Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
81. (S2) Jadi bual-bualan Della


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Karena hari ini hari libur, Della janjian dengan kedua sahabatnya pergi Shopping, siapa lagi kalo bukan Anna dan Gea.


Sekarang ia sedang duduk di kursi panjang diteras rumah menunggu kedatangan Anna dan Della.


“Eh, mau kemana jah gaya benar?” tanya Vino yang entah sejak kapan berdiri di depan pagar rumahnya.


Saat tau siapa orangnya, Della hanya memutar mata malas.


“Mau kencan ya. Eh...tapi Lo kan jomblo kencan sama siapa coba!”


“hm...atau jangan-jangan Lo kencan sama genderowo ya...hahaha...yang benar aja atau sama bang Ujang tukang bakso”  gelak Vino mengejek Della.


 


Muka Della sudah memerah karena marah, rasanya sangat ingin menampar mulut lemas Vino.


“Vino sialan! Lo bisa gak sih sehari aja gak bikin masalah hah..!” pekik Della sambil melempari batu kecil pada Vino.


“Sorry jah, bukan nya gue gak bisa tapi emang udah jadi kebiasaan gue” ucap Vino tanpa merasa bersalah sambil menghindari lemparan Della.


“Kebiasaan pantat lo hah! Lo benar benar minta gue pukul ya, sini Lo!” geram Della sambil mendekati vino.


“Eh mau ngapain!” ledek Vino pura pura ketakutan sambil menghindar dan berlari kerumahnya.


“Jangan lari Lo!” sambil berusaha mengejar Vino.


Dan berakhir lah kejar-kejaran antara mereka. Ditambah Della melempar apa saja ia dapatkan pada Vino.


“Vino sialan! Jangan lari Lo...” teriak Della masih mengejar Vino yang telah berlari kocar-kacir kedalam rumah.


Tia dan Rendy yang lagi nyantai bersama hanya menatap acuh kelakuan mereka.


Buk...


Prang...


Entah berapa kali terdengar barang barang yang di lempar mereka.


“Mas, kita seperti lagi nonton Tom and Jerry aja versi manusia” ucap Tia yang terus melihat kearah kedua manusia itu.


“Kamu benar, kita gak perlu liat tv didunia nyata aja ada” angguk Rendy.


 


Ditempat kedua anak manusia itu masih belum ada yang mengalah satu sama lain.


“Sini lo!” geram Della dengan rambut sudah kusut seperti habis diterpa angin. Begitu juga dengan Vino.


Hap...


“Dapat Lo, sini Lo!” ejek Della yang telah memegang sebelah kaki Vino.


Vino yang tak siap langsung terjungkal ke atas karpet. Della yang tak ingin kehilangan kesempatan langsung menggebuk muka vino dengan tas nya.


“Rasain Lo!” cibir Della tersenyum senang karena mendapatkan keinginan nya.

__ADS_1


“Anjir...sakit muka gue, jangan kuat kuat ijaaah...” pekik Vino dengan wajah tak berdaya.


“Bodo amat” acuh Della yang terus memukul vino sampai puas.


 


“Mas kayaknya harus dihentikan, rumah kita udah kayak kapal pecah gara gara tukang onar itu!” kesal Tia yang melihat semua isi rumah nya berserakan.


“Kenapa gak dari tadi si mi!” sungut Rendy yang juga mulai pusing.


Tanpa menjawab Tia langsung mendekat kearah kedua manusia berbuat onar itu.


“Stop!” teriak Tia dengan suara keras.


“Dellaaaa udah ya kasian anak Tante, huaaaaa...anak ku!” dramatis Tia saat melihat anak nya yang sudah menjadi bual bualan Della.


Ditambah lagi posisi anaknya diduduki oleh Della seperti sofa saja.


“Mami... bantuin vinoo!” tangis Vino yang sudah tak berdaya dibawah Della.


“Dellaaaa...!” teriak ibu Della yang telah melangkah kesana dan langsung menarik telinga anaknya itu.


“Aduh sakit Bu!” keluh Della.


“Puas kamu main main disini hah! bikin malu aja” geram ibu sambil menarik anaknya itu pergi dari sana.


 


Melihat Della telah dibawa pergi, Vino langsung lega.


