KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Rumah Sakit2


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, akhirnya pak lukman dan juga emir sampai di rumah sakit A di jalan xxxxx. Kini mobilnya emir pun langsung, masuk ke dalam parkiran rumah sakit tersebut. Lalu emir dan pak lukman, langsung bergegas turun dari dalam mobil. Dan langsung melangkahkan kakinya, menuju ke arah pintu masuk rumah sakit A.


Emir dan pak lukman, melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit itu. Lalu mereka langsung menghampiri, resepsionis rumah sakit tersebut. Emir langsung bertanya tentang keberadaan ibu lisa, kepada resepsionis rumah sakit.


"Ada yang bisa di bantu, pak?."tanya petugas resepsionis kepada emir.


"Permisi mbak, pasien yang bernama Ibu Halissa Dewi Al-Rasyid, ruangan berapa yah?."tanya emir kepada petugas resepsionis rumah sakit.


"Sebentar pak, biar saya check dulu."ucap petugas resepsionis rumah sakit kepada emir.


Petugas resepsionis rumah sakit pun langsung mencari nama pasien yang telah di sebutkan tadi, di buku data pasien di rumah tersebut. Namun, petugas resepsionis rumah sakit A tidak menemukan data pasien yang bernama Halissa Dewi Al-Rasyid.


"Maaf, pak. Pasien yang bernama ibu Halissa Dewi Al-Rasyid, tidak ada di sini pak."ucap petugas resepsionis rumah sakit A, kepada emir.


" Mungkin, pasien yang anda cari ada di rumah sakit yang lainnya pak."sambung petugas resepsionis rumah sakit A, kepada emir.


"Ya sudah mbak, terima kasih."ucap emir kepada petugas resepsionis rumah sakit A.


"Iya, pak. Sama-sama."sahut petugas resepsionis rumah sakit A, kepada emir.


Emir memberitahu papanya, kalau mamanya tidak ada di rumah sakit A kata petugas resepsionis rumah sakit. Lalu pak lukman menyarankan emir, untuk menelfon ibu lisa. Emir langsung bergegas menelfon ibu lisa, dan bertanya keberadaan sang mama sekarang ini.


"PA, gimana dong, kata resepsionis tadi mama nggak ada disini PA?."tanya emir kepada pak lukman, dengan panik.


"Emir, kamu sabar dulu. Coba sekarang, kamu telefon mama dulu. Terus, kamu tanya deh, ke mama sekarang ini ada dimana."saran pak lukman kepada emir.


"Iya, PA. Aku coba telefon mama dulu, siapa tau diangkat."sahut emir kepada pak lukman.


Emir pun bergegas menelfon ibu lisa, dan ibu lisa langsung mengangkat telefon dari sang putra semata wayangnya itu. Emir langsung bertanya kepada sang mama, dimana keberadaan mamanya kini berada.


"Assalamu'alaikum, emir."ucap ibu lisa kepada emir, dengan sambungan telefon.


"wa'alaikum salam, MA."sahut emir kepada ibu lisa.

__ADS_1


"MA, mama sekarang ini, ada dimana MA?."tanya emir kepada ibu lisa, dengan nada khawatir.


Ibu lisa kepada emir, kalau ibu lisa ada di rumah sakit A. Emir juga memberitahu mamanya kalau dirinya dan papanya, kini sudah berada di rumah sakit A. Dan sudah bertanya kepada petugas resepsionis rumah sakit, kalau nama mamanya tidak ada disana.


"Sekarang mama ada di rumah sakit A, emir."jawab ibu lisa kepada emir.


"Masa sih, MA?. Sekarang aku sama papa, sudah berada di rumah sakit A MA. Tadi aku sudah tanya resepsionis rumah sakit A, kalau mama tidak ada di sini."ucap emir kepada ibu lisa.


"Mama sekarang masih di rumah sakit A, kok emir."sahut ibu lisa kepada emir.


"Ya udah, sekarang kamu beritahu mama dimana sekarang ini kamu berada, entar mama kesana deh, emir."ucap ibu lisa kepada emir.


"Sekarang ini aku sama papa, ada di depan resepsionis rumah sakit A, MA."jelas Emir kepada ibu lisa.


