Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
83. (S2) Tak tenang


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Malam ini adalah malam Minggu dan malam mingguan bagi para anak muda, begitu juga dengan Vino yang telah berpenampilan sekeren mungkin akan pergi kencan dengan Cici.


"ehehe... makin keren aja gue, Alvino gitu lho" narsis Vino sambil senyum senyum gak jelas.


"noo... jangan lupa beliin bakso yang pedas nanti" sorak Tia dari dalam karena Vino telah sampai diluar.


"apaan sih mi, minta papi aja sana beli, papi asyik nyantai aja tuh!"


"gak, papi lagi nemanin mami jadi gak boleh keluar. kamu aja yang beli"


Vino sedikit kesal, namun ia tetap mengiyakan. begitu lah maminya setiap Vino keluar pasti minta beliin ini itu lah gak pernah absen sekalipun.


Sebelum memasuki mobil, ia sempatkan mengintip ke sebelah.


"tumben si ijah gak keluar" Yap dia bermaksud melihat Ijah alias Della, sebab biasanya ia melihat Della selalu duduk diluar tapi sekarang gak ada.


Lalu ia masuk dalam mobil dan pergi sana.


...----------------...


Setengah jam kemudian, sekarang Vino lagi jalan bersama Cici tujuan mereka adalah bioskop atas keinginan Cici.


Saat itu juga mata vino tak sengaja melihat satu objek.


"gue gak salah liat kan" pikirnya sambil mengusap ngusap matanya.


"benar, gak salah lagi" kagetnya dengan mata melotot.


"tapi dia sama siapa, sejak kapan dia punya pacar!" dengan muka keheranan.


Yang ia liat disana dua orang berbeda kelamin sedang membeli popcorn dengan sesekali ketawa bahagia.


Dan satunya ia kenal sekali siapa lagi kalo bukan Della tetangga sebelah.


"yank, kamu liat siapa sih?" tanya Cici kebingungan dan ikut melihat kearah yang dilihat Vino.


"ngapain kamu liatin mereka, kamu kenal!" tanya Cici lagi sedikit mengeryit.


Vino yang tersadar, cepat cepat menggelengkan kepala.


"gak yank, cuman heran aja gitu liat mereka ketawa segitu bahagianya" jawab Vino sedikit gelagapan.


"lah, urusan sama kamu apa, karena bahagia ya jelas lah mereka ketawa" Cici terheran dengan sikap Vino.


Vino yang tau kebodohan nya hanya menggaruk kepala tak gatal.

__ADS_1


"udah masuk yuk" ajak Cici dan langsung menarik tangan Vino.


"eh, iya yank"


Cici masih kebingungan dengan tingkah aneh sang pacar.


"dia kenapa sih, apa benar dia gak kenal salah satu dari mereka tadi" sedikit curiga.


Berbeda dengan Vino, ia masih kepikiran apa yang ia lihat tadi.


"sejak kapan si ijah dekat sama cowok, itu juga mereka kelihatan dekat banget. apa itu pacar dia ya! tapi kapan jadian nya kok gue gak tau" batin Vino bertanya tanya.


...----------------...


Sekitar beberapa jam kemudian, Vino menghantar Cici pulang, selepas itu ia juga langsung melaju kerumahnya tak lupa membeli kan pesanan mami tercinta.


Saat sampai di rumah, kebetulan juga ia melihat Ijah baru pulang diantar oleh pria tadi.


"aku balik ya, semoga mimpi indah" ucap pria itu sambil tersenyum manis.


"oke. hati hati dijalan" balas Della dengan senyuman tak kalah manisnya.


Sesaat setelah mobil yang dikendarai pria itu pergi, Vino langsung nongol dengan ekspresi tak terbaca.


"siapa jah, dekat amat kayaknya sampai ngomong aku kamu an segala!" tanya Vino sedikit mencibir.


Muka Della yang awalnya bersinar langsung muram mendengar suara Vino.


"Hem...kagak, cuman tanya doang!" geleng Vino sok cuek.


"owh..." acuh Della yang kembali melanjutkan langkahnya masuk kedalam rumah.


"eh, tunggu jah, Lo belum jawab pertanyaan gue!"


"pertanyaan apaan lagi sih!"


"itu, hmm...dia siapa Lo sih, pacar Lo ya!"


Della tak langsung menjawab, kemudian menatap vino dengan senyuman cerahnya.


"iya dong. gimana ganteng gak!" ucap Della sambil melangkah kembali dekat Vino


Mendengar itu, entah kenapa ia tak senang.


"ck, ganteng apaan, gantengan juga gue!" ketus Vino tak suka.


Lalu pergi kerumah nya dengan wajah ditekuk.


Della yang mendengar nada bicara dan raut wajah tak suka Vino hanya keheranan.


"dia kenapa sih, kek kesal gitu. aish...udah lah mungkin dia lagi ada masalah kali" pikir Della dan kembali berbalik masuk kedalam rumah.

__ADS_1


...----------------...


Dikamar, Vino terlihat termenung masih kepikiran dengan ucapan Della.


"ah sial! kenapa gue jadi tak tenang gini sih. ayoo lah Vino Lo ngapain jadi bodoh begini. ngapain Lo mikirin si Ijah.." Sambil berguling guling tak jelas diatas tempat tidur nya.


"haah...masih sama"


"gak, ini gak boleh dibiarin kayaknya gue harus istighfar dulu biar lebih tenang. atau perlu baca Al-Qur'an, benar gua harus ngaji" panik Vino yang merasa dirinya dirasuki jin aneh. Lalu bergegas mengambil wudhu dan langsung mengaji.


Di luar, Tia yang sedang melewati kamar putranya, langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara seorang mengaji.


"eh, apa aku gak salah dengar, sejak kapan ni anak taubat" ucapnya kurang percaya. Sebab sejak dulu putra bungsunya itu jarang sekali mengaji, jangan mengaji sholat lima waktu aja sangat jarang.


Lalu ia mencoba mengintip dan ternyata putranya itu lagi baca Al-Qur'an, ditambah suara merdu nya bikin adem.


"ini baru anak mami, hihihi..." Dengan senyuman sumringah Tia pergi menemui suaminya.


Di kamar, Tia yang telah masuk langsung mendekati suaminya yang lagi rebahan.


"mas..."


"hem..."


"anak kita lho si Vino, dia udah tobat"


Rendy yang mendengar tampak kebingungan.


"tobat. emang selama ini dia berbuat apa, perasaan aku dia gak pernah berbuat jahat" bingung Rendy.


Tia mendegus, "Ish...bukan itu pa, maksud aku tuh dia udah mulai rajin ngaji, biasanya kan gak pernah tuh aku dengar di ngaji"


"oh, itu maksud kamu. aku pikir tobat karena apa?"


"ck, kamu mah gak ada senang nya"


"senang kok mi, nah...besok besok ingatin terus biar dia makin rajin bukan itu aja sholat lima waktu sekalian" setelah berkata seperti itu, ia langsung memejamkan matanya karena merasa mengantuk.


"kok kamu malah tidur, kamu kan sebagai papi harus kamu lah yang ngomong sebagai pemimpin" kesalnya saat melihat suaminya itu malah tidur.


"iya mamiku sayang, besok aja ya, papi ngantuk banget nih. lagian biasanya udah sering di bilangin anak kamu aja yang acuh"


"anak kamu juga kali"


"Hem.."


Lalu Tia juga ikut merebahkan diri di sebelah suaminya dan memejamkan matanya.


🌷🌷🌷


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2