Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
99. (S2) Camer


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Setelah menghabiskan waktu cukup lama berdua, mereka akhirnya berencana untuk kembali pulang karena waktu juga telah menunjukkan pukul sebelas malam.


Della juga masih terlihat sangat bahagia sekali mendengar semua pengakuan tulus dari orang yang ia cintai. Awalnya ia pikir cintanya hanya akan bertepuk sebelah tangan ternyata malah sebaliknya. Semua nya terdengar sangat tulus dari kata-kata dan nada yang keluar dari mulut Vino.


Namun, satu hal yang masih ia fikirkan dan sedih kan yaitu tentang matanya. Tidak mungkin ia selalu menyusahkan Vino dan keluarga nya terus menerus yang ada nanti membuat mereka muak, itu lah yang selalu ia Pikirkan. Padahal belum tentu itu akan terjadi.


Vino yang sedang menyetir menoleh kearah Della dengan ekspresi bingung saat melihat raut sedih itu.


"heii... kenapa berubah sedih begitu? apa ada masalah?" Vino bertanya dengan nada lembutnya.


Mendengar itu, Della dengan cepat menggelengkan kepala.


"tidak..." walaupun ia menjawab seperti tetap masih terdengar sedih bagi Vino.


"kalo ada apa-apa bilang aja, apalagi sekarang hubungan kita sepasang kekasih, ah...tidak lebih tepatnya aku calon suami kamu" kata Vino sambil mengedipkan sebelah mata dengan diiringi senyuman indahnya. Ya mereka telah sepakat mengubah cari panggilan nya bukan Lo gue lagi.


Wajah Della menjadi memerah malu saat mendengar nya dengan bibir sedikit manyun.


Vino hanya ketawa pelan karena berhasil menggoda Della.


"kamu mau langsung pulang atau nginap di apartemen aku saja. kamu kan belum pernah kesana" Vino mencoba menawarkan nya atau lebih mencoba tepatnya mengajak Della.


"emang kamu mau dimarahin orangtua aku. Yang ada nanti terjadi kesalahpahaman" Della bertanya balik yang tak paham dengan jalan pikir Vino.


"marah buat apa coba. kesalahpahaman apa sih kan aku cuman ngajak kamu nginap doang bukan melakukan hal-hal yang buruk" ujar Vino dengan raut bingungnya.


"atau kita melaksanakan pernikahan dengan cepat biar bebas melakukan apapun gak ada yang marah lagi" kata Vino lagi tiba-tiba mendapat sebuah ide cemerlang. Lalu melirik Della yang hanya diam tak menjawab sepatah katapun.


Vino tampak kebingungan, "kok diam sih, aku ngomong salah ya?" yang mulai khawatir dengan kediaman Della.


Kemudian ia melihat bahu itu bergetar dan air mata terjatuh dari mata Della.


Vino semakin khawatir, apa mungkin ia salah ngomong dan membuat Della bersedih. Dengan cepat Vino menepikan mobilnya dan berhenti, lalu mengusap air mata itu.

__ADS_1


"heii... kenapa menangis? apa itu membuat kamu sedih. maaf ya jika itu membuat kamu sedih" dengan lembut Vino memeluk kekasihnya itu. Namun, Della menggeleng.


Vino mengerutkan dahinya, "terus kenapa?"


"K-kamu kan tau dengan kondisi ini..."


Akhirnya, Vino mengerti apa yang membuat kekasih nya itu menjadi sedih.


"aku kan sudah pernah bilang, aku kan usahakan mencari pendonor buat kamu sampai kapanpun sampai kamu bisa melihat seperti semula lagi. Jadi kamu gak usah memikirkan itu lagi. Aku kan udah bilang bagaimanapun kondisi dan keadaan kamu, aku selalu mencintai kamu dan menyayangi kamu..." Jelas Vino sambil menangkup pipi Della dengan tatapan lembut dan sayangnya.


"sekarang udah nangisnya, nanti mata kamu jadi bengkak loh" kemudian mengecup singkat bibir itu, yang membuat Della kaget.


"huaaaa...bibir gue udah gak suci lagi" batin Della histeris. tapi disisi lain ia juga senang.


