Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
42. pasar malam


__ADS_3

"waah...enak bik, pintar banget bibi buat rujak"


puji Anna sambil menaikan jempolnya pada buk Inah.


"non bisa aja, dulu bibi sering buat waktu lagi hamil anak pertama"


kata bik Inah.


"emang anak bibi ada berapa?"


tanya Anna mulai kepo.


"tiga non, satu cowok dan dua cewek" jawab bik Inah.


"lahiran itu sakit banget ya bik?"


tanya Anna sedikit meringis membayangkan nya.


"sakit sih non tapi setelah melihat sang buah hati keluar rasa sakit nya tergantikan dengan rasa bahagia"


jelas bik Inah.


"hmm...gitu ya bik,"


Anna jadi gak sabaran melihat sang buah hati lahir nanti.


"Iya non, jadi non gak usah takut, apalagi sekarang kandungan non masih muda jadi gak usah dipikirin dulu"


"iya bik"


"ya udah kalo gitu bibi lanjut kerja dulu"


"iya bik,"


Setelah itu bik Inah pergi melanjutkan pekerjaan nya.


Anna kembali menghabiskan rujaknya.


...----------------...


Malam harinya,


Anna heran karena tak melihat suaminya keluar dari ruangan kerjanya.


Akhirnya, Anna pergi melihat suaminya itu, gak mungkin kan suaminya itu tiba-tiba pingsan.


Setelah masuk Anna melihat sang suami yang ternyata ketiduran.


"yank bangun ini udah malam lho"


"hmm"


"bangun dulu nanti dilanjutin, kita makan malam dulu"


Lalu Kelvin langsung membuka matanya dan menegakkan kepalanya.


"jam berapa yank?" tanya Kelvin saat sudah sadar sepenuhnya.


"jam 19.30 yank"


"bentar yank, aku cucu muka dulu"


"ya udah aku kebawah dulu"


Lalu Anna keluar dari sana, Kelvin juga ia pergi kekamar mandi. Dan soal mandi ia udah mandi sorenya sebelum melanjutkan kerjanya dan sampai ketiduran.


Tak lama selesai makan malam,


Anna sama Kelvin duduk nyantai diruangan tamu.


"yank, main yuk ke pasar malam, bosan aku rumah"

__ADS_1


ajak Anna.


"hmm..."


mendengar jawaban Kelvin yang tak jelas, Anna langsung mencubit keras lengan suaminya itu.


"aduuh yank sakit tau, kasar banget sih" ringis Kelvin saat merasakan cubitan kasar sang istri.


"makanya jawab yang jelas bukan hmm doang"


sungut Anna tampak kesal.


"iy iya" Jawab kelvin walaupun masih terlihat kesal sama istri nya itu.


"yes, kalo gitu aku ganti baju dulu"


Lalu Anna langsung pergi kekamarnya.


"untung sayang" gumam Kelvin yang juga mengikuti istrinya kekamar mengganti pakaiannya.


Setelah selesai mereka langsung berangkat ke pasar malam yang tak terlalu jauh dari lokasi rumah mereka.


Tak lama setelah itu akhirnya sampai juga.


Keluar dari mobil, Anna langsung menarik Kelvin masuk.


Kelvin yang ditarik terlihat pasrah saja karena sudah terbiasa dengan kalakuan sang istri.


"yank masuk rumah hantu yuk" aja Anna yang sudah berada di depan rumah hantu.


"emng kamu gk takut, naik yang lain aja"


kata Kelvin karena ia yakin setelah masuk nanti pasti istri nya itu langsung ketakutan.


"kan ada kamu nanti kalo akunya takut langsung kamu tonjok aja hantunya"


"serah deh"


Beberapa menit kemudian, didalam rumah hantu terdengar Anna berteriak ketakutan saat melihat wajah seram hantunya.


Beda dengan Kelvin ia terlihat biasa saja,


"yank cepat tonjok muka seramnya?" suruh Anna seenak jidat nya.


"sembarangan aja kamu, tadi kan udah dibilangin ngeyel terus minta kesini"


kesal Kelvin.


"biarin" acuh Anna yang sekarang menempel terus dekat Kelvin karena takut.


Dan tiba-tiba,


"aaaaaa...setaan" teriak Anna lagi dekat kuping Kelvin.


Kelvin hanya bisa meringis merasakan kuping yang sudah nyut-nyutan karena suara teriakan Anna.


Setelah keluar dari rumah hantu Anna langsung mengusap ngusap dadanya sakin takutnya.


"haus yank" rengek Anna.


Lalu Kelvin membawa Anna pergi membeli minuman.


Saat membeli minuman Anna melihat orang jualan cilok.


"yank kayak itu enak deh, beliin dong"


"ya udah kamu tunggu disini aja"


lalu Kelvin pergi ke tempat jualan cilok yang diinginkan Anna.


Saat menunggu Kelvin, Anna tak sengaja melihat Sinta bersama seorang cowok.

__ADS_1


Dan setelah melihat wajah si cowok itu seperti Bobby sahabat Kelvin.


Anna yang penasaran mendekati mereka,


"eheem" deham Anna untuk menyadari keduanya.


"eh" kaget keduanya saat melihat Anna.


"naa lo disini juga" kata cowok itu yang ternyata benar Bobby.


"Kelvin mana?" tanya Bobby yang sebenarnya agak canggung saat ketauan lagi berduaan bersama Sinta.


"kalian berdua pacaran ya?" selidik Anna sambil memicingkan matanya.


"kagak kami gak sengaja ketemu aja tadi" elak Bobby.


Begitupun dengan Sinta ia langsung mengiyakan perkataan Bobby.


"oh" Anna terlihat acuh saja walaupun sebenarnya tak terlalu percaya.


Lalu pergi ketempat duduknya tadi kembali.


Bobby sama Sinta juga ngikut.


Setelah itu baru Kelvin selesai membeli cilok untuk Anna,


"ni yank"


dengan cepat Anna mengambil karena sudah tak sabaran memakan nya.


"eh kalian" kaget Kelvin saat melihat Bobby sama Sinta.


"berduaan aja" tanya Kelvin karena ia fikir temannya yang lain juga ikutan.


"iya Vin, sebenarnya gue cuman nemanin adek gue sama nyokap doang tapi juga ketemu sama Sinta"


jelas Bobby karena gak mau Kelvin nanti salah sangka seperti Anna.


Kelvin hanya mengangguk saja.


"oiya, gue pergi dulu ya" pamit Sinta karena teringat mamanya yang minta cepat cepat pulang.


"ya hati hati dijalan" balas Anna yang masih memakan cilok nya.


Setelah melihat Sinta pergi Kelvin baru menatap curiga kearah Bobby.


Melihat tatapan Kelvin yang sama persis seperti Anna tadi Bobby hanya garuk-garuk kepala saja.


"Napa Vin, kek gitu amat natap gue?"


"lo lagi pdkt ya sama sinta"


Dan Bobby langsung menggeleng kan kepala nya.


"kagak Vin, kan tadi udah gue bilang penyebab nya?"


kata Bobby mulai kesal.


"eleeh pakai ngelak segala, jujur aja napa sih" ledek Anna yang sudah setelah habis ciloknya.


"Uda ah males gue ngomong sama"


Dengan kesal Bobby langsung pergi dari sana.


Kelvin dan Anna hanya menatap heran kepergian Bobby. Tapi setelah itu mereka langsung tersenyum.


"yank kayak benar deh"


"iya keliatan banget dari muka tu anak"


* * *

__ADS_1


__ADS_2