
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Seperti rencana Mona sebelumnya, sekarang ia terlihat sedang diam diam pergi ke rumah orangtua Anna. Tanpa mengganti pakaian sekolah nya.
Saat sampai didepan rumah itu, ia langsung menekan bel rumah nya.
Tak lama setelah itu, pintu terbuka yang dibuka oleh seorang wanita paruh baya.
"ya...mau cari siapa non?" tanya wanita paruh baya itu sambil tersenyum ramah yang tidak lain ialah bik Surti.
"Anna nya ada gak? saya mau ketemu?" tanya Mona balik karena sudah tak sabaran untuk membuktikan kebenaran nya.
"si non gak tinggal di sini, dia udah pindah" jelas bik surti.
Mona terlihat kebingungan mendengar penjelasan bik surti.
"tapi ini rumah orangtuanya kan, teruus kenapa dia gak tinggal di sini?" bingung Mona mulai kepo.
"emng non. tapi non Anna udah dibawa sama suam..." Saat akan melanjutkan penjelasan nya bik Inah baru ingat kata-kata majikan nya,
'ingat ya bik kalau ada orang lain datang nanyain Anna selain sahabatnya jangan sampai keceplosan soalnya pernikahan mereka masih disembunyikan sampai tamat sekolah'.
"hampir aja aku keceplosan,huh.." batin bik surti.
"sama siapa bik?" selidik Mona sambil memicingkan matanya curiga.
"itu non, maksud nya sama sepupunya" sambung buk Surti sambil tersenyum kikuk.
Mona sendiri terlihat kurang percaya tapi dia tidak mau mempertanyakan lagi.
"kalo boleh tau alamat nya dimana ya bik? soalnya saya kangen banget sama dia, dah lama gak ketemu" tanya Mona beralasan sambil tersenyum sebaik mungkin.
"umm... gimana ya non, saya juga kurang tau. soal nya saya gak pernah nanya" jujur bik surti yang sebenarnya memang tak mengetahui nya.
"gitu ya bik. kalo gitu saya pergi dulu. makasih infonya ya bik" pamit Mona yang merasa sedikit jengkel karena tak menemukan keberadaan Anna.
Dengan dongkol ia langsung memasuki mobilnya dan pergi dari sana.
"sialan! padahal gue udah penasaran banget, huh..." umpat Mona yang sedang menyetir mobilnya.
"tapi tadi dia sempat bilang suam, hm...kayak nya emng ada yang disembunyikan. Tapi apa ya?..." pikir Mona mulai curiga.
"Kalau perkiraan gue emang benar, gue bakalan buat Anna malu sampai diputuskan dan dibenci oleh Kelvin. Biar nanti gue bisa dapatin Kelvin, hehehe..." gumam Mona dengan senyuman licik dan rencana jahatnya.
"gue harus bisa dapatin alamat rumahnya, rasa penasaran gue udah diujung tanduk" tekad Mona dengan mata berapi-api.
drtt... drtt...
Saat mendengar getaran handphone nya, Mona langsung mengangkat nya tanpa memastikan dari siapa.
"siapa?" ketus Mona karena mood nya sedang kurang baik.
"hei... ketus amat, ini aku lho pacar kamu" jawab sang penelpon itu yang tidak lain ialah pacar Mona.
__ADS_1
"Sorry. ada apa sih kamu nelpon. aku lagi nyetir nih" jengkel Mona karena merasa terganggu.
"aku cuman mau bilang. nanti malam aku akan jemput kamu. Jadi jangan lupa siap siap ya, harus dandan yang cantik.." jelas sang pacar yang terdengar sedikit menggoda nya.
"oke. kamu tenang aja, seorang Mona pasti bakalan dandan cantik"
"good. dan jangan lupa harus seksi"
"iya iya bawel"
"ya udah. Aku tutup dulu baby.."
"iya"
Setelah panggilannya ditutup, Mona langsung mendegus,
"ciih... bentar lagi lo juga bakalan gue putusin, dasar cowok miskin"
cibir Mona karena sudah merasa bosan dan muak dengan pacarnya itu.
Sekarang yang harus ia dapatkan adalah seorang Kelvin Argantara, bukan hanya tampan tapi juga punya banyak duit.
...----------------...
Di kediaman Anna dan Kelvin, ke-duanya terlihat sedang nyantai di dekat kolam renang.
"yank, kita jalan jalan yuk, bosan dirumah mulu" rengek Anna.
"pergi aja sendiri, kan waktu itu kamu bilang kalau udah punya mobil bakalan pergi sendiri, gak perlu ngajak aku lagi" acuh Kelvin, karena ia sudah membelikan mobil seperti permintaan istri nya itu.
