
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Beberapa hari telah berlalu, sekarang hari ketujuh hari baru yang dijalankan oleh Della dan keadaan buta dengan satu tongkat yang selalu ia bawa saat akan berjalan.
Vino dan yang lain juga telah melakukan segala cara menemukan pendonor mata untuknya namun, sampai sekarang belum ada hasil sama sekali.
...----------------...
Di taman belakang rumah, Della sedang duduk tenang merasa udara dan hembusan angin di sore hari.
Walaupun ia tak bisa melihat entah kenapa hati terasa sedikit senang karena pria yang ia cintai dan sayangi hampir setiap mau menemaninya.
Dia tidak tau apa karena rasa kasian, rasa bersalah atau apalah yang terpenting hatinya terasa bahagia. Tidak ada pertengkaran lagi seperti sebelumnya, walaupun masih ada sedikit sih.
Apalagi sekarang ia tau Vino tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Cici. Dan itu membuat hati nya semakin tenang.
Namun, tiba-tiba ia juga merasa sedih secara bersamaan.
"apa Vino juga merasakan yang sama, atau hanya gue sendiri yang memiliki perasaan ini...gue sayang sama Lo nooo...gue cinta sama Lo. gue gak tau kapan perasaan ini muncul" ucap Della pelan dengan mata berkaca-kaca. Ditambah lagi dengan kondisi nya sekarang, entah kenapa ia merasa Vino hanya kasihan padanya. Lagian siapa juga yang mau pada gadis cacat seperti nya yang ada hanya menyusahkan.
Ia tak menyadari seseorang mendengar semua ucapan nya yang telah berdiri dibelakangnya.
seseorang itu yang tak lain adalah Vino sendiri yang baru sampai beberapa menit yang lalu.
Vino terdiam, ia tak menyangka akan mendengar semua itu dari mulut Della.
Saat mendengar suara isakan dari Della, dengan cepat Vino menghampiri nya.
"Del..." panggil Vino tanpa aba-aba memeluk Della.
Untuk Della sendiri ia langsung kaget setengah mati.
"i-ini...apa dia mendengar semuanya" batin Della sedikit gelisah campur malu.
Apalagi merasakan pelukan Vino secara tiba-tiba membuatnya semakin kaget.
Tangisan juga langsung berhenti.
"Nooo..." ucap Della sedikit gugup dan berusaha melepaskan pelukannya.
Merasakan itu, Vino menyudahi pelukan nya namun, tangannya masih berada diatas kedua bahu Della dengan tatapan terus menatap lekat pada wajah Della yang tampak sedikit memerah.
"coba Lo ulangi sekali lagi biar gue lebih jelas mendengarnya!" kata Vino terdengar mencoba menggoda Della, padahal ia telah mendengar semuanya dengan jelas.
Della semakin gelagapan, "jelaskan tentang apa coba?" pura-pura bingung sambil mengalihkan muka kearah lain, walaupun ia tak melihat apapun.
__ADS_1
Namun, terlihat dari rona wajah Della yang sedikit memerah.
Vino semakin gencar menggoda Della, "ayo...cepat bilang lagi. tadi ngomong dibelakang gue berani tapi saat ada gue nya malu-malu begini. Kemana perginya Della pemberani dan cerewet..." sambil mencubit-cubit kedua pipi Della.
"ck...gak usah cubit-cubit" kesalnya sambil menepis tangan Vino.
"cepat bilang seperti yang tadi lagi kalo gak bakalan gue cubit terus.." paksa Vino yang terlihat sangat ingin sekali mendengar itu sekali lagi.
Della semakin gugup, ia tak menyangka akan berakhir seperti ini.
"hayoo...kalian pada ngapain?" goda Yuni yang entah sejak kapan telah berdiri dekat pintu.
Dan Della jangan ditanya lagi ia sangat lega sekali akan kedatangan ibunya.
"eh, tante. sejak kapan tante disana?" bingung Vino sambil menggaruk canggung belakang kepalanya.
