Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
36. Baju kebesaran


__ADS_3

Kandungan Anna sudah berusia10 Minggu, perutnya pun sudah terlihat membuncit tapi ia masih pergi sekolah karena akan melaksanakan ujian semester menengah. Baju sekolahnya terpaksa harus memakai yang sedikit kebesaran biar perut tidak terlalu kelihatan.


"yank, kok aneh gitu ya liatnya..."


kata Anna yang sedang berdiri di depan kaca memperhatikan dirinya.


Kelvin sudah rapi dengan perlengkapan sekolah nya langsung berjalan mendekati Anna.


"Apanya yang aneh yank? biasa aja kok" jawab Kelvin yang juga ikutan memperhatikan istrinya itu.


"maksud nya perut aku lho, rasanya aneh aja gitu apalagi nanti udah besar gak kebayang seperti apa?"


jelas Anna sambil mengusap perut nya.


"udah gak usah dibayangkan segala, yuk berangkat nanti terlambat ujiannya"


"ck...kata kamu tapi bedalah kan aku yang ngerasainnya"


"iya iya tau, mana ada cowok yang hamil, apa kata dunia nanti jika ada?"


"hahaha... pasti viral lah yank"


Dan Anna sudah mulai membayangkan kalo Kelvin yang hamil pasti lucu.


Kelvin yang terbayang jika terjadi langsung bergidik ngeri jadinya.


"udah gak usah ngebayangin yang nggak nggak..."


Lalu Kelvin pergi keluar diikuti oleh Anna yang masih membayangkan yang tidak-tidak.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di sekolah.


"ujiannya yang benar jangan keseringan nyontek"


kata Kelvin pada Anna yang sekarang sedang berjalan menuju ruangan ujiannya.


"iya sayang, kamu tenang aja aku gak bodoh bodoh amat kok"


jawab Anna.


"hmm...makanya jangan suka malas malasan, pas ujian jadi susah sendiri"


"biarin"


Anna hanya acuh saja karena emng yang dibilang suaminya itu faktanya.


Sampai depan ruang ujian nya Anna langsung masuk dan untuk Kelvin ia juga pergi keruang ujian nya.


Untuk sahabat Anna yang seruangan dengannya hanya Della, Gea diruangan sebelah.

__ADS_1


"naa...tumben lo pakai baju kebesaran gitu, lo gak sakit kan?"


bingung Della saat melihat baju Anna.


Anna hanya memutar matanya e mendengar kalimat yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"lo lupa ya sama keadaan gue!"


kata Anna agak kesal. Sebenarnya ia ogah banget makainya tapi mau gimana lagi.


Della mendengar nya mencoba berpikir dan saat ia mengingatnya hanya cengengesan saja.


"ehehe...lupa gue beb, eh berarti bentar lagi lo homeschooling dong"


"iya lah, gak mungkin lah gue tetap sekolah"


"yaah... bakalan jarang ketemu kita"


"gak usah lebay lo, lagian kalo kangen kan bisa mampir ke rumah gue"


"lo masih tinggal di rumah nyokap lo kan"


Saat Della bertanya itu, Anna baru ingat kalo ia akan pindah ke rumah yang sudah dibeli Kelvin 2 hari yang lalu.


"oiya gue baru ingat, mulai besok gue bakalan pindah rumah"


"gitu ya... alamat nya dimana? jauh gak dari rumah ortu lo"


Akhirnya obrolan mereka berhenti di sana dulu karena sudah waktunya ujian.


~ "~


Sekarang mereka sedang ngumpul di kafe tempat kak Fio.


Karena Ujian hari ini udah kelar.


"oiya... gue jadi kasihan sama Sinta soalnya semenjak papanya masuk penjara ini, kata Winda ia sering ngelamun terus"


kata Gea dengan raut wajah kasihan.


"tumben lo kasihan sama dia biasanya jutek mulu liat dia"


celetuk Vino yang dianggukan oleh Bobby.


"itu kan beda cerita nya, sekarang kan dia gak ada gangguin hubungan Anna sama Kelvin"


jawab Gea.


"honey gue emang pengertian deh jadi tambah sayang"

__ADS_1


kata Angga sedikit lebay.


Gea tentu saja tersenyum malu-malu mendengar sang pacar.


Berbeda dengan yang lain mereka hanya menatap males keduanya.


Anna tiba tiba saja mendapatkan ide dan langsung mengatakan nya,


"nah noo gimana kalo lo coba dekatin sinta mana tauan kalian bisa jadian kan, biar gak jomblo lagi, awalnya coba lo hibur dia biar gak sedih lagi teruus bikin dia baper sama lo, teruuus..."


belum selesai ngomong sudah ditolak Vino mentah mentah.


"ogah banget gue, mendingan sama Della aja dari pada dia"


Della yang mendengar namanya disebut langsung menatap tajam kearah Vino.


Vino yang melihat nya hanya cengengesan saja.


"atau gak Bobby aja, dia kan cocok tu" lanjut Vino.


"apanya yang cocok noo, sembarangan aja lo"


kesal Bobby.


"naah kalo gak Kelvin aja, pasti dia langsung senang tuuh"


kata Vino lagi.


Dan tiba-tiba saja langsung dapat tatapan tajam dari Anna dan Kelvin.


"ehehe...canda kok, lagian lo sih naaa yang ngasih ide kek gitu sama gue, tega amat"


Anna hanya memutar matanya males.


"Viin, lo kapan sih mau bawa gue kekantor lo?"


tanya Vino yang langsung ditatap heran sama yang lainnya.


"mau ngapain, lo mau kerja jadi karyawan gue?"


tanya Kelvin balik tapi sebenarnya ia sudah tau maksud sahabat nya yang satu itu.


"gak gitu, tapi kalo bisa sih boleh juga, biar gue punya penghasilan sendiri" jawab Vino.


"heleeh gaya lo"


ejek Angga dan Bobby.


Vino tak menghiraukan ke-duanya, ia melanjutkan obrolan nya sama Kelvin.

__ADS_1


Anna, Della dan Gea juga lagi sibuk ngobrol tanpa mempedulikan para cowok.


* * *


__ADS_2