Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
103. (S2) mesum


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Ternyata benar apa yang dipikirkan Della, gara-gara Lingerie itu ia langsung diserah Vino habis-habisan.


"hah..hahh..." nafas Della terengah-engah, keringat bercucuran ditambah muka sudah memerah, apalagi bagian sensitifnya masih terasa ngilu.


"udah yank, capek banget!" keluh Della dengan mata mau melek. Tapi sang pelaku masih belum puas dan malah memasukan si otong lagi.


"aahh...sshh..." desah Della kaget dan melototi sang pelaku, tapi ia malah cengengesan.


"sekali lagi yank, si Otong belum puas noh...kamu sih menggoda bikin nagih jadinya" ujar Vino dengan tampang polosnya.


Entahlah Della tak bisa menolak nya karena sudah terlanjur, mungkin besok pagi ia tak sanggup berjalan lagi.


Jam sudah menunjukkan pukul 02.30 malam tapi Vino masih belum puas malah minta nambah terus. Ternyata benar yang dibilang Angga atau mungkin suaminya ini minum obat penguat, ya mungkin saja.


Sebagai istri Sholehah dan baik hati ia hanya pasrah saja asalkan jangan sampai membuatnya mati. Ini juga baru malam pertama, gimana esok-esoknya nanti. gila!


...----------------...


08.30 pagi, kedua sejoli itu masih enakan tidur berpelukan tanpa terusik. Pertempuran panas mereka pun berakhir saat akan masuk waktu subuh. Karena terlalu lelah dan mengantuk tidak sempat sholat subuh.


"eungh..." salah satu dari mereka berusaha membuka mata pelan-pelan.


Saat mata itu telah terbuka sempurna, ia menoleh kesamping dan terlihat wajah tampan nan polos suaminya masih terlelap memejamkan matanya.


Yap, yang terbangun itu Della.


"hahh...kalo tidur gini polos banget kek bocah tapi kalo dah bangun yang ada ngeselin" sungut Della pelan sembari mengangkat tangannya mengusap pipi suaminya dan turun ke hidung mancung itu lalu mencubitnya agak keras yang mana membuat si empu terusik.


"umm..." kemudian matanya terbuka.


"udah bangun yank?" tanyanya padahal sudah tau.


"belum" ketus Della, udah tau pakai nanya. Vino tersenyum lalu menggenggam tangan Della yang mencubitnya tadi.


Cup


satu kecupan mendarat dipunggung tangan Della, membuat Della makin memerah.


"ih...gak usah cium-cium" sewot Della.


"kenapa sih, semalam habis aku cium semuanya, ini mah cuman tangan doang"


"itu mah kamu mesum ketulungan. dah lah sana mandi"


Namun, ia malah mempererat pelukannya dan mencium-cium setiap inci wajah istrinya.


"ih..." kesal Della yang merasa wajahnya sedikit basah oleh bibir nan seksi sang suami. Saat dibibir ia mencium lama dan sedikit **********.


Lihatlah wajah Della bertambah memerah karena kelakuan suaminya.

__ADS_1


"cieee...malu, biasanya malu-maluin, lupa ya semalam bilang aahh~uuhh teruus sayang aahh..aahh-" Della langsung membekap mulut lemas suaminya itu.


"apaan sih ih, gak usah diulang juga, ngeselin banget sih" cemberut Della.


"ih... jorok" jijik Della dengan cepat menarik tangannya karena Vino malah menjilat telapak tangan nya, emang gak ada akhlak.


"ehehe...siapa suruh tutup pakai tangan, kalo pakai mulut mah lebih enak" ucap Vino dengan senyuman mesumnya dan tatapan menggoda nya.


Della mendecih, "itu mah keenakan kamu nya gak akunya"


"sama aja yank"


"dah sana mandi, kita harus balik ke rumah ibu" suruh Della dengan tatapan melototnya.


"Ok, my wife" Vino nurut dan turun dari tempat tidur pergi kekamar mandi.


Bukk


"Vinooo...gak tau malu!" pekik Della melemparkan bantal guling pas mengenai pantat telanjang nan bohay Vino.


"apa sih!" sewot Vino pura-pura bingung.


