
Disebuah rumah yang cukup mewah, terlihat seorang gadis sedang berteriak kencang sambil menangis dalam kamar nya.
"Aaaa sialan! kenapa hidup gue jadi begini? ini semua gara gara papa kalau dia tidak korupsi gak akan jadi begini, Aaaakkh..."
teriak gadis itu sangat frustasi.
Gadis itu ialah Sinta, dia jadi begitu gara gara papanya masuk penjara.
"mama jatuh sakit dan sekarang gue, gue harus gimana? semuanya pasti mencaci gue, hahh...hiks, hiks hiks... kenapa papa sampai melakukan itu"
Sinta terus saja meraung-raung memikirkan nasibnya nanti.
Setelah bosan menangis dan marah marah sendiri, Sinta langsung keluar dari kamar nya dengan pakaian rapi akan pergi kerumah sakit tempat mama dirawat.
Sinta adalah anak tunggal kehidupan nya sebelumnya sangat bergelimpangan harta tapi ternyata itu hanya hasil korupsi papanya. Walaupun Sinta gadis yang licik dan suka mengganggu hubungan kelvin dengan Anna tapi ia masih gadis yang lemah dan sangat manja terhadap papanya karena keinginan nya selalu dituruti dan sekarang semuanya tak akan begitu lagi.
Sampai dirumah sakit didepan ruangan mamanya Sinta langsung masuk.
Disana sudah ada tantenya adik dari mama menemani mamanya.
"Eehh udah datang,"
Sinta hanya tersenyum kecil sebagai jawabannya.
"udah gak terlalu sedih, biar saja itu sebagai pelajaran buat papa kamu biar dia sadar atas yang dilakukan nya"
kata Tantenya itu sambil mengusap sayang kepala Sinta.
Sinta tidak menjawab, ia hanya diam sambil menatap ke arah mamanya yang tidur.
"udah sekarang kamu temani mama kamu dulu, tante mau pulang bentar"
"iya tan, hati hati dijalan"
"iya, dan kamu juga jangan nangis gak usah terlalu dipikirkan lagi nanti mama kamu bangun dan liat penyakit nya kambuh lagi"
"iya tan"
Setelah tantenya itu keluar, Sinta duduk disofa sambil menatap kearah mamanya yang masih tidur dengan tatapan sendu.
~ " ~
"Yank... kamu kapan kekantor lagi?" tanya Anna pada suaminya yang saat ini berada dalam mobil.
"kenapa?" tanya Kelvin balik tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.
__ADS_1
"yaa kalo kamu kekantor ajak aku dong, aku mau liat juga dan bisa jadi ada cewek centil disana, yang suka godain cowok bisa gawat kalo kamu yang digodain"
"pemikiran kamu benar benar..., mana berani mereka godain bosnya sendiri"
"Bisa aja kan, soalnya banyak tu kejadian kek gitu dalam tv liat yang bening aja langsung jelalatan apalagi digodain sama cewek cakep langsung terpesona"
Kelvin hanya mendesah males mendengar istrinya itu.
"Gak usah samain aku sama cowok dalam flm kamu itu, suami kamu ini bukan cowok jelalatan, gak akan mudah tergoda sayaang..."
Anna hanya cengengesan mendengarnya.
"iya tau kok, canda doang. Tapi benaran aku pengen banget kekantor kamu"
rengek Anna sambil cemberut.
"iya besok pulang sekolah kita kesana"
"hmm..."
Tak lama setelah itu, mereka baru sampai di rumah.
Malam harinya, atau lebih tepatnya tengah malam Anna tiba tiba saja terbangun dari tidurnya.
"hoaam..."
Sambil mengusap perut nya dan melihat kearah suaminya yang sudah tidur nyenyak.
Mau kedapur tapi ia takut karena udah tengah malam.
Mau bangunin suami tapi gak tegaan.
Tapi akhirnya ia membangun kan suaminya juga karena udah gak sabar pengen nasgor.
Kelvin yang merasa tidurnya terganggu langsung membuka matanya dan ternyata itu ulah istrinya.
"kenapa sayang?" tanya Kelvin dengan suara serak bangun tidur.
"aku laper, pengen nasgor yank"
Mendengar perkataan istrinya Kelvin agak heran, apalagi mintanya nasgor ditengah malam begini.
Tapi setelah ingat istri nya lagi hamil ia jadi paham.
Dengan berat ia langsung duduk,
__ADS_1
"ya udah kamu buat aja biar aku temanin"
"tapi aku maunya kamu yang buat, aku pengen yang buatan kamu"
Kelvin tidak keberatan karena membuat nya juga mudah.
Kelvin yang masih terlihat mengantuk dengan terpaksa harus pergi kedapur menuruti keinginan istrinya itu.
Menunggu Kelvin selesai membuat nasgor, Anna duduk dengan menopang dagu diatas meja makan sambil menatap kearah suaminya.
"dan ini udah selesai"
seru Kelvin sambil meletakkan piring yang sudah berisi nasgor didepan Anna.
"waah...kayaknya enak yank"
"pasti dong, kan aku yang masak"
Dengan lahap Anna memakannya, dan ternyata enak banget.
"gimana enak gak?"
tanya Kelvin.
Anna langsung mengangguk dan menaikkan jempolnya.
"yank, kamu gak mau? enak lho"
" gak usah, aku gak lapar, kamu habisin aja"
Anna hanya menurut saja.
Selesai makannya, mereka kembali kekamar.
"yank, gimana ya nasib Sinta?"
ucap Anna yang sekarang sudah berada di atas ranjang nya.
"gak tau, gak usah mikirin dia sekarang kamu tidur"
kata Kelvin yang sudah memejamkan matanya sambil memeluk Anna.
"hmm"
Setelah itu Anna juga ikut memejamkan matanya.
__ADS_1
* * *