KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Rumah Sakit 2


__ADS_3

  Beberapa menit kemudian, mobil yang di tumpangi mereka pun kini sudah sampai di pelataran salah satu rumah sakit yang ada disekitar sana. Mobil yang di kemudikan oleh pak joko pun berhenti di halaman rumah sakit, lalu emir pun segera membuka pintu mobilnya tersebut selebar-lebarnya. Lalu ia langsung membantu hana turun dari mobil, setelah itu ia langsung membopong tubuh hana.


     Kini hana sudah berada di dalam gendongannya, lalu ia meminta pak joko untuk menunggunya di luar saja biar dia yang membawa hana kedalam. Pak Joko pun, hanya patuh saja atas perintah dari sang anak majikannya itu. Lalu emir pun bergegas membawa hana masuk ke dalam rumah sakit tersebut, dengan membopong tubuh hana yang kini di dalam gendongannya.


Skip.


Ruang rawat inap VVIP salah satu rumah sakit di Jakarta terdapat seorang gadis cantik yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit tersebut, gadis tersebut yaitu hana. Kini hana sedang berada di dalam ruang rawat inap VVIP di rumah sakit itu, ya. Beberapa menit yang lalu dokter yang menangani hana meminta hana untuk di rawat saja, emir pun menuruti pinta sang dokter.


   Suara decitan pintu kamar inapnya pun terdengar, di telinga hana. Dan muncullah seorang pria, yaitu emir. Kini emir menghampiri hana, yang sedang terkulai lemas di ranjang rumah sakit tersebut. Hana kini melihat emir, yang sedang berjalan menghampirinya di sana. Sekarang emir pun sudah berada di sebelah ranjang rumah sakitnya hana, ia langsung menanyakan kondisi hana saat ini.


"Hana, gimana kondisi kamu sekarang?. Udah enakkan belum, Han?."tanya emir kepada hana, sambil menatap hana.


"Alhamdulillah, kak. Badan aku sekarang sedikit enakkan."jawab hana dengan suara yang begitu lirih.

__ADS_1


"Syukurlah, kalau badan kamu enakkan sih Han. Cepat sembuh yah Han, kakak khawatir banget tau ngeliat kamu sakit kaya gini."ucap emir.


"Iya, kak."sahut hana, dengan lirih.


" Maaf yah hana, tadi kakak tinggalin kamu disini."ucap emir.


"Enggak papa kok, kak."sahut hana.


"Kak."panggil hana pada emir.


"Kak, kakak udah sholat Maghrib belum?."tanya hana.


"Belum, Han. Kakak belum sholat Maghrib tadi, Han."jawab emir.

__ADS_1


"Kakak sholat dulu sana, dosa loh sampai di tinggalin sholat nya kak."pinta hana.


"Kalau kakak sholat, terus siapa yang jagain kamu disini."ucap emir.


"Aku nggak papa kok sendirian disini, kak. Kakak sholat ajah sana, aku nggak mau yah kalau kakak nggak sholat karena aku."ucap hana.


"Hmmm, ya udah kalau menurut kamu begitu sih Han. Kakak sholat dulu yah, tapi kamu nggak papa kan sendirian disini?."putus Emir, sambil bertanya kembali.


"Iya, kak. Aku nggak papa kok disini sendirian, kakak sholat ajah gih sana, nanti kelewat loh waktu sholat Maghrib nya."jawab hana.


"Ya udah Han, kakak tinggal sholat dulu yah sebentar. Kamu disini baik-baik yah, kakak sholat Maghrib dulu."pamit emir kepada hana, sambil mengusap kepala hana yang tertutup hijab tersebut.


"Iya, kak."sahut hana dengan suara lirih.

__ADS_1


    Emir pun pergi dari dalam ruang rawat inap nya hana, setelah itu iya langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah musholla yang terdapat di rumah sakit tersebut. Sesampainya ia disana, emir langsung bergegas untuk mengambil air wudhu. Dan setelah itu ia pun, bergegas untuk menunaikan kewajiban yaitu sholat.


__ADS_2