
Hari ini sintia sudah di perbolehkan pulang kerumah, oleh dokter. Dari beberapa hari masa pemulihan, dan kondisi sintia sudah mulai lebih membaik. Maka dokter pun, memperbolehkan sintia pulang.
Pukul sekitar jam 8 pagi, ibu lisa sudah berada di dalam ruang rawat inapnya sintia. Didalam ruang rawat inap tersebut, hanya ada sintia dan ibu lisa saja. Ibu lisa memasukan pakaian sintia, ke dalam sebuah tas pakaian.
Lalu datanglah dokter dan 1 orang suster, yang akan memeriksa kondisi sintia saat ini. Dokter pun, meminta izin untuk memeriksa sintia. Setelah dokter dan suster itu, langsung meme riksa kondisi sintia. Dokter yang memeriksa kondisi sintia tersebut bukan lagi dokter Arya, melainkan dokter Rita.
"Permisi, mbak hana. Saya, periksa dulu ya."ucap dokter Rita kepada sintia.
"Iya, Dok."sahut sintia kepada dokter rita.
"Perkembangan kondisi mbak hana, sekarang ini. Alhamdulillah, semakin membaik, cuma harus rajin minum obat yah."ujar dokter rita.
"Alhamdulillah, iya, dok."ucap syukur sintia, sambil menyahuti dokter rita.
"Terus, saya boleh pulang kan, dok?."tanya sintia kepada dokter rita.
"Boleh kok, mbak hana. Cuma saya pesan, mbak hana harus habiskan obat yang saya resep kan, agar mbak hana cepat sehat kembali dan mbak hana dapat menjalani hari-hari seperti biasanya."ujar dokter Rita.
"Iya, dok. Makasih, banyak yah, dok."ucap sintia kepada dokter rita.
"Iya, mbak hana sama-sama."sahut dokter rita.
"Ya sudah, saya permisi dulu, ibu lisa, mbak hana. Karena ada pasien lain, yang harus saya periksa."pamit dokter rita.
"Iya, Dok. Makasih banyak, dok."ucap ibu lisa dan sintia.
"Iya, sama-sama ibu lisa, mbak hana. Permisi."jawab dokter rita, sambil permisi. Dokter rita pun, lalu pergi dari ruang rawat inap sintia.
__ADS_1
"Iya, dok."sahut ibu lisa dan sintia.
Ibu lisa sudah selesai memasukkan semua pakaian sintia, kedalam tas pakaian yang ia bawa tersebut. Ibu lisa sudah mengurus dan membayar, semua biaya rumah sakit tersebut.
Kini sintia dan ibu lisa, masuk ke dalam mobil miliknya ibu lisa yang di supirin oleh pak joko tersebut. Setelah itu mobil itu pun, meninggalkan rumah sakit A. Mobil yang membawa sintia dan juga ibu lisa, melaju di jalanan ibu kota Jakarta.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang mereka tumpangi itu pun sampai juga di rumahnya pak lukman. Lalu sintia turun dari dalam mobil tersebut, sambil di bantu oleh ibu lisa.
"Pelan-pelan saja turunnya, hana."ucap ibu lisa kepada sintia, sambil membantu sintia turun dari dalam mobil.
"Iya, MA."sahut sintia kepada ibu lisa, sambil berusaha turun dari dalam mobil.
Sintia pun turun dari mobil itu, lalu ibu lisa membantu memapah sintia berjalan. Di teras rumahnya pak lukman ada bi Ira dan juga mbok darmi, yang sedang menunggu kedatangan sintia dan ibu lisa.
Bi Ira, mbok darmi dan pekerja lainnya di rumah itu sudah mendengar tentang sintia yang sekarang menjadi anaknya ibu lisa. Mereka mendengar cerita itu, dari mulutnya ibu lisa secara langsung.
"Selamat datang di rumah, non Hana."ucap bik Ira dan mbok darmi, dengan serempak.
"Iya, makasih."sahut sintia kepada mereka.
"MA, mereka berdua siapa?."tanya sintia kepada ibu lisa.
"Mereka itu ART mama, sayang. Yang ini namanya bik Ira, kalo yang itu namanya mbok darmi."sahut ibu lisa.
"Oh, mereka berdua itu ART mama."ucap sintia kepada ibu lisa.
"Iya, nak."sahut ibu lisa.
__ADS_1
"Non hana, baik-baik saja kan, non?."tanya bi Ira kepada sintia.
"Alhamdulillah, baik, bik."jawab sintia kepada bi Ira.
"Alhamdulillah, kalo baik mah, non."ucap bi ira kepada sintia.
"Iya, bi."sahut sintia.
"Ya sudah, bi ira, mbok darmi saya sama Hana kedalam dulu yah. Kasian hana, baru sembuh. Dan juga hana, masih butuh banyak istirahat lagi."ucap ibu lisa kepada bi Ira dan mbok darmi.
"Iya, Bu Lisa."sahut mereka berdua, secara bersamaan.
Ibu lisa masuk kedalam rumahnya itu, sambil memapah sintia. Dan mereka kini berjalan menuju ke arah tangga lantai dua, lalu mereka berdua langsung menaiki tangga lantai dua.
"Hana, jalanya pelan-pelan ajah."ucap ibu lisa kepada sintia, sambil memapah sintia menaiki tangga lantai dua.
"Iya, MA."sahut sintia.
Kini mereka berdua pun, sampai di lantai dua. Lalu ibu lisa memapah sintia berjalan ke arah kamar, yang di sebelah kamarnya emir. Kamar tersebut akan menjadi kamarnya, sintia yang baru disana.Selama sintia menjadi putrinya, ibu lisa dan juga pak lukman.
Ibu lisa pun, langsung membuka pintu kamar tersebut. Lalu ibu lisa masuk kedalam kamar tidur itu, masih memapah sintia. Mereka berdua langsung melangkahkan kakinya, masuk kedalam kamar itu sambil mengucapkan salam.
"Hana, ini kamar kamu. Ayo masuk, nak."ucap ibu lisa kepada sintia, di depan pintu kamar tidur di sebelah kamar tidurnya emir.
"Iya, MA."sahut sintia kepada ibu lisa, yang masih di papah oleh ibu lisa.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum."ucap salam mereka, sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tersebut.