Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
93. (S2) Tidak pak!


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Beberapa kemudian, semenjak melihat foto tersebut. Vino sedikit dingin setiap ketemu dengan Cici. Dia juga ingin membuktikan sendiri apakah itu benar-benar Cici atau orang lain yang hanya ingin merusak hubungan mereka.


Sampai sekarang dia tidak tau siapa pelaku pengirimnya. Namun, ia tetap tenang.


Sekarang Vino sedang dalam perjalanan bersama Arya sekretarisnya menuju perusahaan KA Company karena ada pertemuan penting.


"Arya, apa kau memiliki kekasih" tanya Vino sambil duduk bersandar santai di belakang Arya yang sedang menyetir.


Arya yang mendengar pertanyaan Vino sedikit heran.


"tidak pak!" jawab Arya seadanya.


"Aish...kau tidak usah memanggil pak kita seumuran cukup panggil dengan sebutan nama saja. itu terdengar aku sudah tua saja" kata Vino dengan nada tak suka, mau bagaimanapun dia masih muda masak dipanggil pak kan terdengar aneh.


"tapikan anda tetap atasan saya" ucap Arya yang tak ingin bersikap lancang mau bagaimanapun Vino tetap atasannya walaupun mereka seumuran.


Vino hanya mendesah pasrah, "ya sudah terserah tapi kau jangan memanggilku pak saat berdua saja" jelas Vino.


"bagaimana saya panggil tuan saja biar lebih enak didengar" kata Arya memberi ide.


Vino mengangguk saja karena itu lebih baik dari panggilan pak.


"baiklah terserah kau saja" ucap Vino tak terlalu peduli.


"tapi apa kau serius diumur begini tidak memiliki kekasih!" tanya Vino sedikit tak percaya.


"benar tuan, sebenarnya sih saya sempat menjalin hubungan dengan seorang wanita tapi tiba-tiba dia meminta putus sepihak. awalnya sih saya gak terima tapi saat tau kalo dia ternyata selingkuh saya langsung terima. saya sangat sakit hati. semenjak itu saya tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan wanita, saya tidak ingin tersakiti lagi..." jelas Arya panjang lebar dengan tatapan tetap fokus kearah depan depan menyetir mobil, namun nada suaranya terdengar sedih campur marah.


"jaman sekarang mencari wanita yang benar-benar setia dan tulus susah tuan, ya walaupun banyak sih tapi kita sebagai pria harus mencari wanita yang benar-benar tulus bukan ada apanya" ucap Arya lagi dengan bijak.


Mendengar semua itu, Vino sedikit terpikir dengan Cici entah kenapa dia benar-benar yakin kalo Cici bermain dibelakangnya.


"kau benar Arya. Saya sekarang sedang dalam permasalahan itu, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah foto entah dari siapa yang memperlihatkan dengan jelas kekasihku bermain dengan pria lain. walaupun itu belum pasti tapi tetap saja hatiku berkata itu kebenaran. Apalagi akhir-akhir ini dia sangat jarang menghubungi ku" kata Vino dengan nada lemahnya, dia seperti memiliki sebuah beban berat.


Arya sedikit mengerti mendengar perkataan Vino.


"untuk membuktikannya saya sarankan tuan selidiki dulu karena takutnya nanti itu hanya untuk membuat tuan dan kekasih tuan berpisah"


Vino mengangguk, "kau benar, dalam beberapa hari ini saya telah melakukan itu tapi saya belum menemukan kecurigaan sama sekali"


"tuan kalo benar, pasti akan ketahuan juga. sebaik apapun sebuah bangkai disembunyikan pasti akan tercium juga, begitu lah yang terjadi jika kekasih tuan selingkuh" ucap Arya dengan bijak.


"haha... ternyata kau bijak juga ya, kau memang sekretaris terbaik Alvino" kata Vino tertawa senang memuji Arya.


Arya hanya mendengus mendengar pujian tuannya.

__ADS_1


...----------------...


Tak lama setelah itu, mobil yang dikendarai Arya sampai di depan sebuah gedung bernama KA Company yang tak lain adalah milik Kelvin.


Saat telah akan masuk mereka langsung disambut oleh seorang pria.


"silahkan tuan, pak Kelvin telah menunggu di ruangan nya" ucap pria dengan ramah dan sopan. Dan memandu mereka pergi keruangan Kelvin.


Vino mengangguk dan mengikuti pria itu, sedangkan Arya juga ikut dibelakang Vino.


Sesampai di depan pintu, pria itu langsung mengetok nya.


Tok, tok...


