
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
"hah... waktunya berangkat!" ucap Della yang telah rapi akan pergi kerja.
"gak sarapan dulu dell?" panggil Ibunya dari dapur.
"nanti dikantor aja Bu" balas Della telah berada di luar.
"lalala..." terdengar suara dari sebelah. Della yang sudah tau siapa orangnya hanya acuh.
"senangnya dalam hati asyiiik.."
Della mengeryit, "kenapa lagi tu anak, kayak senang banget" pikir Della dan mencoba mengintip.
Dan terlihat cowok berpakaian kantor sedang bernyanyi dan menari nari dekat mobil, siapa lagi kalo bukan Vino.
"gila, kesurupan kali ya" ucap Della sedikit mencibir.
"Del, kamu ngapain cepat masuk" Tegur ayahnya yang telah berada dalam mobil.
Della berbalik, "iya yah" lalu Della masuk kedalam mobil.
Beberapa menit kemudian, Della sampai dikantor, untuk ayah Della ia lanjut jalan pergi kekantor nya yang cukup jauh dari tempat kerja Della.
Baru juga mau melangkah masuk, ia melihat mobil yang dibawa vino datang.
"ck..." lalu melanjutkan langkahnya.
Vino keluar dari mobilnya sambil bersiul siul bahagia.
"gak sabaran gue liat reaksi Ijah" ucapnya dan melangkah memasuki gedung tersebut.
* * *
"pagi, semuanya!" sapa Vino pada semua karyawan disana dengan tersenyum lebar.
"pagi juga pak Vino" balas mereka kecuali satu orang siapa lagi kalo bukan Della.
"ck, sok ganteng" degus Della mencibir.
"om vinooo..." teriak dua bocah laki-laki sambil berlari kearah Vino.
Mendengar suara itu, Vino langsung berbalik dan melihat dua bocah yang sangat ia kenal.
"eh, kalian sama siapa kesini?" tanya Vino sambil menggendong kedua bocah itu yang tak lain adalah Raka dan Riki anak kembar Kelvin dan Anna.
"sama papa" jawab Raka yang dianggukan oleh Riki.
Ia terus mengajak kedua bocah itu berbicara sambil melangkah masuk ruangan nya.
"hayo...om mau tanya, tapi kalian harus jawab yang jujur gak boleh boong" tanya Vino yang telah berada dalam ruangan nya.
kedua bocah itu hanya mengangguk sebagai balasannya.
"siapa yang paling ganteng menurut kalian om atau papa kalian" tanya Vino dengan gaya sok keren.
kedua bocah itu terlihat berpikir dan menatap vino dengan mata bulat imut nya.
__ADS_1
"papa, om vino jelek" jawab ke-dua nya serempak.
"anjiiir, bocah nakal" kesal Vino yang tak terima dibilang jelek.
"biarin, om emang jelek" cibir mereka dan berlari keluar.
"om jelek" teriak mereka lagi dari luar.
Vino hanya mendengus kesal,
"bocah kurang aja, ganteng gini dibilang jelek. ini pasti Kelvin yang ngajarin gue yakin" gerutunya.
Di ruangan Kelvin, kedua bocah itu masuk dan mendekati papa nya yang lagi mengotak ngatik laptop.
"kalian dari mana hm.." tanya Kelvin pada si kembar sambil mengusap kepala keduanya.
"dari tempat om Vino" jawab Riki.
"iya pa, tadi om vino tanya siapa yang lebih ganteng papa atau om vino..." ucap Raka mengadu pada sang papa.
"terus kalian jawab apa?" tanya Kelvin sambil menatap lekat kedua putra nya itu.
"jelas papa yang ganteng, om kan jelek" jawab ke-dua nya hampir serempak.
"hahaha... twins papa emang paling pintar" tawa Kelvin yang terbayang wajah kesal Vino.
"iya dong, kan putra papa" bangga mereka dengan gaya songong dan sedikit mengangkat dagunya.
Kelvin hanya geleng-geleng melihatnya, entah dari siapa mereka dapat gaya songong begitu padahal masih kecil.
"pa mau ice cream coklat" rengek Riki.
