Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
107. (S2) TAMAT


__ADS_3

...🌷Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


3 tahun kemudian


“Ayaah...” Pekik bocah laki-laki berlari riang mendekati ayahnya.


HAP


Langsung disambut pelukan hangat dari ayahnya. Ia mencium gemas seluruh wajah itu membuat bocah itu terkikik.


“Vino udah sana mandi nanti dicium lagi” ucap si wanita tak lain adalah Della.


Yap, bocah laki-laki itu putra mereka bernama Arkan  Erlangga.


“bentar yank, masih gemas nih”  Della pasrah saja kemudian pergi menyiapkan air hangat untuk mandi Vino.


“putra ayah tadi ngapain aja?” tanya nya sambil berjalan menggendong Arkan ke kamar ia dan Della.


“main robot ayah, terus gangguin bunda masak” jawab Arkan jujur dengan pipi di gembungkan membuatnya terlihat semakin imut pen gigit.


“Gemasin banget sih putra ayah” Sambil mencium pipi tembam Arkan.


“Ehehe...Arkan kan memang gemasin dari lahir ayah” jawab Arkan dengan PD nya.


“Siapa bilang?” goda Vino menaik-turunkan alisnya.


“abang twins monyet” jawab Arkan jujur.


“Hah...” Vino cengo, kalo Raka dan Riki dengar pasti ngamuk, jelas lah ganteng gitu dibilang monyet padahal manjat aja belum ahli.


“Arkan sayang nggak boleh ngomong jelek gitu” Nasehat Della beralih mengendong nya karena Vino harus mandi.


“Mungkin twins nakal makanya diejek” bela Vino yang akan memasuki kamar mandi.


Della mendelik dan membawa Arkan keluar.


“bunda nanti kita main tempat bang monyet yuk” ucap Arkan merengek manja sambil menyusup kepalanya di ceruk leher Della.


“enggak boleh ngomong gitu, nanti Abang tau marah lho!”


“gak mau” geleng Arkan manyun. “Makanya gak boleh ngomong gitu lagi” ucap Della dan dibalas angguk lucu oleh Arkan.


“Tapi jadikan kita mainnya?” tanya Arkan lagi. “Iya nanti sama ayah juga” jawab Della.


 


...----------------...

__ADS_1


 


19.05 malam


Vino, Della dan Arkan telah berada dirumah Kelvin dan Anna. Mereka lagi duduk ngobrol santai di sofa ruang tengah. Para anak-anak berada dikamar twins entah apa mereka lakukan.


“HUAAAA BUNDAAAA!” teriak Arkan menangis berlari turun tangga. Mereka diruang tengah sampai kaget mendengar nya untung kagak jantungan.


“kenapa sih? Sampai nangis gini? Diapain ama Abang twins?” tanya Della sambil mengusap pipi tembam Arkan.


“Abang monyet terik hidung mancung Arkan, kan kesal” adu Arkan masih sesenggukan dengan bibir melengkung ke bawah.


Mereka semua tertawa cekikikan mendengarnya, twins memang suka jahil senang banget liat Arkan nangis.


“Arkan kok kabur sih, kan kakak masih mau main” cemberut Alana ikut turun dan duduk di pangkuan Kelvin.


“Ih kakak mainnya boneka Arkan kan enggak suka” protes Arkan tak suka sekarang ia sudah pindah duduk di pangkuan Vino.


 


...----------------...


Di kamar twins, kedua bocah itu lagi nonton film kartun kesukaan nya di laptop papanya.


“udah selesai Ka, ganti yang lain?” ucap Riki.


“belum, masih ada satu episode lagi” jawab Raka menggeleng.


“apaan sih, kalo gak suka enggak usah liat” ketus Raka menepis tangan Riki.


EHEM


Deham Anna yang telah berkecak pinggang menyaksikan pertengkaran keduanya.


“Mama...liat deh Raka egois” adu Riki pada Anna.


Raka melotot, “sembarangan, enggak kok ma” elak Raka tak terima.


“Udah, sekarang turun makan malam” lerai Anna dan memeriksa laptop itu lalu menarik Raka dan Riki turun ke bawah. Disana sudah berkumpul semuanya termasuk Della, Vino dan Arkan.


 


...----------------...


 


“Yank, kita bikin dedek buat Arkan yuk” ajak Vino yang sedang merangkak diatas kasur mendekati Della.


Della yang semulanya berbaring langsung terduduk. “Gak ah, Arkan masih kecil nanti kalo udah umur 5tahun” tolak Della mentah-mentah membuat Vino merenggut kesal.


“Kok kamu makin pelit yank, makin durhaka enggak mau nurut ama suami, awas lho masuk neraka!”

__ADS_1


“apa sih, aku ngantuk tau” delik Della kemudian tidur membelakangi Vino.


Vino makin menjadi tanpa aba-aba ia mengimpit Della dan mencium bibir Della sedikit kasar.


“Uhmpp...” Della melotot kesal tapi kemudian, terima pasrah saja.


“HUAAAA...ayah jahat!” pekik Arkan yang entah sejak kapan masuk kedalam.


Mereka kaget dan melepaskan ciumannya tepatnya Vino. Arkan dengan cepat mendorong Vino yang mengimpit bundanya.


“Ayah jahat, Arkan gak suka” tangis nya pecah sambil memeluk bundanya. Della terkikik melihat wajah masam Vino.


“Arkan sayang ayah bukan jahat tapi ayah mau bikin dedek buat Arkan, emang Arkan gak mau gitu punya dedek?!” gemas Vino menjelaskan pada bocil memang susah.


“Enggak mau, Arkan gak mau punya adek nanti Arkan dicuekin” geleng nya dengan cepat.


“Kok gitu sih punya ade-“  Della langsung menyumpal mulut Vino dengan sapu tangan. “gak usah dilanjutin, Arkan masih kecil” galak Della.


Bibir Vino mengerucut sebal lalu mendekati namun langsung ditendang oleh kaki kecil Arkan.


Duk


“aish...” Kesal Vino dan menatap sebal sang pelaku namun yang ditatap cuek bebek.


“awas minta robot lagi! Enggak bakal ayah beli” ancam Vino menjauh dari Arkan.


Mendengar ancaman Vino, Arkan jadi gelagapan dan memeluk Vino. “Ih jangan dong yah, Arkan gak bisa hidup tanpa robot” ucapnya merengek. Della tertawa mendengar nya.


“Eleh...” ledek Vino, apaan nih bocil gak bisa hidup tanpa robot Eneng robot hidup sungut nya.


“oke, tapi Arkan pindah ke kamar Arkan ya...” bujuk Vino karena masih ingin melanjutkan kegiatannya tertunda tadi.


Arkan menggeleng, “Arkan pengen bobok disini aja” jawabnya dan beralih masuk dalam pelukan Bunda nya.


“Anak siapa sih? ngeselin banget” batin Vino kesal.


Lalu melihat tatapan senang dari Della membuat Vino mendegus. “awas aja besok malam gue genjot sampai pagi” seringai Vino membatin.


Biarlah malam ini ia mengalah tapi tidak besok malam kalo perlu ia kunci dikamar.


“Kasihan suami gue, hihihi maaf ya yank” batin Della lalu memejamkan matanya.


 


 


...TAMAT...


... ...


Sampai disini aja ceritanya ya guys, Terimakasih atas dukungannya selama ini, see you bye bye😘

__ADS_1


__ADS_2