
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Keesokan harinya, di kantin kantor Della terlihat kurang semangat sambil mengaduk-aduk minumannya dari tadi.
Tiara tampak keheranan dengan sikap Della sejak dari tadi tidak ada yang lalu dari mulutnya yang diaduk-aduk gak jelas.
"Lo kenapa sih Del, kayak orang gak punya semangat hidup aja. apa masih teringat sama mantan buruk Lo itu! ck, ngapain lo mikirin cowok brengsek begitu, mendingan Lo pikirin diri sendiri..." ucap Tiara panjang lebar dengan raut berubah-ubah. Tiara sudah tau apa yang menimpa Della waktu itu karena mau bagaimanapun dia tetap termasuk temannya di kantor.
Della hanya diam dengan wajah murungnya dan sesaat kemudian ia baru menjawab, "bukan dia raa...ini beda ceritanya. tapi gue gak bisa cerita" Jelaslah dia tidak ingin cerita karena itu pasti akan diledek dan digodain Tiara.
Kening Tiara mengerut mendengarnya, "masalah pribadi ya sampai gak mau cerita"
Della hanya mengangguk asal sebagai balasannya.
"ya udah, tapi minumannya jangan diaduk-aduk aja diminum dong biar lebih relaks dan pikirannya bisa lebih tenang" kata Tiara dengan bijak sebab sedikit jengkel melihat sikapnya.
Beberapa saat kemudian, Della kembali ke ruangan kerjanya namun, dia dapat panggilan dari bosnya yang tak lain adalah Kelvin.
Tok, tok...
Della langsung mengetok pintu tersebut.
"masuk"
Lalu Della masuk dengan sopan dan sedikit santai karena mau bagaimanapun Kelvin termasuk temannya juga.
"ada apa pak?" Della bertanya dengan nada sopan nya sambil menatap kearah Kelvin yang duduk ditempat kerjanya.
Kelvin sedikit mendelik tak suka, "gak usah panggil pak, kerasa udah tua aja gue!" tutur kelvin dengan nada santainya.
Della menyengir, "iya deh, gue panggil tuan muda aja biar lebih enak" kata Della sambil tersenyum kecil.
"serah Lo yang penting gak formal. nah, gue panggil Lo cuman mau bilang mulai sekarang Lo harus jadi sekretaris gue soalnya si Alex gak kerja disini lagi" jelas Kelvin.
Della sedikit kaget, "eh, Lo pecat dia" tanya Della keheranan.
"kagak, dia yang minta" geleng Kelvin.
"bagaimana Lo mau kan, kalo gak mau gue gak maksa juga. mungkin besok gue bakalan cari yang lain"
Della terdiam beberapa saat sambil berpikir, setelah itu ia berkata, "hm...ya udah deh. gue terima" karena gak ada ruginya juga malahan gajinya tinggi lebih dari karyawan biasa.
Kelvin mengangguk puas karena dia gak akan susah cari orang lain, sebenarnya ini juga permintaan Anna istrinya.
"Lo mulai bekerja sekarang" tegas Kelvin yang kembali beralih menatap layar laptop nya.
__ADS_1
Della hanya mengangguk patuh dan pergi keruangan yang bisanya di tempati oleh Alex.
...----------------...
Disisi lain, tepatnya di perusahaan Erlang Company, didalam ruangan CEO.
Terlihat seorang pria yang tak lain adalah Vino yang telah memimpin perusahaan papinya. Dia tampak sedang fokus membolak-balikkan berkas diatas meja kerjanya dan sebuah laptop.
"aish... ternyata menjadi seorang CEO gak segampang gue pikirkan" Vino sedikit mengeluh sambil menatap satu persatu isi dalam kertas tersebut.
Tok, tok... terdengar suara ketukan pintu.
"masuk" ucap Vino dengan nada dinginnya, tidak seperti biasanya karena mau bagaimanapun dia seorang bos jadi harus rada-rada tegas dan dingin.
Lalu masuk seorang wanita berpakaian cukup terbuka sambil tersenyum seperti sengaja menggoda atasannya.
"ada apa!" Vino terlihat sangat tak suka sekali dengan penampilan wanita itu.