"baru juga. kamu juga jangan semena-mena gitu dong sama Della dengan kondisinya begini" ucap Yuni pura-pura marah, padahal dalamnya senang melihat kedekatan keduanya. Namun, juga sangat sedih sekali dan tak sanggup melihat kondisi anaknya. ia hanya bisa menangis dalam diam. Ia juga selalu berdoa semoga saja mendapatkan pendonor mata yang cocok untuk anaknya.
"hahaha...ya enggak lah tante" gelak Vino semakin canggung mendengar nya. dengan sesekali melirik Della yang tampak seperti salah tingkah.
"Bu...Della laper!" rengek Della karena memang merasa laper, soalnya tadi siang ia cuman makan sedikit.
"mau lauk apa sayang!" tanya Yuni dengan lembut.
"ayam kecap sama sayur vol jangan lupa kasih sambal Bu..." jawab Della.
"aku mau makan didalam aja" kata Della dengan cepat.
"ya sudah, sini biar gue bantu" ucap Vino dengan cepat dan membimbing Della masuk kedalam tepatnya ke meja makan.
Saat telah duduk dengan dibantu oleh Vino, Yuni langsung duduk di kursi sebelah Della memegang satu piring berisi makanan seperti permintaan Della tadi.
"sini ibu suapkan" ucap Yuni dan Della langsung membuka mulutnya dan menerima suapan nya.
Saat Yuni akan menyiapkan lagi, Vino menghentikan dengan membisikkan biar ia saja menyiapkan Della.
Yuni dengan senang hati menurutinya dan melanjutkan pekerjaan lainnya.
Vino juga telah duduk ditempat Yuni sebelumnya tanpa sepengetahuan Della.
Sesekali Vino mengelap mulut Della dengan tangannya. Della sendiri tak menyadari sama sekali, ia pikir itu ibunya. Mungkin kalo ia tau pasti sangat malu sekali.
"Bu...Vino tadi kemana?" tanyanya karena tidak mendengar suara Vino lagi.
Vino sendiri tampak dengan susah payah tidak mengeluarkan suara nya.
Della kebingungan karena tidak dijawab oleh ibunya. Kebetulan suapan terakhir telah memasuki mulut Della. Akhirnya, Vino mengeluarkan suara nya.
"gue masih disisi, kenapa takut ya gue pergi!" goda Vino sambil terkekeh pelan.
__ADS_1
Della mendegus, "ibu mana" tanya Della lagi.
"keluar dari tadi" jawab Vino dengan santai.
Della melotot mendengar kata 'dari tadi' dari Vino yang berarti yang menyuapkan ia itu bukan ibunya tapi Vino.
"dah...nih diminum" kata Vino sambil menyodorkan segelas air putih ketangan Della.
Della hanya menerimanya dengan pasrah.
"gue mau keruangan depan" kata Della pada Vino.
Vino langsung membantu dengan baik dan tulus tanpa beban sedikitpun.
...----------------...
Setelah cukup lama menemani Della disana, Vino pamit. Namun, sebelum itu ia mengatakan sesuatu pada Della.
"Nanti malam gue mau ngajak lo ke suatu tempat. jangan lupa ya dandan yang cantik"
"jangan ngaco deh, bagaimana cara mau dandan" gerutu Della.
Sadar kebodohan nya, akhirnya Vino mengatakan nya kepada Tante yuni.
Yuni tentu saja mengiyakannya dengan senang hati.
Sesudah itu, baru Vino pergi dari sana meninggalkan Della yang sedang mencoba menebak dan berpikir kemana Vino akan membawanya.
"kemana ya? tapikan gue gak bisa liat ck..." kesal Della dengan kondisi nya.
"Bu... kira-kira vino mau bawa aku kemana? dan buat apa coba?" tanya nya kepada sang ibu.
"lah mana ibu tau, kan ibu bukan Vino. kalo tanya langsung sama orang nya"
"ih...ibu mah.."
Yuni hanya terkekeh pelan melihat wajah cemberut anaknya.
"gak usah dipikirin. sekarang waktunya mandi" kata Yuni yang telah memegang sebelah lengan anaknya.
"aku mau mandi sendiri aja Bu" jawab Della dengan cepat.
"udah ah gak usah malu sama ibu sendiri" karena tau maksud anaknya itu.
Akhirnya, Della hanya terpaksa menuruti saja.
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1