"coba deh kalian minta sama om Vino, nanti bilang aja om Vino ganteng" ucap Kelvin yang sengaja ingin mengganggu Vino.
"aye aye kapten" sambil hormat lucu dan keluar dari ruangan papanya.
"sorry no, turuti semua keinginan kembaran kembar nakal gue" kekeh Kelvin dan kembali melanjutkan kerjanya
* * *
"om vinooo.." teriak si kembar saat telah memasuki ruangan vino tanpa dosa.
Vino yang awalnya fokus pada komputer nya langsung beralih menatap kedua bocah nakal itu.
"aish...kalian lagi? ngapain sih teriak di ruangan om, om lagi kerja sayang" bingung Vino sambil mendesah berat.
"hehehe...om vino paling ganteng , beliin kita jajan dong ya ya..." cengir kedua nya dengan wajah seimut mungkin.
"tadi aja bilang gue jelek saat ada maunya baru bilang gue ganteng" gerutu Vino dengan suara pelan.
"iya om, Riki pengen ice cream"
"Raka juga pengen pizza, mau ya om"
Vino kembali menghela nafas, dan sedikit memijit pelipisnya.
"aduh, gue benar benar gak bisa nolak liat muka imut mereka begini" keluh Vino tak berdaya.
"gue yakin, Kelvin pasti sengaja minta mereka ganggu gue, dasar anak sama bapak sama sama nakal" kesal Vino.
"tapi om yang beli ya, gak boleh yang lain"
__ADS_1
Walaupun kesal Vino tetap menuruti. dengan dongkol ia keluar diikuti oleh si kembar yang lagi ketawa gembira tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"keponakan tante mau kemana nih?" celetuk Della yang kebetulan melewati mereka.
"mau jajan sama om ganteng tante" jawab ke-dua nya.
"eh..." lalu melirik arah vino.
"si Jono ini kalian bilang ganteng, hahaha... ngakak gue" cibir Della sambil ketawa terbahak-bahak jelas banget mengejek Vino.
"diam Lo!" ketus Vino lalu membawa si kembar dari sana.
Della juga masih ketawa sampai keluar air matanya, "haha... astaga" sambil memegang perutnya akibat ketawa terlalu berlebihan dan melangkah memasuki ruangan nya.
* * *
Setelah membelikan keinginan si kembar, Vino membawa mereka kembali ke kantor.
"makasih om paling ganteng, nanti beliin lagi ya" ucap si kembar dengan mulut yang sudah belepotan.
"Hem...apa sih yang enggak buat kesayangan om" jawab Vino sambil tersenyum hangat, tidak seperti sebelumnya.
mereka tersenyum senang sambil menyuap ice cream dan pizza nya.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai didepan kantor.
Vino langsung mebimbing kedua nya memasuki ruangan Kelvin.
Namun sebelum masuk mereka langsung menolak,
"kita mau tempat om aja"
"eh, tapi kan om mau kerja. kalian sengaja ya mau gangguin om" ucap Vino dengan wajah kusutnya.
"gak kok om, kita gak akan gangguin om kok" Rengek mereka dengan menggunakan wajah imutnya.
"kalian..., ya udah yuk tapi janji ya gak gangguin om" pasrah Vino.
"janji"
"ck, Kelvin Lo benar benar jahat sama sahabat sendiri, tega amat Lo" dramatis Vino.
"mama sama adek kalian kok gak ikut" tanya Vino yang lagi berjalan dengan si kembar menuju ruangan nya.
"dirumah, nanti mama kesini jemput kita" jawab kedua dengan muka polosnya.
"Hem..." sambil mengangguk kepala.
Sampai dalam ruangan,
"nah, kalian duduk yang tenang disini jangan gangguin om" ucap Vino sambil mendudukkan kedua di atas sofa panjang.
keduanya hanya mengangguk patuh.
"anak pintar dan ini biar gak bosan" sambil meletakkan dua lembar kertas kosong dan pena di atas meja. lalu melanjutkan pekerjaan nya kembali.
Karena dia tau kebiasaan kedua bocah nakal itu yang sangat suka menggambar, walaupun entah apa gambar nya ya bayangin aja lah seperti apa gambar bocah berumur lima tahun.
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1