"masuk!" Lalu pria membawa Vino dan Arya masuk.


Kelvin yang melihat siapa yang datang langsung menyambutnya dengan senang.


pria tadi juga berbalik keluar.


"ayo duduk" Kelvin langsung mengajak Vino duduk diatas sofa diikuti oleh Arya.


Lalu mereka bercakap-cakap bersama membahas tentang kerjasama diantara mereka berdua.


tok, tok...


mereka langsung menghentikan obrolan saat mendengar ketukan pintu.


Lalu masuk Della dengan gaya anggun nya menghampiri Kelvin, namun saat mata melihat seseorang ia sedikit kaget.


"Vino/Ijah" kata Della dan Vino dengan serempak.


"Lo bisa gak sih gak usah panggil ijah bikin gue kesal aja" sungut Della yang kesal dengan sebutan dari Vino.


Vino hanya cengengesan, "itu tu nama spesial dari gue" ucap Vino tanpa dosa yang hanya ditatap kesal oleh Della.


"udah, kalian kalo bertemu adu mulut terus jadi pusing gue" lerai Kelvin sambil menatap tajam keduanya.


"mana Del" Kelvin meminta pada Della karena sebelumnya ia memang menyuruh Della mencari berkas tersebut.


Lalu Della menyerahkan sebuah map biru pada Kelvin. kemudian, mendudukkan bokongnya diatas sofa panjang sebelah Vino karena tidak mungkin dia duduk dekat Kelvin ataupun Arya.


Kemudian, Kelvin memberikan kepada Vino dan meminta Arya memegangnya.


Saat urusan mereka telah selesai, Vino dan Arya berdiri akan keluar.


"kalo gitu gue balik nih, terimakasih atas kerjasamanya tuan Kelvin" ucap Vino yang hanya disambut senyuman oleh Kelvin.


Lalu ia melihat kearah Della yang hanya diam menatap nya.


"Del, ikut gue sebentar" kata Vino sambil menarik Della keluar dari ruangan dan diikuti oleh Arya.

__ADS_1


"Arya kau pergi lah dulu cari makan atau apa, saya mau ngomong sebentar dengan Della" ucap Vino pada Arya yang masih mengikutinya.


"baik tuan"


Saat telah melihat Arya pergi, Vino membawa Della memasuki mobilnya. Della yang di tarik dari hanya diam saja karena dia juga penasaran apa yang ingin diomongkan oleh Vino.


"Lo mau ngomong apa, sampai gue dibawa kedalam mobil segala" Della langsung bertanya dengan raut bingungnya.


"kagak gue cuman kangen aja sama Lo" jawab Vino sambil tersenyum lebar.


"hah..." Della makin heran tapi dia juga sedikit gugup mendengar kata 'kangen' dari mulut Vino.


"bagaimana Lo udah baca surat dari gue! Lo suka gaunnya" tanya Vino sambil menatap Della dengan lekat.


Della tampak sedikit gugup melihat tatapan Vino.


"ehem...gue udah baca dan soal gaun itu gue juga suka sih" jawab Della dengan jujur tanpa ada gengsi mengakuinya.


Vino terlihat senang mendengarnya, "Oiya...Lo mau bantuin gue gak?" tanya Vino lagi.


"bisa sih asalkan yang kagak aneh-aneh aja" jawab Della menganggukkan kepalanya dengan raut penasarannya.


Vino sedikit berpikir sesaat, kemudian mengatakan kepada Della.


Setelah mendengar semua cerita dan permintaan Vino, Della sedikit kaget.


"Lo seriusan! tapi kenapa harus gue" tutur Della sedikit cemberut.


"terus siapa lagi dong, gak mungkin kan gue minta Anna atau Gea" kata Vino dengan wajah memelasnya.


Della hanya mendengus namun, dia tetap mengiyakannya.


"hehehe...gitu dong" cengir Vino sambil mencubit hidung Della.


"aish... jangan cubit-cubit, rese banget Lo" kesal Della sambil menepis kasar tangan Vino yang mencubit hidung mancungnya.


"sorry, sorry. lagian sih gue gemas aja gitu sama Lo untuk kagak pipi Lo kan" ucap Vino sambil terkekeh pelan tanpa dosa.


Della cemberut sambil mendengus kesal.


"dah lah kerjaan gue masih banyak" kata Della akan keluar dari mobil.


"hmm...jangan lupa ya!" balas Vino mengingatkan kembali.


"iya iya" angguk Della lalu kembali memasuki kantor.


Vino juga memanggil Arya untuk kembali kekantor.


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2