Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
102. (S2) Pernikahan


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Tak terasa hari yang ditunggu-tunggu akhirnya pun tiba apalagi kalo bukan hari pernikahan Vino dan Della.


Sekarang Della terlihat sedang dihiasi dan didandani oleh perias, jantungnya terasa deg-degan karena sebentar lagi status nya akan berubah total menjadi istri dari Alvino Erlangga.


Ceklek


"sayang!" panggil Yuni memasuki ruangan tersebut.


"ibu, hiks hiks!" tangis Della pecah sambil memeluk sang ibu karena telah selesai dandanannya.


"ish...gak usah nangis, cengeng banget sih. nanti make up-nya jadi luntur" ledek Yuni tersenyum geli sambil mengusap lembut sang anak.


Della hanya tertawa sambil menghentikan tangisannya.


"Putri ibu cantik banget sih, pasti Vino bakalan kejang-kejang liat kamu"


"ish...ibu apaan sih lebay"



(gaun yang dipakai Della)...


Beberapa saat kemudian, terdengar sorakan 'sah' dari luar sana. Yang membuat Della tersenyum haru dan bahagia mulai detik ini juga ia telah sah menjadi istri dari seorang Alvino.


"yuk, keluar beb" ajak Anna dan Gea yang memasuki ruangan tersebut untuk menjemput Della.


Kemudian, mereka keluar dengan dibimbing oleh Yuni dan Anna serta Gea dibelakangnya.


Terlihat di wajah Della gugup sekali saat akan bertatapan dengan Vino.


Saat telah sampai didekat Vino ia terpana melihat ketampanan Vino semakin bertambah.


Begitupun dengan Vino tatapan nya tak pernah lepas dari gadis yang telah menjadi istri nya tersebut.



"baiklah, sekarang silahkan pasang cincinkan pada pasangan nya" ucap pak penghulu.


Lalu Vino memasang cincin dari jari manis Della begitupun sebaliknya. Tak lupa Della mencium punggung tangan Vino dan Vino mencium dengan lembut kening Della.


prok prok


Semuanya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada pasangan tersebut.


"cieee... yang udah halal" goda Tiara.


"emang lu jones!" ledek Della balik yang mana membuat Tiara mendegus kesal.


Resepsinya akan diadakan esok hari di sebuah hotel bintang lima, itu pun kerjaan dari para orangtua dan sahabat mereka.


...----------------...



(seperti ini Dekorasi resepsi pernikahan mereka cukup mewah dan elegan)




(pakaian Della dan Vino)...


Sekarang keduanya telah berdiri didepan pelaminan menyambut dan menyalami para tamu undangan.

__ADS_1


Dari depan terlihat sekumpulan para sahabat mereka datang bersama dan mendekati mereka berdua.


"selamat ya beb makin cantik aja.." ucap Gea.


"jangan lupa kasih kita ponakan yang lucu" sambung Anna yang diiringi kekehan oleh yang lain.


"bujangan gue akhirnya nikah juga..." ucap Angga.


"ck," Degus Vino.


"nanti malam pertama jangan terlalu kasar bro" bisik Bobby yang dibalas tatapan datar oleh Vino.


"jangan lupa minum obat kuat biar gak loyo" bukan Bobby atau Angga tapi Kelvin tersenyum mengejek. Yang ejek hanya memutar bola matanya males.


"eh, Del Lo harus hati-hati nih anak nafsuan tingkat akut" bisik Angga pada Della.


"Sialan lu!" umpat Vino.


Della hanya tersenyum malu mendengar nya, lagian ada-ada saja sahabat suaminya ini.


"kita makan-makan dulu deh, lapar gue" ucap Anna yang diikuti oleh yang lain.


Bertanya soal anak-anak mereka sudah nangkring mencomot dan memakan hidangan yang ada, yah namanya anak-anak kalo liat makanan cepat banget.


"shiit" ringis Della sambil berjongkok mengusap area kakinya.


Mendengar ringisan itu, Vino mengajak Della duduk dan berjongkok didepan Della.


"eh, ngapain!" bingung Della.


"udah diam aja" ujar Vino dan membuka high heels yang dipakai Della. Terlihat tumit dan telapak kaki istrinya itu memerah.


"merah gini, mendingan gak usah dipakai dulu" ucap Vino tak tega melihat kaki putih mulus istrinya becek.


"so sweet" celetuk Yuni dan Tia melihat apa yang dilakukan Vino.


Della jadi bulsing mendengar nya apalagi merasakan usapan tangan Vino di telapak kakinya.


