
"Naa lo tambah cantik aja semenjak hamil ini, apa mungkin anak lo cowok yaa"
Celetuk Gea yang saat ini sudah berada dalam kelas sambil menatap centil kearah Anna.
"pelanin dikit suara lo bisa gak sih" peringat Della, Gea yang sadar hanya cengengesan.
"dari dulu gue udah cantik, lo aja yang baru nyadar"
narsis Anna sambil mengibaskan rambutnya.
Kedua nya hanya menatap malas Anna,
"gini ni kalo dipuji, mulai lagi narsis nya,Ck.."
kata Gea sedikit jengkel melihat gaya Anna.
"biarin, kan emng kenyataan"
"iya in aja"
"eh tapi mungkin aja ya anak lo cowok, soalnya gue pernah dengar dari para emak-emak kalo ibunya tambah cantik pas hamil anaknya kemungkinan cowok" tebak Gea lagi.
"emang ada ya kek gitu" tanya Anna agak bingung begitu pun dengan Della.
"ada, tapi sih masih kemungkinan nya aja sih"
"owh, gitu ya..."
Saat akan melanjutkan omongan nya tak jadi karena guru yang mengajar pagi memasuki kelas, semuanya langsung duduk di bangku masing-masing.
~ " ~
Kring kring...
Terdengar bunyi bel waktu istirahat, semuanya langsung berhamburan keluar kelas setelah gurunya menutup pelajaran.
"Kalian duluan aja kekantin ya gue mau kekelas Kelvin dulu bentar"
kata Anna pada Gea dan Della yang akan keluar dari kelas.
"Oke, kita duluan ya"
Setelah itu, keduanya langsung berjalan kearah kantin dan Anna pergi ke kelas Kelvin yang tak jauh dari kelasnya.
__ADS_1
Baru saja tiba didepan kelas Kelvin, ia melihat Angga, Vino dan Bobby baru keluar.
"Kelvin mana?"
tanya Anna pada mereka bertiga.
"tu didalam, oiya...lo harus bantu tu anak kasihan dari tadi ditahan sama Mona"
jawab Vino sedikit memelan suaranya.
Anna yang mendengarnya tentu saja melotot kaget, karena setaunya Mona itu adalah cewek centil yang suka menggoda para cogan.
Ketiga cowok itu melihat ekspresi Anna sedikit meringis karena sataunya kalo orang lagi hamil itu sedikit sensitif.
"ya udah, kita kekantin dulu ya"
Setelah itu ketiga nya langsung pergi dari sana.
Dan Anna dengan cepat memasuki kelas suaminya. Dan benar ia melihat Kelvin yang sedang ditahan sama mona.
Anna yang sudah kesal langsung berkata dengan marah,
"heehh... lo bisa gak, gak usah kecentilan, mau ngapain lo gangguin pacar gue?"
teriak Anna sambil menatap tajam ke arah Mona.
Mona yang mendengar teriakkan Anna tentu saja tidak terima.
Tapi saat akan berbicara, Kelvin langsung memotong nya.
"Gue gak mau ya kasar sama cewek, jadi lebih baik lo keluar sana dan jangan pernah lo ulangin lagi, PAHAM"
Mendengar suara tegas sang ketos, Mona jadi ciut lalu segera pergi dari sana, saat melewati Anna ia menatapnya dengan kesal.
Setelah itu, Kelvin langsung berjalan mendekati Anna yang menatap sebal kearah nya dan membawa nya keluar dari kelas.
"kamu kenapa sih, mau aja ditahan sama cewek centil itu?"
sungut Anna yang sekarang masih ditarik Kelvin menuju taman belakang.
Saat sudah sampai disana, Kelvin baru berhenti dan merangkul mesra pundak istrinya itu.
"cieee...sayang aku cemburuan banget sih"
__ADS_1
goda Kelvin sambil menusuk nusuk pipi Anna dengan telunjuk nya.
Anna yang digoda langsung cemberut kesal.
Kelvin hanya terkekeh melihat wajah cemberut istrinya itu.
"udah gak cemberut gitu, jadi hilangkan cantiknya"
"tau ah kamu ngeselin"
"ya udah kita kekantin yuk"
"hmm..."
Setelah itu, mereka pergi dari sana menuju kantin.
Sampai dikantin mereka langsung memesan makanan dan minuman nya dulu baru duduk ditempat biasa bersama para sahabatnya yang dari tadi sudah berada disana.
"Kalian lagi ngomongin apa sih? serius amat?"
tanya Anna saat melihat mereka berlima lagi ngobrol entah apa yang dibahas nya.
"itu lho naa, barusan kita dengar dari anak anak lain bokapnya Sinta masuk penjara gara gara korupsi"
jelas Della pada Anna yang dianggukan oleh yang lain.
Anna tentu saja kaget.
Tapi beda dengan Kelvin, ia keliatan biasa saja tak kaget sama sekali.
"pantas aja tu anak kagak masuk"
Lalu ia melihat kearah Kelvin,
dan berkata
"yank, kenal gak sama bokap nya Sinta itu, kok bisa ya dia korupsi kayak gak ada kerjaan lain aja"
"kenal, dia pernah mengajukan kerja sama sama aku, tapi aku nolaknya mentah mentah"
"ternyata kamu kejam juga ya, tapi untung juga kamu nolaknya"
Yang lain hanya menjadi pendengar saja sambil menyuap makanan.
__ADS_1
Setelah itu, akhirnya pesanan mereka berdua juga datang, barulah keduanya makan dengan tenang tanpa berbicara.
~ " ~