"pakai baju sialan!" umpat Della lagi karena matanya harus ternodai melihat tubuh telanjang suami mesumnya itu.


"ngapain pakai orang juga mau mandi, lagian sok malu segala padahalkan udah liat semalam" Entang Vino bahkan ia juga sempatnya berbalik membuat Della berteriak lagi.


"Vinooo... setaaan!"


"Hahaha..." tawa Vino langsung berlari masuk kamar mandi takut kena amuk macam.


"anjiiir... ternyata emng besar, pantasan sakit banget tadi malam, gila!" ringis Della saat melihat dan mengingat si Otong untuk kedua kalinya. Semalam ia tak terlalu jelas melihatnya karena sibuk memejamkan mata menahan sakit antara nikmat.


Kemudian, ia berdiri namun belum juga sempat ************ nya terasa sakit.


"shhtt..." ringisnya.


"ck, gara-gara si mesum jadi ginikan, huhh..." gerutu nya dengan bibir mengerucut sebal.


Sekitar 15 menit Vino keluar memakai handuk sebatas pinggang dan handuk kecil berada diatas kepalanya untuk mengeringkan rambut basahnya.


Della hanya bisa meneguk ludah kasar melihat pemandangan indah itu, entahlah suaminya itu terlihat semakin seksi dan menggoda.


sialan! umpat-nya membatin.


"kenapa masih duduk? sana mandi" heran Vino saat telah berada dekat sang istri.


"ck, sakit tau" Degus Della sebal, dasar gak peka.


Vino tersenyum gj, "ya udah sini aku bantu" kemudian mengangkat Della.


"gak usah natap kebawah" larang Della karena ia masih telanjang, belum sempat memakai baju.


"apa sih, udah liat juga" Vino bodo amat dan membawa Della kekamar mandi dan mendudukkan dalam bathtub, karena udah ia isi tadi.


"syuh...sana keluar, gak boleh ngintip, awas kalo ketauan gak dapat jatah dua bulan!"

__ADS_1


Vino memelasnya mendengar nya, apa-apaan dua bulan jahat banget. "ye ah" lalu ia keluar memakai baju dan celananya.


...----------------...


Sekarang mereka telah sampai di rumah ibu dan Ayah Della vino juga tentunya.


"lama amat, ketiduran yak...gimana? berapa ronde semalam!" goda Zaki menaik-turunkan alisnya menggoda adik dan adik iparnya tersebut.


"100" jawab Vino asal lalu ikut duduk.


uhuk uhuk


Bukan Zaki tapi papinya Rendy dan Anton yang terbatuk mendengarnya.


Berbeda dengan Della hanya bisa menutup wajah malu.


"Kamu serius, bisa k.o mantu papi, astaga!" Rendy melotot tak percaya. Tia, Yuni dan istri Zaki hanya geleng-geleng kepala karena tau Vino hanya asal menjawab.


Vino memutar bola matanya males, papi ama Abang sama aja.


"kalian udah makan?" tanya Tia pada anak dan mantunya itu.


"udah tadi" jawab Della.


"kalian gak langsung pindahkan?" tanya Yuni memastikan, soalnya Vino udah bilang waktu itu selesai nikah mereka akan menempati rumah mereka sendiri tepatnya Vino yang beli.


"besok aja deh"


"oiya...kalian gak mau bulan madu gitu, kita udah pesan tiket loh" tanya Tia dan mengeluarkan dua buah tiket meletakkan diatas meja.


"ck, kalo gue langsung tancap mah" seru Zaki berdecih, saat melihat Vino dan Della seperti berpikir.


"itu kan lu" ketus Vino mendelik males.


"gimana yank?" tanya Della.


"tancap aja yank daripada si monyet ambil" Della mengangguk dan mengambil tiket tersebut.


"adek Laknat lu" kesal Zaki karena di bilang monyet.


"makasih ya semuanya" ucap Della tersenyum manis.


"iya sayang, ini tuh termasuk hadiah dari kita" jawab Tia.


"om Vinooo!" pekik seorang bocah yang tak lain anak Zaki berlari dari luar.


"eh, bocil om, habis ngapain?"


"main ama tetangga om, bosan" jawab nya dengan pipi tembem membuat Vino makin gemas.


🌷🌷🌷


See you next chapter 😘


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2