
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Didepan kaca dalam kamar, Kelvin terlihat sedang bergaya dengan sesekali bersiul saat melihat ketampanan nya didepan kaca.
Anna yang memasuki kamar hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kelvin.
"banyak gaya padahal cuman pergi sekolah" cibir Anna dalam hatinya.
"awas aja kalo sampai tebar pesona lagi didepan para ciwi, gue gosongin tu muka sampai jelek" gerutu Anna yang masih menatap kesal kearah Kelvin.
Kelvin sudah selesai, mengambil tasnya tanpa menyadari keberadaan Anna.
"banyak gaya kamu yank. awas ya kalau sampai tebar pesona lagi" kesal Anna sambil berkecak pinggang.
"aduh yank. aku kagak pernah ya yang nama tebar pesona. Tapi mereka nya aja yang terpesona liat aku" bela Kelvin.
"kamu kan liat sendiri ketampanan suami kamu ini. jadi wajar lah yank..." bangga Kelvin sedikit menyombong.
Anna hanya mendengus dan memutar matanya melas melihat kesombongan sang suami.
"gak usah terlalu percaya diri kamu yank. Diluar sana masih banyak yang lebih tampan dari kamu " ejek Anna yang langsung meruntuhkan kesombongan Kelvin.
"huh..." kesal Kelvin, lalu pergi keluar meninggalkan Anna yang masih berdiri dalam kamar.
"dasar..." Kemudian Anna juga pergi menyusul Kelvin yang akan pergi ke ruangan makan.
Beberapa saat kemudian, selesai sarapan, Kelvin langsung tancap ke sekolah.
Tak lama setelah itu, Kelvin baru sampai di sekolah, ia langsung memakirkan mobilnya di parkiran biasanya.
Kebetulan juga ketiga sahabatnya itu baru datang.
Saat melihat Kelvin keluar dari mobil mereka langsung menyamparin.
"baru datang juga bos" sapa Vino sambil merangkul pundak Kelvin.
"dasar oon lo gak liat apa? gitu aja pakai tanya" gerutu Angga mencibir Vino.
"basa basi bro. gak usah ngatain gue oon juga, dasar teman laknat" Vino menatap jengkel kearah Angga yang seenaknya saja mengatainya oon.
"gak jelas kalian" Bobby hanya memutar matanya melas mendengar perdebatan kedua nya.
"huh...pagi pagi udah ribut kalian. dah lah yuk kekelas " Degus Kelvin yang langsung melangkahkan kakinya ke koridor sekolah, yang diikuti oleh mereka bertiga.
Saat memasuki kelas, Mona sudah menatap Kelvin dengan tatapan centil nya.
"pagi my handsome" sapa Mona nada centil nya.
Kelvin hanya acuh saja dan melewati Mona pergi ke arah bangkunya.
"ngerusak mood gue aja" batin Kelvin.
__ADS_1
"yah di cuekin" ledek Vino yang diikuti oleh Angga dan Bobby.
Mona yang di ledek langsung jadi kesal dan menatap tajam kearah mereka bertiga.
"apa liat liat, mau gue colok mata lo" Vino membalas tatapan nya sambil mencibir kearah Mona.
"ngebet banget ya sama bos kita...awas lho udah ada pawang nya" ledek Angga.
Murid lain yang ada dikelas itu juga ikutan menertawakan Mona yang sudah memerah karena kesal terhadap Vino.
"sialan! dasar cowok bangsat!" umpat Mona dan pergi kearah bangkunya.
"pokoknya gue harus bisa dapatin kelvin" batin Mona.
Beberapa saat kemudian, bel masuk berbunyi, para murid yang masih diluar bergegas memasuki kelas masing-masing.
...----------------...
Di kediaman kedua orang tua Kelvin, terlihat seorang gadis cantik hampir seumuran dengan Anna memeluk erat Diana.
"huaaaaa...Tante, Kikan kangen banget"
"sama, tante juga kangen. udah lama banget gak ketemu"
Selesai kangen kangenan mereka mendudukkan bokongnya diatas sofa.
"tante makin lama makin cantik aja, padahal mah udah tua" puji gadis yang bernama Kikan itu.
"oiya tan, bang Kelvin mana?" tanya Kikan tampak kebingungan.
"sekolah lah. sekarang kan masih jam sekolah"
"oiya tan. Kikan lupa" cengir Kikan sambil tepok jidat.
"dan kamu gak lupa juga kan kalau Kelvin udah nikah" selidik Diana, karena ia tau banget kalau ponakannya itu suka pelupa.
"ingat kok tan, masak tentang itu aja aku bisa lupa"
"mana tante tau, soalnya kan kamu suka lupa orang nya"
"iya juga ya"
"berarti sekarang bang Kelvin tinggal di rumah mertuanya dong" tebak Kikan.
"waktu itu iya, tapi sekarang udah pindah kerumah pribadi nya. kalo kamu mau kesana nanti deh sama tante aja, soalnya tante juga mau kesana" jelas Diana.
Kikan hanya mengangguk saja sambil tersenyum senang, karena sudah tak sabaran ingin ketemu sama abang sepupunya itu.
"gimana? selama ini kamu senang gak tinggal di Lombok"
Yap Kikan selama ini tinggal di Lombok bersama kedua orang tuanya.
"lumayan lah tan" angguk Kikan dengan senyuman hangat nya.
__ADS_1
"oiya...dua bulan lagi kita juga bakalan pindah lagi kesini soalnya papa juga bakalan pindah kerja disini" jelas Kikan yang sebenarnya senang sekali bakalan menetapkan lagi di negara kelahirannya.
"bagus lah, jadi tante bisa sering ketemu sama mama kamu itu" Mona juga ikutan senang karena juga sudah lama tak bertemu dengan adik kandungnya itu.
...----------------...
Beberapa jam kemudian, Kelvin pulang dari sekolah.
Anna yang lagi asyik menonton drakor tak menyadari sedikit pun.
"assalammualaikum" salam Kelvin saat masuk.
"waalaikumsalam, den" jawab bik inah dari dapur.
Tapi berbeda dengan Anna yang berada di ruangan tamu karena terlalu serius menonton ia sampai tak mendengarkan salam Kelvin, padahal mah dekat.
"ni istri budek ya, sedekat ini kagak dengarin salam gue" gerutu Kelvin yang kesal melihat keseriusan sang istri melihat kearah laptop yang dipegang nya sampai tak menjawab salamnya.
Lalu Kelvin berjalan mendekati Anna dan kembali mengucapkan salam dekat telinga Anna,
"assalammualaikum mbak kubur"
Dan Anna jangan ditanya, ia langsung terlonjak kaget tapi untung laptop yang dipegang nya kagak sampai jatuh.
"ya ampun, yaank. ngapain ngucap salam dekat telinga aku" kesal Anna.
"jawab dulu" tegas Kelvin.
"iya, waalaikumsalam suami ku" jawab Anna sedikit jengkel.
"mendingan kamu jangan nonton drakor lagi deh, takutnya nanti benaran budek"
"apa hubungannya coba? ngomong sembarangan aja"
"bukan sembarang tapi emang kenyataan"
"biarin"
Anna yang kesal melanjutkan kembali flm yang ditonton nya tadi.
Kelvin juga pergi ke kamar.
"dasar suami nyebalin. Cuman gara gara itu doang sampai dilarang nonton segala, huh...
Ini flm favorit gue"
gerutu Anna.
🌷🌷🌷
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁🌷...
Salam hangat dari author untuk para readers 😘😘
__ADS_1