Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
101. (S2) malu-maluin


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...---------------...


Keesokan harinya, di RS Nugraha semua keluarga bersangkutan termasuk Anna dan Gea terlihat sedang menunggu dan berdoa kelancaran proses operasi yang dijalankan oleh Della.


Sedangkan Vino terpaksa menunda kedatangan nya karena ada pertemuan penting dengan kolega bisnisnya.


“Ya Allah semoga semuanya lancar-lancar saja dan sahabat hamba bisa melihat seperti semula lagi, AMIIN!” doa Anna membatin.


“Hufff...” Yuni dan Anton menghela nafas secara bersamaan untuk menghilangkan rasa cemasnya.


Begitupun dengan Gea berdoa dalam hatinya.


Beberapa jam kemudian, tak terasa sudah cukup lama waktu berjalan akhirnya keluar Dokter tersebut dari ruangan itu.


“Bagaimana dok, semuanya baik-baik saja kan!” tanya Anton dengan raut cemas dan penasaran nya.


Dokter itu tersenyum lega dan mengangguk kan kepala nya.


“Allhmdlh operasinya berjalan dengan lancar hanya tinggal menunggu hasilnya saja. Pasien kami pindahkan ke ruangan inap dulu” jelas Dokter itu.


Semuanya langsung mengucapkan Allhmdlh dan tersenyum lega mendengarnya.


“Terimakasih dok” ucap Yuni yang hanya dibalas anggukan dan senyuman.


“Kalo begitu saya permisi pak, Bu!” Kemudian, Dok. Tersebut pergi dari sana.


 Della juga sedang dibawa ke ruangan inap.


...----------------...


 


Dikantor, Selesai pertemuan tadi, Vino baru saja mendapatkan kabar dari om Anton tentang Della, ia langsung senang mendengarnya.


“gak sabaran gue pengen halal in lu lo ijahku sayang” gumamnya tersenyum merekah.


Tok tok tok


Mendengar ketukan pintu senyuman Vino langsung memudar dan menampilkan wajah datarnya.


“Masuk”


Kemudian, masuk seorang wanita alias salah satu karyawan Vino. Dengan langkah lenggak-lenggok dibuat-buat, dandan sedikit menor,pakaian ketat memperhatikan belahan dada dan paha mulusnya untuk menarik perhatian Vino, tapi salah malah Vino menatap nya jijik pengen muntah.


“pak bos ini ada berkas yang harus ditanda tangani!” ucapnya suara sok seksi terdengar seperti ******* sembari menyerahkan satu map merah pada Vino.


Telinga Vino langsung memerah bukan karena nafsuan tapi karena jijik dan marah.


Selesai mendatangi ia langsung mengusir wanita itu dengan kasar.


“jika ingin menjalang angkat kaki dari kantor saya!” Geram Vino dengan suara dingin nya.


Wanita itu yang baru sampai didepan pintu langsung ciut.

__ADS_1


“B-baik pak!” cicit wanita itu tampak malu.


“Ck, malu-maluin aja, gue pikir dia bakalan tertarik kalo tau begini ngapain gue susah-susah dandan dan berpakaian kek gini huh...” racau wanita itu membatin.


Kemudian, lanjut pergi ke ruangan kerjanya dengan wajah dongkol.


 


Arya yang kebetulan melihat wanita itu susah payah menahan tawa nya.


“Astaga, wanita bodoh, gue yakin tuan bos pasti kesal banget, dasar ondel-ondel!” ucap Arya pelan, lalu melanjutkan langkahnya memasuki ruangan Vino karena emang kesana tujuan nya dan pastinya ia mengetuk pintunya.


Baru saja masuk sudah dapat tatapan tajam dari sang pemilik.


“Ada apa tuan!” tanya pura-pura bingung.


“Pakai tanya lagi! Besok-besok saya gak mau liat karyawan seperti ****** tadi! Kalo perlu peringatan biar tidak ngelunjak, dia pikir ini club apa berpakaian kurang bahan begitu..” Ketus Vino sembari ngomel-ngomel kesal.


Arya hanya menunduk dan menggaruk kepalanya tak gatal mendengar omelan tuan bosnya.


