
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Sepulang joging beberapa jam yang lalu, Della langsung duduk di sofa ruangan keluarga sambil menonton siaran kesukaannya.
"ck, kalo gue jadi lo gak bakalan mau gue sama laki kasar kek gitu, dasar wanita bodoh!" ucap Della mengomel sendiri melihat adegan film itu.
Yuni mendengar omelan Della sedikit kebingungan.
"kamu ngapain ngomel sendiri, mendingan sana mandi bau keringat!"
"cuman kesel aja sama wanita bodoh itu, dasar lemah mau aja di kasarin"
Yuni ikut melihat kearah tv apa maksud Della,
"siapa suruh tonton yang kek gitu, ganti channel lain"
"nanti Bu, nanggung ni aku mau liat ending nya" ucap Della yang ingin sekali melihat adegan terakhir nya.
"kamu bau tau sana mandi, nanti lama lama bisa ketular di sofa!"
suruh Yuni karena anaknya itu dari tadi belum mandi juga padahal hari sudah menunjukkan pukul sebelas siang.
Della cemberut, "ibu pikir penyakit sampai ketular!" kesalnya.
"emang penyakit bau keringat maksudnya!" jawab Yuni terkekeh pelan.
"udah sana mandi, ganti ibu yang nonton" usir Yuni setelah duduk atas sofa.
"ck, ibu udah tua gak usah nonton" ucap Della meledek ibunya tapi kaki nya melangkah pergi ke kamar.
"enak aja, ibu belum tua tau. masih muda gini dibilang tua, ayah kamu aja masih klepek klepek sama ibu" cerocos Yuni dengan PD nya tak terima dibilang tua, padahal emang udah tua gak sadar diri.
Della yang telah sampai dikamar nya hanya mendengus dan memutar mata males mendengar ucapan ibu nya.
"udah tua gak sadar diri" gerutu nya.
* * *
"mau kemana putra papi udah rapi begini?" tanya Rendy saat melihat vino rapi sekali padahal sekarang lagi libur.
Vino tersenyum sok manis,
"coba papi tebak, kalo kek gini biasanya mau kemana?" bukannya menjawab tapi malah bertanya balik.
"lah mana papi tau" ucap Rendy dengan alis terangkat.
"ck, gitu aja papi gak tau kayak gak pernah muda aja"
"gini Pi, putra papi yang ganteng ini mau kencan" jelas vino sambil tersenyum lebar dengan gaya sok keren.
__ADS_1
Rendy mencibir, "kencan sama siapa kamu, emng udah punya pacar!"
"ehehe...belum Pi tapi masih pdkt" cengir Vino.
Rendy ketawa mendengar perkataan Vino, "papi pikir udah pacaran, lah ternyata masih pdkt" ledek Rendy.
"yaelah Pi, nanti juga bakal jadian" kesal Vino mendengar ledekan papinya.
"gimana, cantik gak"
"pasti dong Pi"
"mana yang cantikan dia dengan mami kamu"
"ck, ye beda lah Pi" kesal Vino karena gak suka membanding-bandingkan dengan mami tercinta nya.
"haha...papi tau istri papi tetap tercantik" ucap Rendy sedikit keras saat melihat istrinya lagi berjalan kearah nya.
"ah papi bisa aja" senang Tia sedikit malu malu mendengar pujian suaminya.
Vino yang tau hanya mendengus,
"ck, pasti ada mau nya" karena sudah hafal tingkah papi nya kalo ada pujian pasti ada mau nya.
"dah lah Vino pergi dulu" ucapnya ingin berpamitan pada mereka.
"kamu mau kemana?" tanya Tia dengan tatapan penuh selidik.
Melihat tatapan mami, Vino hanya cengengesan,
"Hem...tapi nanti jangan lupa beliin mami jajan"
"aye aye kapten"
Mereka hanya geleng-geleng melihat tingkah vino, padahal udah laku punya bini tapi kelakuan kayak bocah.
Lalu melangkah keluar dengan gaya sok keren, mungkin kalo della melihat pasti langsung mengejek nya.
"tunggu babang tamvan datang menjemput mu wahai kekasih hatiku" sambil memakai kaca mata hitam nya saat telah berada dekat mobil.
"hahaha...babang tamvan dari sawah" terdengar suara tawa Della dari balik pagar yang kebetulan mendengar semuanya.
Raut wajah Vino langsung berubah jengkel,
"ck, diam Lo! ganggu suasana aja" ketus Vino.
"apa heh, suasana apa nya? hahaha..." cibir Della masih meledek Vino.
Vino hanya mendengus dan menyibak rambutnya dan tebar pesona didepan Della sambil tersenyum menggoda.
Della yang melihat itu hanya memutar mata males,
"ck, gak usah sok ganteng Lo! masih gantengan bias gue daripada elo!" cibir Della sambil bersedekap dada.
__ADS_1
"bilang aja Lo malu akuin, dimana mana orang bilang gue ini amat ganteng. nah, termasuk elo jadi mendingan gak usah malu-malu akuin aja.." ucap Vino dengan PD nya masih bergaya sok ganteng.
Della mulai jengah, "dih...gak usah ke PD an Lo, mungkin mata orang itu lagi katarak makanya gak tau kebenaran nya" balas Della yang tetap tak ingin mengakui nya. Walaupun dalam hatinya sedikit mengakui sih.
"terserah ijah, gue mah bodo amat" pasrah vino karena tak ingin jadi tambah ribet dan masuk ke dalam.
"bye bye Ijah sampai ketemu nanti" ucap Vino dari dalam mobil sambil melambaikan tangan nya.
Della hanya menghentakkan kakinya sebab kesal saat di panggil ijah oleh Vino.
"dasar babi, seenak aja ganti nama gue!" gerutu Della cemberut sebal dan berbalik kedalam.
* * *
Dalam mobil, Vino tampak sedang berpikir,
"kira kira gue diterima gak ya?! semoga aja diterima"
"kalo benar gue bakalan panas panasin si Ijah, enak aja sumpahin gue jomblo seumur hidup, dia pikir gue gak bisa cari cewek apa!"
"kira kira gimana reaksi dia ya, heem.." pikirnya sambil tersenyum licik.
Di rumah Della...
"haciiim..." Della tiba-tiba saja bersin.
"siapa yang omongin gue? kok tiba-tiba kek ada hawa panas begini!" bingung Della sambil mengipas tangannya, padahal AC hidup.
"kamu kenapa, kayak orang lagi kepanasan gitu?" bingung Anton melihat kelakuan anaknya.
"gak tau yah, tiba tiba aja panas"
"hah...AC kan hidup panas dari mana? kamu nya kali lagi panas dalam"
"gak tau yah, dah lah aku mau kebelakang dulu"
Lalu Della beranjak dari sana, begitu pun dengan Anton melanjutkan kegiatannya kembali.
🌷🌷🌷
Buat para readers semua nih author kasih Visual Vino dan Della biar makin semangat membacanya 😁👇👇
...
...
__ADS_1
...Semoga para readers suka😊...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT