Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
87. (S2) Keluarga harmonis


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Seperti yang dikatakan Vino kemarin, sekarang dia sekeluarga akan pergi ke Lombok dan tentu saja Della juga ikut diantara mereka.


Dia terlihat sangat antusias sekali akan bertemu dengan ponakannya alias putri Zaki abang Vino.


Bukan karena itu saja sekalian dia juga dapat melihat-lihat ibukota Lombok yang tak pernah dia kunjungi.


Mereka juga pergi dengan mobil, walaupun menghabiskan waktu cukup lama.


"gimana del, senang kan sesekali pergi sama tante" ucap Tia tersenyum hangat yang duduk disebelah Della.


Della yang awalnya fokus keluar menoleh kearah tante Tia dengan senyuman.


"benar tan, jarang-jarang lho kita bepergian begini"


"iya. nanti kapan-kapan kita pergi keping sama yang lain dari pada kalian fokus kerja terus mendingan kali-kali liburan" celoteh Tia dengan senyuman tak luntur dari bibir nya.


kedua para lelaki duduk di bagian depan dan tentu saja Vino yang menyetir dan sesekali bergantian dengan papinya.


"noo, nanti singgah bentar ya di toko mainan, mami mau beli sesuatu" kata Tia pada putranya yang sedang fokus menyetir.


"eh, mami mau ngapain ke toko mainan, kayak anak kecil aja" bukan Vino yang berbicara tapi Rendy papinya.


Tia mendegus mendengar perkataan bodoh suaminya.


"mau beli mainan lah, emang mau ngapain lagi hah! beli makanan" ucap Tia dengan ketus.


"lagian aku beli buat cucu kesayangan bukan buat mami!" ucap Tia lagi dengan gregetan rasanya ingin mencakar wajah sok polos suaminya itu.


"ehehe...gitu ya mi, papi kira apaan!" cengir Rendy seperti orang bodoh.


"Hahaha..." Vino dan Della langsung tertawa tingkah Rendy.


"gak usah ketawain orang tua dosa lho!" kesal Rendy mendengar suara ketawa Vino dan Della.


...----------------...

__ADS_1


Beberapa jam melakukan perjalanan, pagi harinya mereka sampai di Lombok. Namun mereka tidak langsung ketempat Ziko tapi menginap di hotel sampai esok acaranya dimulai karena sengaja ingin membuat kejutan.


Keesokan harinya, mereka telah siap-siap akan berangkat ke acara ulangtahun putri Ziko.


Della juga semakin cantik dengan gaun putih polosnya ditambah dengan make up natural, yang membuatnya terlihat semakin cantik.


Vino saja terpana melihat penampilan Della yang semakin cantik.


"ck, kok gue semakin gak rela kalo si Ijah sampai nikahan sama si sandi itu" Gerutu Vino dengan wajah masamnya.


"kamu ngapain masih berdiri disana no! ayo cepat masuk nanti keburu acaranya dimulai" kata Tia saat melihat Vino masih belum memasuki mobil, padahal mereka bertiga sudah masuk dari tadi.


"iya mi" setelah vino masuk Rendy langsung melajukan mobilnya kearah rumah putranya Ziko.


Tak lama setelah itu, mereka sampai didepan sebuah rumah cukup mewah yang terlihat cukup ramai oleh tamu undangan. Jangan salah istri Ziko juga dari keluarga kaya raya jadi sangat wajar banyak tamunya.


"oiya... kalian juga harus mesra seperti kita ini biar keliatan harmonis" celetuk papinya sesaat telah keluar dari mobil yang telah memeluk mesra istrinya.


Dahi keduanya langsung mengerut beberapa kali lipat.


"harmonis apaan sih pi, papi kira keluarga pakai harmonisan segala" Degus Vino sambil bersedekap dada. Begitupun dengan Della ia terlihat kebingungan.


