
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Disekolah semua murid dan beberapa guru terlihat masih syok setelah mendengar pengakuan dari Kelvin beberapa menit yang lalu. Apalagi Mona dan Sarah mereka hampir pingsan saat mendengar nya tapi yang lebih parah hanya Mona.
"i-ni gak mu-ngkin" ucap Mona masih tak percaya sambil menggelengkan kepalanya.
"g-ue pasti salah dengar" sambung Mona yang terlihat masih tak ingin menerima kenyataan nya.
Berbeda dengan Sarah, walaupun dia sempat syok dan tak percaya tapi tidak terlalu memikirkannya karena itu bukan urusan nya juga, hanya Mona yang terlalu terobsesi untuk mendapatkan Kelvin.
"Mon, lo yang sabar, gue yakin pasti ada cowok lain yang lebih tampan dan lebih kaya dari Kelvin" ujar Sarah yang merasa kasihan dengan keadaan temannya itu.
Tapi Mona tetap menggelengkan kepalanya, Sarah hanya menghela nafas berat melihatnya.
"Sar, bawa gue ke UKS, gue butuh istirahat" ucap Mona yang seperti orang linglung, berjalan pun ia terlihat sempoyongan karena masih merasa syok.
Sarah hanya menuruti saja dan membantu Mona berjalan pergi ke UKS.
"anjiiir...gue gak nyangka Mona sampai kek gini, kayak orang baru liat hantu aja" batin Sarah.
Dua orang cewek yang ternyata memperhatikan keduanya dari tadi hanya ketawa cekikikan, apalagi saat melihat reaksi Mona. Siapa lagi kalau bukan Gea dan Della.
"hahaha...gue benar benar ngakak liat muka tu anak" ucap Gea sambil memegang perutnya karena tertawa terlalu berlebihan.
"yang lebih ngakak nya lagi jalan dia, harus dipapah kek gitu, kalau gak gue yakin tu anak bakalan jatuh, hahahaha..." Della juga seperti itu sampai keluar air mata nya terlalu banyak ketawa karena saking lucunya melihat keadaan Mona barusan.
Setelah puas tertawa mereka langsung menghentikan nya dan melangkahkan kakinya pergi ke kelas.
"gue yakin pasti dia yang menyebarkan foto Anna itu karena cuman dia yang gak menyukai Anna karena dia tau sebelumnya Anna kan pacaran sama Kelvin padahalkan dah lebih dari itu" tebak Gea penuh keyakinan karena firasatnya mengatakan seperti itu, apalagi saat melihat reaksi berlebihan Mona tadi.
Della hanya mengangguk saja karena yang dibilang Gea masuk akal juga.
"apa Kelvin juga berpikiran sama seperti kita gak ya?" pikir Gea.
"hmm...gak tau juga sih, tapi mungkin aja" Della hanya mengedikkan bahu karena tak terlalu yakin.
"apa kita temui Kelvin dan yang lain dulu?" saran Gea yang sebenarnya ingin mengatakannya pada mereka.
"ck, gak usah, lagian kita juga belum yakin soalnya belum ada bukti nya juga. Nanti Kelvin juga bakalan tau sendiri nya" larang Della karena tak ingin menuduh yang belum tentu benar.
"dah yuk masuk" ajak Della yang hanya dianggukan oleh Gea. Karena yang dikatakan Della sebelumnya juga benar.
__ADS_1
Tapi sih emang firasat nya sangat kuat mengarah pada Mona sebagai pelakunya.
Berbeda dengan Kelvin dia hanya terlihat acuh tak acuh saja tanpa ada beban sedikit pun. Waktu menjelaskan didepan umum saja ia masih terlihat biasa saja tak ada gugup sama sekali.
Ketiga sahabat nya yang melihat itu hanya memaklumi saja karena memang sifat Kelvin seperti itu.
"eh, Vin. apa lo gak mau cari tau siapa yang menyebar foto itu?" tanya Angga sedikit penasaran.
"iya Vin, rasanya gue pengen nonjok tu muka orang. kayak gak ada kerjaan aja pakai nyebarin foto orang segala" gerutu Vino yang terlihat sangat kesal.
