, mungkin sekarang ini hana belum bisa mengingat kembali masa lalunya. Tapi mungkin besok, dia akan mengingat kembali masa lalunya. Kita cuma bisa do'akan yang terbaik untuk Hana, MA."ujar pak lukman.
"Iya, PA. Semoga hana bisa mengingat kembali masa lalunya yah, PA. Kasihan keluarga nya, pasti mereka di sana merisaukan keadaan dia sekarang."ucap ibu lisa.
"Iya, MA. Semoga ajah, ingatan hana cepat pulih kembali."sahut pak lukman kepada ibu lisa.
"PA, MA. Ada apa kok, tiba-tiba ngomong aku sih?."tanya hana, yang kini menghampiri pak lukman dan ibu lisa bersama dengan emir.
"Enggak kok, sayang. Nggak ada apa-apa, kok. Iya kan, PA."jawab ibu Lisa kepada Hana, sambil meminta persetujuan dari pak lukman.
"Iya, MA."sahut pak lukman.
__ADS_1
"Oh, kirain ada apa-apa."timpal hana, sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"MA, PA. Aku sama hana, mau pergi dulu yah."pamit Emir.
"Kalian berdua emangnya mau kemana sih, sayang?."tanya ibu lisa kepada emir.
"Kita berdua mau ke lapangan yang luas, MA. Karena emir udah janji sama hana, mau ngajarin hana nyetir mobil MA."jawab emir.
"Oh, ya udah kalian berdua hati-hati yah."ucap ibu lisa kepada emir dan hana.
"Iya, MA."sahut emir dan hana, dengan bersamaan.
"Ya sudah, kalian berdua hati-hati. Jangan sampai kenapa-kenapa, dan jangan ngebut-ngebut di jalan."ucap pak lukman.
"Iya, PA. Siap."sahut Emir.
"PA, MA. Kita berdua, pergi dulu yah." pamit emir kepada pak Lukman dan ibu lisa, sambil mencium tangan kedua orangtuanya.
"Assalamu'alaikum."ucap emir dan hana bersamaan.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam."sahut pak lukman dan ibu lisa, emir dan hana pun pergi dari hadapan pak lukman dan ibu lisa.
"Emir, jangan lupa. Kamu jagain, adik kamu yah. Awas ajah, sampai adik kamu kenapa-kenapa."teriak ibu Lisa kepada emir, sambil memberi peringatan kepada emir.
"Iya, MA, Beres."teriak emir, menyahuti ucapan ibu Lisa.
Kini emir dan hana(sintia) pun, sudah berada di depan mobilnya hana. Lalu emir dan hana, langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Dan emir langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang, meninggalkan rumahnya pak lukman.
Di dalam mobil itu, tidak ada obrolan sama sekali. Hanya ada suara mobil itu dan kendaraan yang lainnya, yang melintas di jalanan. Lalu hana pun, berinisiatif untuk mengajak ngobrol duluan emir.
"Kak."panggil Hana, yang kini duduk di sebelah kirinya emir.
"Iya, Hana."sahut emir, yang sekarang sedang fokus menyetir mobilnya hana.
"Kak, emangnya kita mau belajar nyetirnya di mana sih, kak?. Kok jauh banget, kak."tanya hana.
"Ada, di salah satu tempat. Nanti juga kamu bakal tau, tempat juga. Udah sekarang kamu, diam saja."ujar emir.
"Ya udah deh, terserah kakak ajah."putus Hana, lalu hana pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobilnya. Sambil melihat jalanan ibu kota, yang di penuhi oleh kendaraan dan gedung-gedung tinggi.
__ADS_1
...****************...