KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Membuatkan Kopi Untuk Tuan Emir


__ADS_3

Malam ini sekitar pukul, sembilan malam. Sintia sedang membersihkan dapur bersih, bersama dengan bi Ira. Kini sintia, sedang mengelap-gelap kabinet dapur bersih. Sedangkan bi Ira, sedang mencuci piring di wastafel dapur bersih.


Datanglah emir dari arah tangga lantai dua, sambil membawa laptop di tangannya. Lalu dia, berjalan menuju ke arah meja makan. Dan emir, langsung duduk di sana. Dia juga meletakkan laptopnya itu, di atas meja makan tersebut.


Lalu emir memanggil sintia, sintia pun datang menghampiri emir yang sedang duduk di meja makan. Emir menyuruh sintia, untuk membuatkannya secangkir kopi. Tanpa berlama-lama sintia langsung bergegas membuatkan secangkir kopi untuk tuannya itu.


"SINTIA..."panggil emir kepada sintia, dari meja makan tersebut.


"Iya, tuan."sahut sintia kepada emir, dari arah dapur bersih. Lalu langsung bergegas menghampiri emir, di meja makan itu.


"Iya, tuan emir. Ada yang bisa saya, bantu tuan."sambung sintia kepada emir, yang kini di hadapan emir.


"Tolong buatkan saya, kopi. Dan harus sesuai dengan takarannya, yah. Jangan sampai salah lagi kaya kemarin, takaran kopinya."ucap emir kepada sintia dengan tegas.


"SEKARANG JUGA, TIDAK PAKAI LAMA."sambung emir dengan tegas, kepada sintia.


"Baik, tuan emir. Saya, akan segera buatkan kopinya sekarang juga."sahut sintia kepada emir.


"Tuan, saya permisi dulu."pamit sintia kepada emir.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.


"Kalau bukan majikan aku, sudah aku cakar tuh, mulut laki. laki kok, mulutnya pedes banget yah. Sabar, sintia, sabar."gumam sintia dalam hati, meninggalkan emir di meja makan tersebut. Sambil mengelus-elus, dadanya.


Sintia langsung pergi dari sana, dan langsung bergegas membuatkan kopi untuk sang tuannya itu di dapur bersih. Kini emir sedang mengerjakan pekerjaan kantornya, di laptopnmya tersebut.


Sekarang sintia, sudah berada di dapur bersih lagi. Lalu bi Ira bertanya kepada sintia, bi Ira bertanya tentang emir. Sintia pun, memberitahu bi Ira. Kalau anak sang majikan itu, menyuruh sintia untuk membuatkan secangkir kopi.

__ADS_1


"Sin, ada apa?."tanya bi ira kepada sintia, yang sedang berada di dapur bersih tersebut.


"Itu loh, bu ira. Tuan emir suruh aku, untuk membuatkan secangkir kopi, untuk nya."sahut sintia kepada bi Ira, langsung bergegas membuatkan secangkir kopi.


"Oh, ibu kira ada apa. Kok rame bener, sin."ucap bi Ira kepada sintia.


"Itu, loh bu ira. Biasa tuan emir, minta takaran kopinya harus pas. Kalo nggak pas, pasti bakal marah-marah."sahut sintia kepada bi Ira, sambil membuatkan kopi untuk emir.


"Oh, gitu yah, sin. Yang sabar, yah, sin. Den emir emang gitu, orangnya dari dulu. Tapi, den emir itu sebenernya, orangnya baik."ucap bi Ira kepada sintia.


"Iya, bu ira."timpal sintia kepada bi ira.


Secangkir kopi panas untuk emir pun, sudah siap di nikmati. Sintia pamit kepada bi ira, untuk mengantarkan kopinya emir dulu. Lalu sintia langsung mengantarkan, kopi tersebut kepada emir. Sintia berjalan menghampiri emir, dengan membawa segelas kopi panas di atas nampan.


"Bi Ira, aku antarkan kopi untuk tuan emir, dulu yah."ucap sintia kepada bi Ira, sambil membawa secangkir kopi di atas nampan.


"Iya, Sin."sahut bi Ira kepada sintia.


"Tuan, ini kopinya."ucap sintia kepada emir, sambil menaruh kopi tersebut di atas meja makan. Dan di dekat emir, yang sedang mengerjakan pekerjaan kantornya itu di laptopnya.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.


"Ya, sudah tuan emir. Saya, permisi dulu."pamit sintia kepada emir.