“Baik tuan, akan saya laksanakan” jawab Arya patuh. Kemudian, dengan terpaksa Arya berbalik keluar untuk menyampaikan peringatan Vino.


Drtt drtt


Vino yang masih kesal mengangkat panggilan tersebut.


“Apa!”


“napa lu ketus amat, pms yak!” jawab dari sebarang sana yang tak lain adalah Angga sang penelpon barusan.


“lu pikir cwk pms, gila! Ada apa nelpon gue?”


“Ck, kek gak ada kerjaan aja lu, dah sana lanjut kerja gue mau jenguk ayang beb”


“eh, bucin lu. Oiya...gimana kalo nanti malam kita ngumpul bareng dah lama gak nih kangen gue”


“serah Lo, yang gimana!”


“serah juga katanya, ok. Habis isya kita ngumpul ditempat biasa”


“Iye ogep”


“anjiim lu, dah lah gue tutup ye, ada meeting nih”


“Yee”


Tut tut


 


Setelah itu, Vino membereskan semuanya berkas-berkas diatas mejanya dan menutup laptopnya. Lalu melangkah keluar tak lupa memanggil Arya mengatakan kepergian nya.


 


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


 


Beberapa hari kemudian, semenjak bisa melihat kembali Della semakin bahagia dengan adanya Vino. Setiap kali ketemu pasti selalu dibuat baper oleh Vino membuat ia kalang kabut sendiri.


Ditambah kemarin Vino dan keluarga nya menghantarkan lamaran dan sekarang hubungan mereka sudah berubah menjadi tunangan, pernikahan pun akan diadakan dua Minggu lagi.


 


Dan sekarang ini mereka sedang ngumpul bersama yang lain termasuk anak-anak sahabatnya di kafe langganan biasa nya milih kak Fio.


"gak nyangka gue tom and Jerry bakalan nikah!" oceh Gea yang iyakan yang lain kecuali sang empu.


"namanya jodoh gak ada yang tau" sambung Anna.


"jodoh itu apa ma!" tanya si kembar yang diikuti tatapan polos oleh yang ada di atas pangkuan Anna.


"hah.." Anna bingung menjelaskan.


"masih kecil gak boleh tau" ucap Kelvin sambil mengusap lembut kedua putra nya itu yang mana hanya dibalas anggukan oleh mereka.


"vin lu gak mau nambah lagi" tanya Bobby menggoda Kelvin termasuk Anna. Bertanya soal Sinta, istrinya sedang hamil lima bulan.


Kelvin dan Anna diam tak menghiraukan pertanyaan Bobby malah asyik ngobrol datang yang lain.


oh ya satu lagi Gea juga sedang hamil besar tujuh bulan hanya Anna yang belum lebih tepatnya belum diberi lagian Alana juga masih kecil.


"Bunda Dara ngantuk" rengek Dara anak dari Sinta dan Bobby.


"sini bobok sama om yuk" kata Vino sambil merentangkan tangannya. Dara menurut dan tidur dipangkuan Vino.


"gak sabar ya no..." goda Angga yang mana hanya ditatap males oleh Vino.


"dell, nanti kalo udah nikah lu harus kuat ya soalnya Vino orang rada-rada kasar dan agresif.." bukan Angga tapi Bobby.


Vino hanya mendelik mendengar nya, beda dengan Della agak malu mendengar nya.


"kamu kan juga kek gitu yah!" seru Sinta ikut nimbrung yang membuat Bobby cengengesan tak jelas.


"tau aja bun" Yang di balas tawa dan cibiran oleh yang lain.


"mami Ares mau sama tante Della" ucap Ares anak dari Gea dan Angga. Gea hanya mengangguk dan membiarkan Ares duduk di pangkuan Della.


"anjiiir...kerasa dah punya aje kita yang!" ucap Vino yang dibalas kekehan oleh Della.


"tau gini mendingan nikahannya dipercepat dua hari lagi" Degus Vino.


"ya elah gak sabar amat lu Jang" ledek Kelvin mencibir Vino.


"Jang apaan dah"


"Jang, ya bujangan lah" bukan Kelvin tapi Angga yang jawab diiringi suara tawa mereka semua kecuali Vino tentunya.


"sialan!"


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


 


__ADS_2