
Emir menuruni anak tangga lantai dua, sambil membopong tubuh hana. Di lantai satu ibu lisa dan juga pak lukman, mereka berdua masih duduk di ruang tengah rumahnya itu sambil berbincang-bincang. Suara ketukan sepatu yang menyatu dengan lantai pun terdengar, ibu lisa yang mendengar suara tersebut pun menengok ke arah sumber suara itu. Dan ternyata itu adalah suara dari sepatunya emir, yang sedang kini sedang menuruni tangga.
Lalu tiba-tiba ibu lisa melihat putranya itu sedang menggendong hana, lalu ia langsung kaget melihat hana di gendongan putranya itu. Lalu ibu lisa pun menanyakannya langsung, kepada sang putra semata wayangnya itu tentang keadaan hana saat ini.
Tuk tuk tuk, suara sepatu dari emir yang kini sedang menuruni tangga lantai dua.
"YA ALLAH, HANA."kaget ibu lisa, sambil menatap sang putra semata wayangnya itu yang kini sedang menggendong seorang gadis cantik yaitu, hana (sintia). Ibu lisa pun langsung menghampiri putranya, yang kini baru sampai di bawah.
"Emir, hana kenapa sayang?."tanya ibu lisa.
"Nggak tahu MA, tadi aku ke kamarnya terus aku ketuk-ketuk pintu kamarnya tapi tidak ada jawaban dan aku langsung masuk aja ke dalam kamarnya. Dan aku melihat hana yang sedang meringkuk di atas tempat tidurnya. Aku langsung check kondisinya dan ternyata, badannya panas banget MA. Sekarang aku mau bawa dia ke rumah sakit."jelas emir panjang lebar tentang kondisi hana saat ini, kepada ibu lisa.
Ibu lisa pun langsung memanggil drivernya, ibu lisa menyuruh pak joko untuk menyiapkan mobil untuk membawa hana ke rumah sakit sekarang juga. Pak Joko pun datang, ibu lisa langsung menyuruh pak Joko untuk menyiapkan mobil sekarang juga. Pak Joko pun, langsung menuruti perintah dari sang majikannya tersebut.
"PAK JOKO, PAK JOKO, PAK JOKO."panggil ibu lisa sambil berteriak-teriak memanggil sang drivernya.
"Iya, Bu lisa."sahut pak joko, yang kini sudah di hadapan ibu lisa.
"Ada apa, Bu Lisa?."tanya pak Joko.
__ADS_1
"Pak Joko tolong siapkan mobil sekarang, saya mau bawa hana ke rumah sakit."titah Bu Lisa kepada pak joko.
"Baik Bu, saya siapkan dulu mobilnya."sahut pak joko.
"Pak, Bu, saya permisi dulu."ucap pak Joko, pak Joko pun langsung menjalankan tugasnya.
"Iya."sahut ibu lisa.
"Emir."panggilan ibu lisa.
"Iya, MA."sahut Emir.
"Iya, MA."sahut Emir, lalu ia pun segera membawa hana ke mobil.
Mobil pun sudah di siapkan oleh pak Joko, emir langsung membawa hana kedalam mobil. Emir langsung pamit ke ibu lisa, dan ia langsung membawa hana ke rumah sakit menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh pak joko tersebut. Sedangkan ibu lisa dan pak lukman tidak ikut ke rumah sakit, karena emir melarangnya. Emir melarang kedua orang tuanya karena ia tidak mau orang tua repot atas hana yang sakit, sehingga ia melarangnya.
"Pak, Bu. Mobilnya sudah siap."ucap pak Joko.
"Oh, ya udah makasih pak Joko."sahut ibu lisa.
__ADS_1
"Emir, ayo sekarang kamu langsung bawa hana-nya ke mobil."titah ibu lisa.
"Iya, MA."sahut emir, emir pun langsung membawa hana ke dalam mobil.
"MA, PA, aku pamit dulu yah."pamit Emir.
"Emir, mama ikut."ucap ibu lisa.
"MA, mama di rumah ajah yah, sama papa. Biar aku ajah yang ke rumah sakit, entar aku kasih tahu mama lewat chat atau telefon."ucap emir.
"Ya udah, deh. Tapi kamu janji yah sama mama, kalau kamu sudah disana. Dan, kasih tahu mama langsung tentang kondisi hana."ucap ibu lisa.
"Iya, MA. Aku janji, aku bakalan kasih tahu mama langsung tentang kondisi hana kalau sudah di rumah sakit nanti."sahut emir.
"MA, PA, aku pamit dulu yah. Assalamu'alaikum."ucap emir.
"Wa'alaikum salam."sahut ibu lisa dan pak lukman.
Emir langsung masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh pak Joko itu, dan mobil pun melaju meninggalkan rumah pak lukman. Mobil itu kini di supirin oleh pak joko, sedangkan emir sedang memangku kepalanya hana, yang kini berada di pahanya itu. Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai juga di salah satu rumah sakit terdekat di sana.
__ADS_1
...----------------...