"ih...kok gitu sih. masak kamu tega biarin istri lagi hamil pergi sendirian. nanti kalau aku nya kenapa kenapa, gimana?" cemberut Anna dengan muka sedih nya.
"nanti kalau aku diculik gimana? kamu mau kehilangan istri kamu yang cantik dan bin imut ini" oceh Anna lagi dengan memasang wajah sok imutnya.
Kelvin yang melihat itu langsung ketawa cekikikan.
"ya Allah yank, sejak kapan kamu jadi imut, yang ada lumutan" ejek Kelvin.
Anna yang mendengar ejekan Kelvin langsung kesal.
"gak usah ngejek, bilang aja kalo kamu itu ngiri kan dengan keimutan seorang Anna" kesal Anna sambil bergaya seimut mungkin.
"buat apa juga aku ngiri sama perempuan, yang ada perempuan terpesona dengan ketampanan seorang Kelvin Argantara. salah satu contoh nya kamu.." ledek Kelvin dengan senyuman sombongnya sambil menunjuk kearah Anna.
"tampan dari mana yang ada kamu itu jelek. Sampai aku muak liat muka kamu" ejek Anna sambil menatap males suaminya itu.
"idiih... bilang nya muak tapi tiap malam minta peluk terus" ledek Kelvin memutar matanya melas.
"ya udah mulai nanti malam aku gak bakalan minta peluk lagi, huh..." ketus Anna terlihat sangat kesal. Lalu pergi dari sana sambil menghentakkan kakinya.
Kelvin terkekeh geli melihat tingkah istrinya itu,
"hati hati yank, nanti baby nya jatuh tu" sorak Kelvin seperti meledek sang istri.
Anna yang sudah berada didalam hanya mendengus.
"suami nyebalin. awas aja nanti gak bakalan aku kasih jatah selama setahun" gerutu Anna.
__ADS_1
"ya Allah non, kelamaan. kasian dong den Kelvin nya" celetuk bik Inah yang entah kapan sudah berada di depan Anna.
Anna yang kaget, hanya menatap kesal kearah bik Inah.
"bikin kaget aja si bibi" sungut Anna.
"ehehe...maaf non" cengir bik Inah.
"udah selesai masaknya bik?" tanya Anna yang akan melangkah kan kakinya kearah dapur.
"udah non, dan kebetulan bibi mau manggil non sama den Kelvin" angguk bik Inah sambil mengikuti Anna.
"ya udah deh. bibi panggil aja kelvin sana. aku males balik lagi" suruh Anna yang masih merasa kesal terhadap Kelvin.
"siap non" Lalu bik Inah pergi memanggil Kelvin yang masih berada di belakang.
...----------------...
Malam harinya, Anna terlihat
masih kesal dengan Kelvin. Saat memasuki kamar pun ia hanya memasang wajah cemberut nya.
Kelvin yang lagi membaca buku diatas sofa langsung menghentikan nya dan beralih melihat kearah Anna.
"yank..." panggil Kelvin.
"apa?" ketus Anna yang sudah menaiki tempat tidur.
"ketus amat sih yank. Ingat! dosa lho ketus sama suami" ledek Kelvin.
"bodo amat" acuh Anna yang sudah tiduran.
"segitu kesalnya sama gue sampai di ketusin" batin Kelvin.
Lalu Kelvin meletakkan buku nya diatas meja dan menyusul Anna ke atas tempat tidur.
Anna yang melihat Kelvin menaiki tempat tidur, langsung membalikkan badannya membelakangi Kelvin.
Kelvin hanya terkekeh melihat istrinya itu, dan langsung memeluk istrinya itu dari belakang.
"udahan dong kesalnya" bisik Kelvin dekat telinga Anna.
"gak usah peluk" kesal Anna yang berusaha melepaskan tangan Kelvin yang memeluk nya.
"ya udah" pasrah Kelvin yang langsung melepaskan pelukannya.
Saat Kelvin akan membalikkan badannya langsung dihentikan oleh Anna yang sudah berbalik menghadap Kelvin.
Mata nya sudah berkaca-kaca seperti mau menangis.
Kelvin yang melihat itu langsung memeluk istrinya itu yang sedikit terhalang oleh perut buncit sang istri.
"kayak bocah gak dikasih permen aja" gerutu Kelvin dalam hatinya.
"tadi aja sok sok an gak mau dipeluk" batin Kelvin yang selalu sabar dengan tingkah bumil nya itu.
🌷🌷🌷
__ADS_1
...🌷 Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁🌷...
Salam hangat dari author 😘😘