Melihat kekagetan Della, Vino hanya terkekeh pelan, kemudian melanjutkan perjalanan nya kembali.


"jadi bagaimana? mau ke apartemen aku tau kerumah kamu?" Vino bertanya lagi dengan tangan sibuk menyetir mobil.


Della terdiam sejenak kemudian menjawab, "terserah" yang kata itu yang keluar dari mulutnya.


Mendengar kata 'terserah' itu membuat Vino mendesah pendek. Lalu menelpon camer nya.


Beberapa saat setelah itu, Vino hanya tersenyum canggung habis mendengar ceramahan Yuni.


Itu lah ceramah panjang dari Yuni calon mertuanya yang membuat Vino tersenyum kikuk.


Della sendiri tidak mendengarnya karena ia terlelap.


...----------------...


Tak berselang lama akhirnya sampai didepan rumah Della.


Melihat kekasihnya terlelap nyaman, ia jadi tidak tega membangunkan nya. Jadi dengan lembut Vino mengendong nya.


Didepan pintu Yuni telah berdiri membukakan pintu saat mendengar mobil itu datang.


Melihat Vino menggendong anaknya membuat Yuni tersenyum geli.


"Ketiduran ya" celetuk Yuni.

__ADS_1


"iya Tante, jadi gak tega bangunkan"


"ya sudah langsung antar kekamar aja"


Lalu Vino pergi kekamar Della.


"ah mereka memang cocok. gak salah aku menerima Vino jadi mantu. mungkin sebentar lagi aku harus siap-siapkan semuanya. Gak sabar deh nanti dapat cucu hihihi..." Yuni terlihat antusias sekali ingin anak satu-satunya menikah dengan Vino dan memiliki cucu. yah itulah keinginan Yuni selama ini. Apalagi ia liat semua teman anaknya itu sudah pada menikah dan punya anak.


"aku harus kabarin si jeng nih, pasti dia belum tau!" maksudnya mami Vino yang berada jauh diluar kota.


Sebenarnya, sebelumnya Yuni sudah tau tentang rencana Vino yang akan mengungkapkan perasaan nya, karena Vino sendiri yang mengatakan padanya dan Anton suaminya. Dan tentu saja mereka mengizinkannya dengan semangat.


Selesai mengantar Della kekamar, sebelum balik Vino berbincang-bincang sebentar dengan kedua camer nya itu.


15 menit kemudian, Vino pamit balik karena ia juga butuh istirahat apalagi besok ia juga harus bekerja.


...----------------...


Tak terasa ayam sudah mulai berkokok, matahari sudah mulai terbit diufuknya. Di dalam sebuah kamar seorang pria masih enakan tidur dalam selimut tebalnya tanpa terusik dengan pantulan sinar matahari mengenai wajah nya.


Namun, beberapa saat setelah itu ia akhirnya terbangun dengan setengah sadar.


"hoaaam...cepat amat paginya, padahal baru sebentar tidur" oceh pria yang tak lain adalah Vino sambil menguap lebar. rasanya belum ikhlas untuk bangun.


Drtt...drtt...


terdengar getaran dari handphone Vino yang tergeletak diatas nakas.


Dengan malas Vino mengambil dan menerima panggilan nya entah dari siapa karena terlalu malas melihat nya.


"tuan saya telah menunggu diluar, kapan tuan akan keluar dari sana?" kata seseorang dari sana yang tak lain adalah Arya sekretarisnya.


"ck, sepagi ini kau kesini!" Degus Vino ekspresi kesal.


"ini sudah jam setengah delapan tuan"


Mendengar itu, Vino mengumpat kesal. Lalu bergegas pergi kekamar mandi. ia tak menyangka akan bangun selama itu. Mungkin ini efek dari kebahagiaan semalam ia jadi terbawa mimpi dan ketiduran.


15 menit kemudian, Vino telah selesai dan rapi dengan setelan kantornya. Lalu berangkat kekantor bersama Arya. Untuk sarapan pagi ia sudah terbiasa makan dikantor atau Restoran terdekat karena terlalu males memasak sendiri.

__ADS_1


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2