
...🌷 selamat membaca 🌷...
...----------------...
Alvino Erlangga & Della Puspita Sari.
Dua sejoli yang jarang akur, setiap bertemu selalu ada saja pertengkaran. Hingga sekarang telah bekerja mereka masih seperti itu dan lebih parahnya lagi mereka bekerja ditempat yang sama. Apalagi mereka juga tetangga setiap hari selalu bertemu dan adu mulut.
Apakah yang terjadi selanjutnya? apakah mereka akan saling akur? atau apakah sebenarnya mereka memiliki perasaan satu sama lain atau sebaliknya?
Untuk kisah lebih lanjut silahkan simak ep selanjutnya ( season 2)
...----------------...
...----------------...
"sial! semua gara gara cowok pantat itu!? gue harus bikin perhitungan sama dia..." teriak Della muka merah padam menahan kekesalan nya.
"marah banget kayaknya... hehehe... bahagia banget gue liat muka kesal Ijah" Vino mengintip dari balik pagar sebelah.
Della seperti mendengar suara rivalnya, kembali berbalik keluar rumah,
"heh... ngapain lo disana, mau ngintip...udah bikin gue kesal setengah mati sekarang mau nambah lagi" sambil menatap nyalang pada vino yang lagi berdiri dekat pagar.
"siapa yang ngitip Lo, idiiih...PD amat" sambil memutar matanya melas dan beranjak dari sana.
Della hanya mencibir, "ck...pakai ngelak lagi, huh..." lalu kembali berbalik kedalam.
Vino yang telah masuk langsung duduk atas sofa,
"vino...kamu bertengkar lagi sama Della, mami heran sama kalian...lama lama mami nikahin kalian" ucap maminya berjalan mendekati Vino.
"jangan dong mi, kita itu tetangga nah... berarti sama saja bersaudara, gak bisa main nikah nikahan mi!"
"lah siapa bilang gak bisa, mami aja dulu tetanggaan sama papi kamu dan sekarang hasilnya dapat kamu"
Vino mulai males mendengar nya, "udah ah...mami bikin mood vino buruk aja" lalu beranjak dari sana.
"lah main pergi aja, dasar anak gak ada akhlak" gerutunya.
"dengar mi..." seru Vino yang telah berada atas tangga.
Maminya hanya geleng-geleng dan pergi keluar. Tujuannya pergi kerumah tetangga nya siapa lagi tempat Della.
"assalammualaikum..." ucapnya saat telah berada di rumah tersebut.
"waalaikumsalam, masuk aja Tante" jawab Della dari dalam karena dia sudah kenal dari suaranya.
"ibu kamu mana Del?" tanyanya karena emng ingin bertemu ibu Della.
"lagi keluar tan, mungkin bentar lagi pulang"
"ya udah...nanti aja deh" akan berbalik keluar.
"emang mau ngomong apa tan?" bingung Della sedikit penasaran.
__ADS_1
"ini urusan kaum emak emak, anak perawan gak boleh tau" Lalu dia kembali kerumahnya.
"kasih tau dong tante, penasaran nih" teriak Della.
"kagak" balas mami yang telah berada di rumah nya.
"woiiii...suara lo!" seru Vino dari balkon kamarnya melihat Della yang lagi berdiri teras rumahnya.
"apa...suara gue bagus kan" nada kesalnya.
"Yee bagus sampai telinga gue mau meledak"
"ledak pantat lo!" umpat Della sedikit keras.
Ayahnya yang kebetulan pulang langsung menegur Della,
"Della...anak perempuan gak boleh ngomong kasar"
"mampus Lo!" cibir Vino meledek Della.
"Diam Lo" tukas Della.
"udah sana masuk, jangan ribut terus" suruh ayahnya, Della hanya menurut.
"kamu juga noo... jangan adu mulut terus sama putri om. pusing om dengarnya" katanya pada Vino.
"nanti deh vino usahain" jawab Vino tersenyum lebar.
Dia hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Vino dan masuk kedalam rumah.
* * *
"ck...makin ganteng aja gue" pujinya saat menatap dirinya lewat kaca yang telah memakai setelan kantor.
"hampir mendekati Kelvin 90% lagi" sambil senyum-senyum sendiri.
Setelah puas memuji dirinya, ia keluar dari kamar pergi keruang makan.
"morning... kesayangan vino" sambil mencium pipi kedua orangtuanya.
"too..." balas mereka sambil tersenyum hangat pada putra bungsunya.