"Ya udah, sekarang mama langsung kesana emir. Kamu sama papa, tunggu disana, dan jangan kemana-mana."ucap ibu lisa kepada emir.


"Iya, MA."sahut emir kepada ibu lisa.


"Iya, ma. Wa'alaikum salam."sahut emir kepada ibu lisa, lalu emir langsung mematikan panggilan telefonnya.


Emir langsung memberitahukan kepada sang papa, kalau mamanya sebentar lagi akan menghampiri emir dan papanya. Ibu lisa pun, langsung bergegas menuju ke arah meja resepsionis rumah sakit A.


"PA, mama ada dirumah sakit ini PA. Terus tadi mama suruh kita, untuk tunggu disini PA."jelas emir kepada pak lukman.


"Ya udah, sekarang kita tunggu aja, mama disini emir."ucap pak Lukman kepada emir.


"Iya, PA."sahut emir kepada pak lukman.


Ibu lisa pun, akhirnya sampai juga di dekat resepsionis rumah sakit A. Dan ibu lisa juga, sudah melihat keberadaan sang suami dan putra semata wayangnya itu yang kini berada di sana. Ibu lisa langsung melangkahkan kakinya menghampiri sang suami dan anaknya, sambil memanggil nama sang suami dan anaknya.


"PAPA, EMIR."panggil ibu Lisa kepada pak lukman dan emir, sambil menghampiri mereka berdua.


Pak lukman dan emir, yang mendengar suara ibu lisa pun langsung menengok ke arah sumber suara tersebut. Dan disana ada ibu lisa, yang menghampiri pak lukman dan emir. Kini ibu lisa, sudah berada di hadapan pak lukman dan emir.

__ADS_1


"mama."ucap pak lukman dan emir bersamaan.


"Papa, Emir."panggil ibu Lisa kepada pak lukman dan Emir.


Pak Lukman dan emir, langsung bergegas mendekap tubuh ibu lisa. Dan bertanya soal keadaaan ibu lisa, sekarang ini. Ibu lisa memberitahu semuanya, kepada suami dan juuga anaknya. Kalau sintia yang kenapa-kenapa, sintia telah tertabrak mobil. Dan sintia telah menyelamatkannya, dari tabrakan mobil tersebut.


"Mama, nggak kenapa-kenapa kan?."tanya pak lukman dan emir, dengan bersamaan.


"Alhamdulillah, mama nggak kenapa-kenapa PA, emir."sahut ibu lisa kepada pak lukman dan emir.


"Alhamdulillah, kalo gitu, MA."ucap pak lukman aya i ibu lisa.


"Tapi, PA. Yang kenapa-kenapa itu bukan mama, tapi sintia PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.


"APA, SINTIA!. Sintia, kenapa MA?."kaget pak lukman dan emir kepada ibu lisa bersamaan, sambil bertanya.


"Sintia, tertabrak mobil PA, Emir. Dan sintia juga telah menyelamatkan mama, dari tabrakan mobil PA. Dan, akhirnya sintia yang ketabrak mobil PA. Hiks...hiks...hiks."jelas ibu Lisa kepada pak lukman dan emir, sambil menangis.


"Dan sekarang sintia, ada di ruang ICU, PA. Hiks...hiks...hiks."sambung ibu lisa kepada pak lukman.


"Udah, udah, MA. Mama jangan nangis yah, papa yakin sintia nggak kenapa-kenapa."tenang pak lukman kepada ibu lisa, lalu mendekap tubuh sang istri.


"Tapi, PA."ucap ibu lisa kepada pak lukman, masih didalam dekapan hangat sang suami.


"Cup cup cup, udah mama jangan nangis."tenang pak lukman kepada ibu lisa, mendekap tubuh ibu Lisa.


"Kita do'akan sintia agar cepat pulih, dan sehat seperti semula lagi."sambung pak lukman kepada ibu lisa.


"Iya, PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.


"Ya udah, kita semua langsung ke ruang ICU. Dan kita check keadaan sintia sekarang, udah mama jangan sedih lagi."ucap pak lukman kepada ibu lisa.


"Iya, PA."sahut ibu lisa kepada pak lukman.

__ADS_1


__ADS_2