KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN

KETIKA TAKDIR MEMPERSATUKAN
Ke Kantor Emir 2


__ADS_3

"Hana..."panggil emir Kepada Hana(sintia) berteriak, sambil menghampiri nya.


"Kak emir..."sahut hana(sintia) kepada emir sambil berteriak, yang sekarang ini berdiri didekat meja resepsionis.


Mbak-mbak resepsionisnya pun kaget ketika bosnya memanggil hana, kepada perempuan tadi yang mengaku adiknya bosnya itu. Emir pun mendekati hana (sintia) dan mbak-mbak resepsionisnya, di dekat meja resepsionis.


Akhirnya emir pun sampai juga di hadapan hana (sintia) dan mbak-mbak resepsionisnya, yang berada di dekat meja resepsionis. Lalu emir langsung memarahi mbak-mbak resepsionisnya, karena sudah menuduh hana(sintia) sebagai pencuri.


"NIA, KAMU KETERLALUAN SEKALI MENUDUH ADIK SAYA PENCURI, HAH. APA KAMU TIDAK BETAH KERJA DISINI, KALAU KAMU TIDAK BETAH KERJA DISINI, SILAHKAN KAMU ANGKAT KAKI DARI SINI."marah emir terhadap nia, mbak-mbak resepsionisnya.


"Maaf pak emir, saya tidak tahu kalau mbak ini, adiknya pak emir. Pak emir, tolong jangan pecat saya pak."ucap mbak resepsionis nya, sambil memohon kepada emir, agar tidak di pecat dari pekerjaannya.


"SEENAKNYA KAMU NGATAIN ADIK SAYA PENCURI, DAN SEGAMPANG ITU KAMU MINTA MAAF, HAH."bentak emir terhadap nia.


"MULAI SAAT INI KAMU, SAYA PECAT."sambung emir.


"Pak tolong jangan pecat saya pak, kasihanilah saya pak. Pak, keluarga saya sangat membutuhkan saya pak. Saya butuh pekerjaan ini pak, untuk menghidupi keluarga saya pak. Saya mohon pak, jangan pecat saya."Nia mohon-mohon kepada emir, agar tidak di pecat dari pekerjaannya. Yang di barengi dengan air matanya, yang tiba-tiba mengalir di pipinya tersebut.


Hana(sintia) yang melihat nia, yang memohon-mohon kepada emir pun iba melihatnya. Lalu hana(sintia), meminta emir untuk tidak memecat mbak-mbak resepsionisnya itu. Emir pun menuruti keinginan hana(sintia), untuk jadi memecat nia.


"Kak, aku minta jangan pecat mbaknya yah, kak. Kasian mbaknya, kak."pinta Hana (sintia) kepada emir, sambil menatap wajah emir.


"Tapi hana, dia sudah menuduh kamu pencuri."ucap emir kepada hana(sintia).


"Iya, kak. Aku tau, mbaknya udah nuduh aku pencuri. Tapi, kasian mbaknya kak. Kak, jangan pecat mbaknya yah, kak."sahut Hana(sintia) kepada emir, sambil terus minta emir agar tidak memecat nia.


"Huuuft, oke-oke fine. Kakak nggak jadi pecat dia, tapi inget yah, ini demi kamu yah, hana. BUKAN DEMI DIA."putus emir kepada hana(sintia), sambil menunjuk nia.


"Makasih, yah, kak. Kakak, emang terbaik pokoknya."ucap hana (sintia) kepada emir, lalu langsung memeluk tubuh emir.

__ADS_1


"Iya hana, sama-sama."sahut emir kepada hana(sintia), sambil memeluk tubuh hana(sintia).


Setelah selesai acara peluk memeluk, emir pun langsung menyuruh nia agar meminta maaf kepada hana(sintia). Nia langsung minta maaf kepada hana(sintia), hana pun memaafkan nia.


"NIA, SEKARANG KAMU HARUS MINTA MAAF KE HANA, SEKARANG JUGA."titah emir kepada nia.


"Baik, pak."sahut nia, yang masih menangis.