"dah cepat dimakan nanti terlambat kerjanya" kata maminya.
"iya mi.." setelah duduk bersebelahan dengan papinya.
"gimana kerja kamu, betah gak" papinya bertanya.
"lumayan pi" jawab Vino seadanya.
"bagus lah. sekitar setahun lagi kamu baru boleh mengganti papi"
Vino tentu saja sangat senang mendengarnya walaupun masih cukup lama.
Bertanya kenapa Vino tak bekerja ditempat papinya karena itu permintaan papinya, dia ingin vino belajar mandiri terlebih dahulu. Seperti putra sulungnya yang sekarang telah menikah dan memimpin sebuah perusahaan jerih payah sendiri tanpa campur tangan dirinya.
Dan karena itu juga dia akan menyerahkan pada Vino karena putra sulungnya menolak dan ingin vino yang menggantikan.
__ADS_1
Setelah selesai, Vino langsung pamit, saat telah memasuki mobilnya. Dia langsung terlonjak kaget melihat seorang di kursi belakang.
"Lo..." tunjuk nya kesal.
"hehehe..." cengir Della, Yap siapa lagi kalo bukan dia.
"kok lo bisa masuk mobil gue" bingung Vino.
"bisa lah, orang kagak dikunci, untuk gue yang masuk kalo orang lain masuk udah dibawa lari mobil Lo" kata Della.
Vino terlihat kesal, "hus...sana keluar Lo" usir Vino.
Tapi Della yang diam duduk disana.
"lo budek ya...sana keluar"
"gak mau. gue numpang ngebeng ya, ya... pliiis, lagian kita kan satu kantor. ya...ya..." ucap Della muka memelasnya.
Akhirnya, Vino membiarkan saja sambil mendengus jengkel.
Della hanya acuh saat melihat muka jengkel Vino.
"ck...awas aja nanti kalo gue udah punya mobil, gak bakalan numpang gue sama Lo" batin Della.
Tempat kerja mereka tidak lain adalah di kantor Kelvin sahabatnya sendiri.
Vino jabatannya sebagai manajer keuangan dan Della hanya sebagai karyawan biasa. Sebenarnya Della memiliki sebuah perusahaan yang dipimpin ayahnya tapi dia tidak mau kerja disana karena ingin mandiri walaupun hanya menjadi karyawan biasa yang penting halal.
"hus...sana keluar" usir Vino, padahal dia juga mau keluar.
Della hanya memutar mata males, "ck, gak usah ngusir. dasar pelit!" ketus Della sambil keluar dari mobil dengan wajah dongkol.
"bodo amat, dan satu lagi besok lo gak boleh numpang lagi, ingat itu!" ucap Vino yang telah keluar dan melangkah masuk kedalam kantor.
"ish...dasar pelit! gue sumpahin lo jomblo seumur hidup!" teriak Della karena sudah sangat kesal. satu lagi kenapa dia berteriak begitu karena vino emang lagi jomblo sekarang.
"gue lempar balik ke elo...hahaha..." balas Vino sambil tertawa mengejek Della. karena Della juga masih jomblo.
Della terlihat kesal dan mengumpat, "sialan!" umpat-nya dan melangkah masuk.
Vino yang telah masuk tidak masuk keruangan kerjanya tapi malahan pergi keruangan Ceo siapa lagi kalo bukan Kelvin Argantara.
Tanpa permisi dia masuk, dan disana ternyata kelvin telah santai duduk di singgasananya.
"widiih...udah datang aja pak CEO gue, pasti dapat jatah semalam nih ck..." ucap Vino saat melihat muka cerah dan penuh semangat Kelvin.
"sok tau Lo!" ketus Kelvin.
"ngapain Lo kesini, dah sana keruangan kerja Lo!" usir Kelvin dengan menggunakan tangannya karena tiba-tiba saja muka cerahnya berubah kusam.
Vino mendegus, "mentang mentang lo bos, seenak jidat aja ngusir gue...tega Lo!"
"iya iya lah, lagian lo mentang mentang sahabat gue, seenak aja masuk!" jawab Kelvin sedikit kesal dengan tingkah Vino.
"ehehe... sorry bos, udah kebiasaan soalnya" cengir Vino.
"ya udah gue keluar pak bos.. eh, salah maksudnya pak CEO" ucapnya lagi lalu keluar dari ruangan itu. Kelvin hanya mendengus mendengar nya.
__ADS_1
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT