
Sekarang Anna sama Kelvin sudah berada di kafe dekat sekolah. Mereka disana menunggu Sinta yang katanya mau ngomong sesuatu penting.
Dan akhirnya orang yang ditunggu nongol juga, padahal keluar nya samaan tapi entah apa yang dilakukan Sinta sampai harus ditunggu segala.
"hahh, sorry kelamaan"
"hmm" hanya itu jawaban dari kedua pasangan itu.
Setelah duduk baru Sinta mulai pembicaraan nya.
"ginii gue mau..." belum selesai berbicara tiba tiba saja dipotong pelayan yang mengantarkan minuman.
Setelah pelayan itu pergi baru Sinta melanjutkan kembali,
Anna terlihat sudah penasaran sekali.
"apa benar kalian sudah menikah?"
Keduanya langsung terdiam dan kaget mendengar kalimat yang keluar dari mulut Sinta.
Melihat reaksi kedua nya Sinta tambah yakin.
"maksud lo?" tanya Kelvin pura pura tak mengerti.
Lalu Sinta mengeluarkan sebuah foto dan memberikan pada Anna dan Kelvin.
Disaat keduanya melihat foto itu tambah kaget, itu adalah foto mereka saat melangsungkan pernikahan.
Yang bikin keduanya heran adalah dari mana Sinta mendapatkan nya.
"i-ni...lo dapat darimana?" tanya Anna sedikit gugup.
Untuk Kelvin hanya diam tapi raut wajahnya terlihat penasaran sambil menatap tajam kearah Sinta.
"itu gue dapat didalam laci meja Gea" jujur Sinta.
Mendengar jawaban dari Sinta, Anna hanya mendesah kasar.
"teruus kalo sekarang lo udah tau kebenaran nya, lo mau apa?"
kata Kelvin dengan suara tegasnya sambil menatap tajam Sinta.
"gue gak mau ngapain kok, gue juga gak bakalan bilang sama anak-anak lain"
jawab Sinta dengan tenang sambil tersenyum tulus.
Kelvin sama Anna terlihat tak percaya karena ia tau seperti apa Sinta.
Sinta yang tau keduanya tak mempercayainya mendesah lemah.
"gue tau sebelumnya gue pernah pengen memisahkan kalian berdua dan mau merebut Kelvin tapi sekarang gue sadar cinta itu gak bisa dipaksain, gue juga pengen berubah menjadi lebih baik.
__ADS_1
Apalagi sekarang papa gue ditahan, gue,gue..."
Belum selesai melanjutkan air matanya langsung mengalir.
Anna mendengar kejujuran Sinta hanya diam, apalagi saat melihat Sinta menangis ia jadi gak tegaan.
Berbeda dengan Kelvin terlihat acuh acuh saja tanpa merasa iba sedikit pun.
"oke, kita percaya sama lo, udah jangan nangis lagi"
kata Anna dengan suara lembutnya.
"makasih ya, nanti kapan-kapan gue mampir kerumah kalian"
jawab Sinta mulai tenang sambil tersenyum.
"oke, tapi jangan lupa bawa makanan ya"
ucap Anna dengan mata berbinar binar. Entah mengapa ia jadi senang begini, mungkin anak dalam perut nya yang pengen.
Sinta hanya mengangguk saja sambil tersenyum melihat Anna.
"hmm...viin apa Anna lagi isi, gue liat tingkah agak aneh gitu"
tanya Sinta dengan pelan pada Kelvin.
Kelvin hanya mengangguk saja tanpa ada senyuman sedikitpun.
"ya udah, kalo gitu gue balik dulu ya, dan ini siapa yang bayar"
pamit Sinta sudah mulai akrab.
"iya, biar Kelvin aja yang bayar"
jawab Anna.
Setelah itu, Sinta langsung pergi dari sana.
"yank, apa benaran Sinta bisa dipercaya?" tanya Anna.
"kelihatan nya sih dia tulus dan jujur, kalau pun dia nyebarin ya kita tinggal bilang aja semua nya"
jawab Kelvin dengan santai.
"teruus nasib kita gimana, apalagi aku yang sekarang lagi hamil?"
cemas Anna.
"udah ya, gak usah dipikirin dulu, nanti kalo terjadi serahin aja sama suami kamu"
"iye iye, suami aku emng the best"
__ADS_1
Kelvin hanya terkekeh mendengar kata Anna.
"ya udah yuk pulang"
"bentar aku bayar dulu"
Setelah selesai membayar, mereka baru pergi.
~ " ~
Saat sampai di rumah, mereka melihat ada sebuah mobil ada didepan rumah nya.
"Ada tamu kayaknya yank" kata Anna yang saat ini melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah.
"iya, mommy tamunya"
jawab Kelvin yang dari awal sudah tau itu mobil sang mommy.
Anna yang mendengar nya terlihat senang dengan cepat ia masuk dan mencari mommy Diana.
"den didalam ada ibu ibu katanya dia mom aden apa benar?"
kata Mang Udin karena ia belum pernah bertemu orang tua sang majikan.
"iya mang, itu mom saya"
"owh gitu"
Lalu Kelvin melanjutkan langkahnya kedalam.
"huaaa...mom Anna kangen" teriak Anna sambil memeluk mommy Diana yang sedang asyik membuat kue bersama bik Inah.
"aduh mantu kesayangan mom, mom juga kangen tau, makanya mom kesini"
balas mommy Diana sambil memeluk hangat mantunya itu.
"hehehe...maaf ya mom aku jarang main kerumah mom"
"gak papa, mom tau"
Anna hanya tersenyum senang mendengar nya.
"ganti dulu pakaian kamu,"
suruh Diana karena melihat Anna masih berpakaian sekolah.
"oke mom,"
Setelah itu, Anna pergi menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di atas.
Diana sama bik Inah melanjutkan kegiatan nya kembali.
__ADS_1
* * *