"Hmmm."sahut emir kepada sintia, dengan gumaman.


Sintia pun, pergi dari hadapan emir. Dan melangkahkan kakinya, kembali menuju ke arah dapur bersih. Sambil membawa sebuah nampan, yang tadi habis bekas membawa kopi untuk emir.

__ADS_1


Sedangkan emir masih melakukan pekerjaan kantornya itu, melalui laptopnya tersebut. Sambil meminum secangkir kopi panas, buatan sintia tersebut. Kini emir pun, masih fokus mengerjakan pekerjaan kantornya itu.


Sintia langsung mencuci nampan tersebut, dan mengeringkan nampaknya. Setelah itu sintia, menaruh nampan itu, ke tempat asalnya. Lalu sintia, mencuci ke dua tangan nya. Di sana juga bi Ira sudah tidak ada lagi orangnya, entah kemana perginya.


Setelah selesai mencuci tangan nya, lalu sintia. Pergi meninggalkan, dapur bersih tersebut. Sintia pergi dari dapur itu, berjalan menuju ke arah kamar tidurnya. Dan waktu kerja sintia pun, sudah selesai. Saatnya, waktu sintia untuk beristirahat. Sintia melangkah kakinya, menuju ke arah kamarnya.


Sintia, membuka pintu kamarnya. Lalu sintia melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kamarnya itu. Setelah itu sintia menutup dan mengunci pintu, kamar tidurnya tersebut. Sintia langsung berjalan menghampiri tempat tidurnya, dan duduk di atas tempat tidurnya.


Lalu sintia membuka Kerudungnya, dan menaruh kerudungnya itu di samping tempat tidurnya. Setelah nya sintia, langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Sintia pun sudah siap untuk tidur, dan langsung berdoa. Dan sintia langsung memejamkan, kedua matanya tersebut. Beberapa menit kemudian, akhirnya sintia. Sudah tertidur pulas, di atas tempat tidurnya. Dan sekarang sintia, sudah berada di alam mimpinya.


Waktu menunjukkan, pukul jam 12 malam. Emir pun, sudah menyelesaikan pekerjaan kantornya itu. Dan kantuk juga, sudah menyerang emir. Lalu emir berdiri dari duduk nya, sambil membawa cangkir bekas kopinya itu.


Lalu emir melangkah kakinya, menuju ke arah wastafel dapur bersih sambil membawa cangkir bekas kopi tersebut. Emir langsung menaruh cangkir dan tatakan cangkir itu, di dalam wastafel dapur bersih.


Setelah itu emir, meninggalkan dapur bersih tersebut. Lalu emir, berjalan menuju ke arah saklar lampu. Emir pun, langsung mematikan lampu yang terhubung ke dapur dan meja makan. Lampu yang mempunyai, daya Watt yang tinggi.


Setelah selesai mematikan lampu yang berdaya Watt yang tinggi, emir pun kembali berjalan ke arah meja makan. Di sana hanya menyisakan lampu yang berdaya Watt kecil, yang masih menyala menerangi dapur dan area ruang makan. Emir menghampiri meja makan itu, dan langsung menutup laptopnya tersebut.


Lalu emir berjalan meninggalkan ruang makan itu, sambil membawa laptopnya. Emir langsung menaiki anak tangga lantai dua, menuju ke arah kamar tidurnya tersebut. Kini emir sudah sampai di lantai dua, dan langsung melangkah kakinya menuju ke arah kamarnya.


Sekarang emir sudah berada di depan, pintu kamar tidurnya. Lalu emir membuka pintu kamarnya, dan setelahnya ia langsung menutup pintu kamar tidurnya. Emir pun, berjalan memasuki kamar tidurnya tersebut.



Lalu emir bergegas menuju ke arah kamar mandinya, untuk membersihkan diri sebelum tidur. Setelah selesai dari kamar mandi, emir berjalan menuju ke arah saklar lampu kamar tidurnya. Emir langsung mematikan lampu, di dalam kamar tidurnya. Dan hanya menyisakan lampu tidur saja.

__ADS_1


Setelah itu, emir langsung melangkah kakinya menuju ke arah tempat tidurnya. Emir pun, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya tersebut. Lalu emir menutup kedua matanya itu, dan beberapa menit kemudian. Akhirnya, emir pun tertidur dengan pulas di atas tempat tidurnya.


...****************...


__ADS_2