"lah kalau misalnya orang nya cewek gimana, apa lo masih mau nonjok" ledek Bobby yang entah kenapa suka sekali ngeledekin Vino.
Vino hanya mendengus dan menatap kesal sahabat nya itu,
"bodoh amat gue tetap nonjok tapi pakai kaki" ketus Vino karena kesal mendengar ledekan Bobby.
"kenapa kagak pakai bibir lo aja?"
ledek Bobby lagi semakin menjadi jadi.
"lu bisa diam gak, bikin gue kesal aja" ketus Vino yang terlihat sangat kesal.
Bobby hanya cengar-cengir melihat kekesalan Vino, rasanya sangat menyenangkan membuat sahabatnya yang satu itu jadi kesal.
"jadi gimana Vin?" tanya Angga kembali membahas topik sebelumnya yang sempat tertunda gara gara bacotan kedua sahabatnya itu.
"gue udah tau" jawab Kelvin nada santainya.
"eh..." kaget Angga, begitu pun dengan Bobby dan Vino.
"truuus siapa pelakunya Vin?" desak Vino yang diikuti oleh Bobby dan Angga.
"siapa lagi kalau bukan si cewek centil" ketus Kelvin yang terlihat tak ingin sekali menyebut namanya.
Ketiga tau siapa maksud Kelvin langsung geleng geleng kepala.
"ternyata dia lebih nekat dari pada Sinta waktu itu" ucap Bobby sambil geleng-geleng kepala yang tak mengerti jalan pikiran Mona.
"mungkin itu udah hobinya kali" celetuk Vino.
"bukan hobi tapi udah makanan sehari-hari" sambung Angga.
"tapi ngomong-ngomong mana orang nya gue kagak liat dia masuk kelas dari tadi" ucap Vino karena tak melihat keberadaan Mona dikelas.
__ADS_1
"mungkin masih syok makanya gak sanggup masuk" ejek Angga.
Tak lama setelah itu guru yang mengajar masuk, mereka langsung menghentikan pembicaraan nya.
...----------------...
Beberapa jam kemudian, bel pulang berbunyi akhirnya semua murid langsung bersorak dan berhamburan keluar. Begitupun dengan rombongan Kelvin termasuk Della dan Gea mereka langsung bergegas pulang kerumah masing-masing.
Didalam sebuah mobil terlihat tiga orang cewek yang sedang berdebat mereka tidak lain ialah Mona, Sarah dan sinta.
Lebih tepatnya Mona dan Sarah yang marah kepada Sinta.
"lo kenapa gak kasih tau gue dari awal sih?" geram Mona karena pas di uks tadi sepupunya itu menemui nya dan mengatakan kalau dia sudah tau semuanya tentang hubungan Kelvin dan Anna dari awal.
"iya, Mona itu kan sepupunya lo sin" kata Sarah yang juga bingung dengan jalan pikiran Sinta.
"terus kalo kita sepupuan gue harus kasih tau semuanya gitu, ck...ogah gue" ketus Sinta.
"kok lo gitu sih sama gue sin, ingat baik baik gue ini sepupu lo dari kecil kita selalu bersama" dramatis Mona terlihat seperti orang tersakiti.
"bersama pantat lo, dasar banyak gaya. dah lah gue mau keluar" Sinta sudah muak mendengar sepupunya itu, lalu dengan acuh ia keluar dari mobil Mona dan pergi mendekati Winda yang sedang menunggunya dari tadi.
Mona yang melihat tingkah sepupunya itu hanya mengumpat kesal.
"lah, kek gitu amat sepupu lo itu, heran gue. padahal kan dulu dia juga sama kayak lo" heran Sarah.
"ck, gak tau gue, mungkin benaran udah tobat kali"
"yang benar aja dia tobat, kagak yakin gue"
"terserah lo, gue mah bodoh amat"
Setelah berkata seperti itu, Mona langsung menghidupkan mesin mobilnya dan pergi dari sana.
"kita kemana dulu nih?" tanya Mona pada Sarah yang berada di sebelah nya.
"umm... nongkrong dulu lah" jawab Sarah sedikit bersemangat.
Dan Mona hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
🌷🌷🌷
Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 😁
__ADS_1