“Alhamdulillah, pergi juga. Hiks...hiks...muka gue!” tangis Vino saat merasa ngilu area wajah nya ditambah bibirnya sedikit membengkak habis ditampar Della.


Berbeda dengan Rendy, ia malah ketawa melihat keadaan anaknya.


“Hahaha... makanya jangan suka gangguin singa lagi tidur, nah kan dapat hadiah kamu”


Vino manyun, “papi keterlaluan anak lagi kesakitan bukan di kasihani malah diketawain!”


“Biarin, itu sih derita kamu, haha...aduh!” ringisnya yang merasa cubitan istrinya.


“Sakit mi, kok papi dicubit sih” cemberut Rendy.


“Siapa suruh ketawain anak aku” ketus Tia.


Rendy hanya mendengus cemberut sambil mengusap bagian dicubit istrinya tadi.


 


* * *


 


Della yang dibawa ibunya tadi, terlihat sedang duduk cemberut diceramahi abis-abisan oleh ibunya.


Bukan itu saja disana juga ada Anna dan Gea yang baru tiba beberapa menit yang lalu. Mereka hanya ketawa kecil melihat muka kusut Della.


“Kamu dengar ibu ngomong gak sih!” kesal ibunya yang melihat sang anak hanya diam.


“Ck, dengar kok Bu” jawab Della dengan muka malas.


“bikin ibu malu aja, tadi ngapain coba kamu mukul muka vino sampai bonyok gitu” tanya ibu nya dengan nada marah.

__ADS_1


“Itu salah dia, dia yang mulai duluan” acuh Della.


“Masalah nya apa sampai kamu pukul gitu anak orang hah...!”


“Owh, itu karena dia tuduh aku kencan sama genderowo sama bang Ujang tukang bakso. Siapa yang gak kesal coba ditambah muka songong dia itu, bikin mood aku buruk” jelas Della yang terlihat masih kesal.


Ibunya hanya terdiam begitu juga dengan Anna dan Gea, mereka tak menyangka cuman gara gara masalah sepele sampai bertengkar begitu.


“Jadi...cuman itu doang!” tanya ibunya dengan wajah tak berdaya.


“Bukan itu saja sebenarnya aku lampiaskan yang dulu dulu” jawab Della dengan nada santai.


Ibunya hanya geleng-geleng kepala setelah mendengar semuanya.


“Hah...ada ada aja!” desah Anna.


“Gak salah gue cap kalian bagaikan tom and Jerry” sambung Gea.


“dah lah, rapikan tu rambut” ucap ibunya, kemudian beranjak dari sana.


Della hanya mengangguk karena sadar rambutnya sudah kusut seperti tak dirawat.


“Bentar gue kekamar dulu” ucapnya pada Anna dan Gea.


“Ya udah sana” angguk mereka. Lalu Della pergi ke kamar nya.


 


“Heran gue, makin kesini makin parah” ujar Gea yang hanya dianggukan oleh Anna.


“Hahaha...tapi seru juga melihat mereka ribut begitu” gelak Anna.


“ishh...Lo mah malah mendukung” Degus Gea.


“biarin, lagian kita gak tau sampai kapan mereka kek begitu”


“iya sih. Eh...tapi kalo misalnya mereka berjodoh apa yang akan terjadi nanti ya”


“entahlah”  


 


“Kalian ngomongin apa? Ngomongin gue ya!” tukas Della yang telah keluar dari kamar.


“Ck, siapa juga yang ngomongin Lo, gak guna” elak Gea.


“Udah, mendingan kita langsung berangkat nanti lama lama anak-anak gue ribut dirumah” lerai Anna teringat ketiga anak-anaknya hanya ia tinggalkan dengan Kelvin suaminya.


“Beda ya bagi yang udah berumah tangga” cibir Della.


“Iya iya lah, emang lo yang kerjaannya ribut mulu sama tetangga!” ejek Gea.


“suka suka gue” ketus Della sedikit dongkol.


“udah ah, jangan ribut. Buang buang waktu aja” lerai Anna sedikit kesal. Lalu melangkah keluar diikuti oleh Della dan Gea.


Sebelum itu mereka juga tak lupa pamitan dengan Yuni dan Anton.


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2