"maaf mengganggu pak, saya kesini hanya ingin meminta paraf dari bapak" kata wanita dengan suara lembut dibuat-buat sambil membungkukkan sedikit badan kearah Vino.
Vino mengusap wajahnya dengan kasar, bukan karena tergoda tapi dia merasa tak suka dan jijik melihat semuanya.
"mana" minta Vino dengan nada ketus.
"ini pak" sambil menyerahkan berkas tersebut pada Vino.
"besok jangan sampai saya melihat penampilan seperti itu lagi, kalo tidak ingin saya tendang keluar!" tegas Vino dengan nada tenang tapi terdengar kasar.
Wanita itu yang telah berada dekat pintu langsung terduduk malu.
"baik pak" cicitnya dengan ketakutan.
Setelah wanita itu keluar, Vino mengumpat sendiri dengan raut kesalnya.
"sialan! apa-apaan coba, dia pikir kantor gue club malam berpakaian kek gitu, ck... menjijikkan!"
"lagian papi gimana sih mau aja terima karyawan kek begitu" gerutu Vino.
Saat sibuk mengomel-ngomel tak jelas, terdengar nada dering ponselnya bertanda ada pesan masuk.
"siapa sih ganggu saja!" lalu mengambil ponselnya.
"eh, apaan nih!" Vino melotot, disana dia melihat sebuah foto yaitu seorang wanita sedang berciuman dengan seorang pria, yang dikirim oleh nomor tak dikenal.
Vino terdiam dan terus melihat berkali-kali untuk memastikan.
"gak mungkin!" ucap Vino dengan nada tak percaya.
"ini pasti editan" Vino masih tetap tak percaya dan terus menatap foto tersebut.
__ADS_1
"gak mungkin dia bohongin gue, dia gak mungkin selingkuh. ini pasti editan" Vino terus menggeleng tak percaya. Lalu mencari nomor kontaknya.
Namun, saat ditelpon tidak diangkat. Vino terus mencoba beberapa kali tapi tetap tak diangkat-angkat.
"gue coba ibunya" lalu Vino menelponnya. Dan ternyata diangkat.
"halo tante!" ucap Vino sedikit tergesa-gesa.
"iya, kamu Vino kan, ada apa telpon tante?"
"iya tante. apa Cici ada dirumah!" Yap dia adalah ibunya Cici dan foto barusan dia lihat itu Cici sendiri bersama pria lain.
"gak, sekarangkan masih jam kantor jadi dia belum pulang. kenapa kamu bertanya begitu? tante dengar kamu kayak terburu-buru, ada apa?"
Vino mendesah karena dia baru ingat sekarang masih jam bekerja jadi jelas Cici tidak ada dirumah.
"gak apa-apa tante, maaf gangguin tante ya sudah aku matiin"
"ya gak papa"
Setelah mematikan panggilan dari ibunya Cici. Vino langsung bersandar di kursi kerjanya sambil mengusap wajah nya.
Pikiran nya masih melayang tentang foto tersebut dan juga dia penasaran dengan sang pengirim.
"siapa sih yang mengirim" bingung Vino dengan gusar.
"ci...apa kamu benar bermain dibelakang aku? apa ini penyebab kamu selalu beralasan saat aku ajak jalan!"
"tapi, kenapa? selama ini aku selalu percaya dan menuruti semua keinginan kamu.."
Cukup lama ia termenung memikirkan yang belum pasti tersebut. Setelah itu, ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
...----------------...
Ditempat lain, di dalam sebuah ruangan sepi terlihat seorang wanita sedang berciuman panas dengan seorang pria. Bukan hanya itu saja mereka juga telah telanjang bulat tanpa memakai sehelai benang pun.
Mereka melakukan dengan nekat dan penuh kenikmatan sampai lupa dengan statusnya.
...
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
Salam hangat semuanya semoga sehat selalu 😊😘
Maaf ya author hanya bisa update satu chapter sehari, soalnya author juga punya banyak kesibukan. Tapi nanti hari Minggu bakalan author usahakan up duoble 😁 Terimakasih semuanya tetap semangat kasih dukungan nya
See you next chapter...
__ADS_1