KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Ulang tahun Emir 2


__ADS_3

     Sedangkan di sebuah kantor perusahaan besar, tepatnya di dalam ruangan CEO terdapat seorang pria dewasa yang sedang memikirkan tentang sesuatu hal yang menganggu pikirannya. Orang tersebut yaitu merupakan, Mohammed Emir Al-Rasyid. Ya, dia emir anak tunggal dari pemilik perusahaan tersebut dan juga dia merupakan anak dari pasangan suami-isteri yaitu, Mohammed Lukman Al-Rasyid dan Hallissa Dewi Al-Rasyid.


"Kenapa yah, sikap hana cuek sama aku sudah dua harian ini?."ucap emir, yang kini sedang memikirkan tentang sikap hana yang cuek terhadap emir sekitar dua harian yang lalu.


"Apa aku ada salah yah, sama dia?. Tapi salah aku apa ya?, terus kalau aku berbuat salah sama dia. Salah aku apa yah, yang aku pernah perbuat selama ini sama dia?. Tapi, aku pikir-pikir nggak ada deh aku buat salah sama dia."lanjut Emir, yang kini sedang duduk di kursi kebesarannya di kantor perusahaannya, sambil menopang kepalanya mengunakan tangan kanannya tersebut.


        Datanglah david sang asisten pribadi emir ke dalam ruang emir, yang kini menenteng seberapa berkas-berkas penting untuk emir periksa dan juga untuk di tanda tangani oleh emir tersebut. Didalam sana david melihat raut muka Emir yang sangat suram, seperti isi dompet tanggal tua.


"Tuk tuk tuk tuk."suara sepatu david yang menyatu dengan lantai.


"Kenapa tuh muka kusut amat, pak bos?."celetuk david, yang kini baru saja datang ke dalam ruangan emir di perusahaan tersebut. David pun melangkahkan kakinya menuju ke arah meja kerja Emir, lalu ia langsung berdiri di dekat meja kerja emir sambil menaruh beberapa berkas yang ia bawa tersebut.


"Bukan urusan kamu."ucap emir dingin.


"Dih, sensi amat pak bos. Kaya cewek lagi pms aja, pak bos ini."ucap David.

__ADS_1


"Ada apa kamu kesini?."tanya emir.


"Ini saya bawa beberapa berkas-berkas, yang perlu pak bos tanda tangani."jawab David.


"Taro saja di situ, nanti saya tanda tangani."titah Emir.


"Ini pak bos, saya taro di sini yah."ucap David sambil menaruh beberapa berkas di meja emir, tepatnya di dekat emir.


"Hmmm."sahut Emir dengan gumaman.


"Baik pak bos, saya akan keluar."ucap David.


"Pak bos, saya permisi dulu. Kalau ada apa-apa panggil saya saja, pak bos."pamit David.


"Hmmm."sahut emir dengan gumaman, david pun keluar dari ruangan emir sambil menggerutu.

__ADS_1


"Tuh pak bos kenapa sih, aneh deh sikapnya dari tadi. Untung ajah dia bos, kalau bukan udah gue tenggelamin tuh orang di sungai Amazon."gerutu David, yang kini baru saja dari ruangan emir.


...****************...


SKIP


      Malam ini pukul sekitar jam sebelas malam, tiba-tiba pintu kamar tidur emir ada orang yang ngetuk dari luar. Dan orang tersebut terus memanggil nama sang pemilik kamar tersebut, yang masih tertidur di dalam kamarnya. Emir yang tertidur pun terbangun, karena ia mendengar suara ketukan pintu dan juga mendengar suara papa-nya yang memanggil-manggil namanya.


"Tok tok tok, Emir."suara ketukan pintu kamar Emir, dan juga suara seseorang yang memanggil nama pemilik kamar tersebut.


"Tok tok tok, Emir. Mir, Emir."suara ketukan pintu dan juga suara orang yang memanggil emir pun masih terdengar, Emir pun tergantung tidurnya dan akhirnya emir pun bangun dari tidurnya. Padahal baru saja satu jam yang lalu Emir tertidur, sekarang emir harus bangun karena ia mendengar suara ketukan pintu dan juga suara seseorang yang ia kenal.


"Iya, sebentar."jawab emir yang baru bangun tidur, sambil sedikit berteriak. Emir pun langsung turun dari tempat tidur, dan langsung membuka pintu kamarnya. Dan disana telah ada papa-nya, yang berdiri di depan pintu kamar tidurnya itu.


"Papa."ucap emir.

__ADS_1


"PA, ada apa?. Kok tumben-tumbenan malam-malam begini papa, ketuk-ketuk pintu kamar aku?."tanya emir.


__ADS_2