"kita kekamar aja ya, lelah banget kayak nya" tawar Vino saat melihat wajah lelah istrinya.


"mi, Bu. kita boleh istirahat kan" tanya nya menoleh pada nyokap dan mertuanya itu.


"boleh banget, biar yang lain jadi urusan kita aja kalian rehat sana" kata Tia yang dianggukan oleh Yuni.


"benaran gak papa nih" tanya Della pada Vino merasa tak enak dengan para tamu.


"gak papa" lalu tanpa aba-aba Vino mengangkat Della ala bridal style dan membawa nya kekamar mereka yang telah siap kan para orangtua.


Della mau protes tapi langsung ia urungkan karena percuma juga gak bakalan didengarkan.


Saat masuk terlihat kamar cukup mewah dengan taburan bunga mawar diatas lantai dan berbentuk hati diatas kasur.



(kira-kira kek gini bentuknya)


"gerah, siapa mandi duluan!" tanya Vino.


"kamu aja deh, aku mau hapus make up ni ntar" jawab Della yang telah duduk di depan meja rias.


Vino mengangguk dan masuk kekamar mandi.


"anjiiir... deg-degan bet gue" gumam Della sambil meletakkan tangannya di atas dada.


15 menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka, mendengar itu Della menoleh melihat nya.


Mata terbelalak melihat Vino hanya memakai handuk sebatas pinggang ditambah rambut basah. ia meneguk ludah susah payah.


"udah sana mandi" ucap Vino yang akan membuka koper mengambil pakaiannya.

__ADS_1


Della yang sadar bergegas memasuki kamar mandi dengan muka sedikit memerah.


Naasnya tangan nya tak sampai meraih resleting gaunnya, membuat nya mengumpat kesal.


"apa gue panggil vino aja ya? tapikan gue malu njiir" pikir Della tampak ragu.


"ah..." selesai menghembus nafas sedikit berat Della membuka pintu dan memanggil Vino.


"noo... bantuin dong!" panggil Della sedikit merengek sambil menyembulkan kepalanya keluar.


"eh..." Vino agak heran, namun kemudian ia tersenyum menggoda Della.


"bantuin apa nih yank, udah gak sabar ya!" goda Vino sambil menaikkan turunkan alisnya.


Della sebal, "apaan sih? bantuin buka resleting gaunnya aku!" sungut Della.


"oh gitu, kirain" masih dengan wajah menyebalkan nya ia membantu Della.


Selesai membukanya terpampang kulit putih mulus yang membuat Vino meneguk ludah susah payah, mau gimanapun ia kan lelaki normal.


Cup


Della menegang ulah kecupan di pundaknya, "sana keluar!" usir Della.


"kok gitu sih, sekalian biar aku mandiin" ucap Vino dengan tatapan mesumnya.


"gak, sana keluar!" ketusnya berbalik dan mendorong vino keluar.


"iye, tapi nanti jangan lupa ehem-ehem malam pertama kita yank!" ucapnya dengan wajah memelas.


"Bodoh"


Braakk


"astaghfirullah..." Vino kaget sambil mengusap dadanya Sabar.


Tak lama setelah itu saat Vino sedang asyik memainkan hpnya, terdengar teriakan dari kamar mandi.


"sayaaang!" nah tadi aja panggil nama doang sekarang sayang membuat Vino mendegus.


"apa?"


"ambilin baju aku, aku lupa bawa nih"


Lalu Vino membuka koper satunya lagi berisi pakaian Della. Namun, yang ia temukan hanya pakaian kurang bahan atau bisa dibilang Lingerie semua.


"anjiiir ini mah senang di gue!" batin Vino.


Ia tersenyum miring dan mengambil yang warna merah muda serta dalamnya.


"mana yank" tanya Della yang telah menyodorkan satu tangan keluar.


"nih"


Setelah itu, Della menutup pintunya kembali, saat melihat dengan teliti pakaian yang diberikan Vino matanya langsung melotot lebar.


"i-ni...!" Della gugup setengah mati, gak mungkin ia pakai ini yang ada malah membuat Vino menerkamnya nanti.


"jangan kaget yank, semuanya cuman pakaian kek gitu dalam koper kamu" kata Vino dari luar.


Della hanya bisa mengumpat dan ia yakin ini ulah ibu, mertua sama sahabat nya.


Setelah memenangkan pikiran nya cukup lama, akhirnya ia keluar dengan gugup memakai lingerie itu.


Ia tak tau apa yang terjadi selanjutnya.


🌷🌷🌷


Maaf gantung tunggu lanjutannya di Chapter berikut ya guys 🤭

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2