"Mbak Hana, saya minta maaf yah, atas segala kata-kata yang telah saya ucapkan kepada mbak hana. Hiks...hiks...hiks."ucap nia kepada hana(sintia), sambil meminta maaf kepada hana (sintia), yang masih menangis.


"Iya, mbak. Aku maafin kok, mbaknya tenang ajah yah. Mbaknya jangan nangis lagi, aku udah maafin mbaknya kok."ujar (sintia) kepada nia, sambil menenangkan nia yang sedang menangis.


"Makasih yah, mbak hana."ucap nia kepada hana (sintia), sambil menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.


"Iya mbak, sama-sama."sahut hana(sintia).


Lalu emir langsung mengajak hana(sintia), untuk masuk ke ruang kerjanya yang ada di gedung perusahaan tersebut. Hana(sintia) pun mengikuti emir, ke ruangannya. Mereka berdua, langsung bergegas meninggalkan nia disana.


"Iya kak, ayo."sahut hana(sintia), lalu mereka berdua langsung berjalan meninggalkan nia disana. Dan mereka berdua berjalan sambil, bergandengan tangan. Lalu mereka berdua langsung masuk ke dalam lift, yang menuju ke lantai ruangan emir berada.


TING


Lift pun, terbuka di lantai yang mereka berdua tuju. Emir dan hana (sintia), lalu langsung keluar dari dalam lift tersebut. Dan kini mereka berdua berjalan menuju ke arah, ruang kerjanya emir.


"Ruangan kakak dimana sih, perasaan dari tadi jalan, nggak nyampe-nyampe?."tanya hana (sintia) kepada emir, yang masih berjalan menuju ke ruangan emir.


"Sabar hana, bentar lagi juga nyampe kok."ucap Emir.


Dan akhirnya mereka berdua pun, sampai juga di depan pintu masuk ruang kerja emir. Mereka berdua langsung melangkahkan kakinya, masuk ke dalam ruangan tersebut. Lalu emir mengajak hana(sintia), untuk duduk di sofa yang terdapat disana. Mereka berdua bergegas untuk duduk, di sofa tersebut.

__ADS_1


"Hana, kita sudah sampe di ruangan kakak. Ayo, masuk hana."ajak emir kepada hana(sintia).


"Iya, kak, ayo."sahut hana(sintia), lalu mereka berada langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerja emir.


"Hana, kita duduk di sofa ajah, yuk."ajak emir.


"Iya, kak, yuk."sahut hana(sintia), mereka berdua pun bergegas duduk di sofa tersebut.


Hana(sintia) bergegas menyodorkan tas, yang berisikan makan siang untuk emir tersebut kepada emir. Emir langsung menerima tas yang berisikan makanan tersebut, dari hana(sintia).


"Kak, ini makan siang buat kakak."ucap hana(sintia) kepada emir, sambil menyodorkan sebuah tas yang berisikan makanan.


"Makasih, hana."ucap emir, sambil menerima tas yang berisikan makanan tersebut.


"Iya, kak, sama-sama. Ya udah, ayo dong kak, dimakan makanannya."sahut hana(sintia), menyuruh emir untuk memakan makanan tersebut.


"Iya, nanti kakak makan."ujarnya.


"Sekarang dong kak, nanti keburu dingin loh."ucap hana(sintia).


"Iya, sekarang kakak makan, tapi kita makan bareng yah."ujar emir.


"Kak, aku udah makan, kakak makan sendiri ajah yah."tolak hana(sintia).


"Ya udah, kalau kamu nggak mau makan bareng sih. Kakak juga nggak mau makan makanannya, kamu bawa pulang lagi ajah makanannya sana."ucap emir, dengan wajah yang di tekuk.


"Iya-iya, aku makan bareng kakak sekarang. Tapi dikit ajah yah, kak."putus hana(sintia) kepada emir.


"Nah, gitu dong. Ya udah ayo sekarang, kita makan hana."ajak emir, sambil membuka tas yang berisikan makanan tersebut.

__ADS_1


"Iya, kak, ayo."sahut Hana(sintia), mereka berdua pun langsung menyantap makanan tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2