"kan emang benar. udahlah turuti aja perkataan papi, disana juga banyak rekan bisnis papi"


"gila" pekik keduanya hampir bersamaan.


"ck, ini kan cuman acara ultah bukan acara pernikahan" geram Vino terlihat sangat kesal sekali.


"iya om, tante" sambung Della membenarkan.


"udah nurut aja, ini demi martabat keharmonisan keluarga kita" Nah kan itu lagi kata-kata gak jelas yang keluar dari mulut kedua orangtua itu.


"awas kalo kalian gak lakuin, gak bakalan kita anggap sebagai anak lagi" ancam kedua orangtua itu. Entahlah kenapa kedua orangtua itu menjadi gak jelas begitu membuat kepala kedua anak muda itu bertambah pusing.


"lah gue kan emang bukan anak mereka, kenapa gue ikut dimasukkan" batin Della.


"dah lah turuti aja jah, nanti lama-lama kita ketinggalan acara" ucap Vino dengan wajah kesal dan terpaksa nya.


"tapi gak usah peluk juga kali jadi risih gue"


"ck, iya iya siapa juga yang mau peluk Lo! jalan santai aja lagian mereka udah jalan duluan gak bakalan liat"

__ADS_1


"lah tadi Lo bilang turuti perkataan mereka" bingung Della.


"gak jadi, yuk cepatan" akhirnya dengan kesal Vino menarik Della yang masih terdiam.


Sesampai di dalam mereka langsung disambut oleh keluarga dari istri Ziko.


Tia dan Rendy entah sejak kapan telah berada dekat seorang bocah kecil dan seorang pria yang tak lain adalah Ziko serta istrinya.


Vino dan Della juga menyusul ke sana.


"waah... akhirnya datang juga si bontot gue!" sambut Ziko dengan tersenyum lebar dan merangkul Vino.


Vino hanya mendengus kesal mendengar kata bontot dari abangnya.


"Lo pacaran ya sama ni anak!" ucap Ziko sambil menunjuk tepat kemuka Della.


"Kagak!" jawab ke-dua dengan cepat.


Ziko terlihat tidak percaya dan terus menggoda mereka. Namun, keduanya hanya acuh dan lebih memilih mendekati ponakannya bernama Zoya dan istri Ziko yang bernama Anita.


...----------------...


Beberapa jam telah berlalu, acaranya juga telah usai. Mereka juga menginap dirumah itu.


Della juga telah rebahan di sebuah kamar.


"hahhh..." Saat akan memejamkan mata ia teringat pacarnya siapa lagi kalo bukan Sandi.


"kenapa akhir-akhir ini dia sering gak aktif, mau ngabarin berangkat kesini aja gak pernah diangkat. sebenarnya dia lagi dimana sih!" Wajah Della terlihat murung sekali sambil menatap layar ponselnya dengan nanar.


"sekarang aja dia belum juga telpon gue" Karena merasa kesal dan kecewa ia mematikan ponselnya, kemudian memejamkan matanya karena merasa mengantuk dan tak ingin memikirkan tentang sandi yang tak tau melakukan apa dia sekarang.


Tak jauh beda dengan Vino, dia terlihat gusar karena sudah beberapa kali menelpon sang pacar dari pagi tadi namun tidak pernah diangkat. Pikirannya juga melayang pada waktu melihat seorang mirip pacarnya sedang jalan dengan pria lain.


"ah sial! kenapa jadi begini sih, sebenarnya dia lagi ngapain sih sampai telpon gue gak diangkat. sesibuk itukah dia sampai gak sempat angkat panggilan dari gue" Vino berguling-guling kesal diatas tempat tidurnya.


"hufff...oke. gue harus tenang dan sekarang mendingan gue tidur daripada mikirin dia"


Lalu Vino menarik selimutnya sampai batas leher dan memejamkan mata dengan hati berusaha tenang gara-gara masih kepikiran dengan pacarnya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2