Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
85. (S2) Tak berdaya


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Didalam mobil, Cici terlihat keheranan melihat wajah murung Vino dari awal menjemput dia tadi sampai sekarang.


“dia kenapa sih, gak biasanya kayak gini. Apa mungkin dia lagi ada masalah pribadi!” Pikir Cici membatin dan menatap Vino yang lagi fokus menyetir.


“Apa mungkin aku ada buat salah sampai bikin dia murung begitu!” Pikir Cici lagi menebak-nebak.


Setelah lama berpikir, akhirnya Cici memberanikan diri untuk bertanya.


“yank, kamu lagi ada masalah ya atau aku ada buat salah!” tanya Cici dengan alis mengkerut berkali-kali lipat.


Mendengar pertanyaan Cici, Vino melirik dengan wajah kebingungan.


“Masalah apa, enggak tuh aku baik-baik aja kok. Emang ada apa sih sampai kamu berpikiran begitu?!” Vino balik bertanya.


Cici makin bingung, “terus kamu kenapa murung begitu dari tadi, biasanya semangat terus saat jemput aku. Kamu keberatan ya jemput aku terus...” ucap Cici agak kesal.


Akhirnya Vino sadar akar permasalahannya, dia hanya mendesah panjang.


“Bukan gitu yank. Aku cuman kelelahan aja kok gak ada masalah lain” ucap Vino mengelak karena dia juga kurang tau kenapa dirinya seperti itu.


“Yakin”


“Benar yank, emang aku pernah bohong ke kamu”


“Mana aku tau, bisa aja kali”


Vino hanya mendengus mendengar perkataan Cici.


“dah lah langsung antar aku kerumah aja, gak usah main tempat lain” kata Cici.


“Yakin gak mau jalan jalan dulu” tanya Vino.


“Yakin yank. Aku gak mau kamu makin kelelahan” jawab Tiara sambil menganggukkan kepala.


“ya udah” Dalam batin Vino juga bersyukur mempunyai pacar yang pengertian tidak seperti mantannya dulu.


Sesampai di depan sebuah rumah tak terlalu mewah, Vino langsung berhenti.


“Kamu gak mau masuk yank” tawar Cici yang akan keluar dari mobil.

__ADS_1


“gak usah deh, kapan kapan aja aku mampir” geleng Vino.


“Ya udah, hati hati dijalan jangan ngebutan” ucap Cici dan keluar dari mobil.


Vino hanya mengangguk sambil tersenyum manis.


“Sekalian salam buat camer” ucap Vino sedikit tergelak.


Cici tersenyum malu mendengarnya kemudian melambaikan tangannya saat melihat mobil yang kendarai Vino akan pergi.


Saat mobil Vino tak terlihat lagi Cici melangkah masuk kedalam rumah.


...----------------...


Saat cukup jauh dari rumah Cici, Vino dapat telpon dari maminya.


“Ada apa mi!”


“Kamu belum pulangkan” Maminya balik bertanya.


“Ini sedang diperjalanan pulang mi, ada apa? Mami mau nitip lagi” sebab dia tau kebiasaan Maminya.


“bukan. Mami sekarang lagi belanja di mall, kamu bisa jemput gak”


“Bisa lah mi, ya udah mami tunggu disana jangan kemana-mana”


“Hahaha...” Vino tertawa terbahak- bahak mendengar kekesalan maminya.


“Mami tunggu ya. Awas kalo gak jemput mami, mami aduin sama papi kamu biar kena semprot!” kata maminya lagi dengan nada mengancam.


“Iya mamiku tersayang” balas Vino sedikit males mendengar ancaman GJ maminya.


Selesai panggilannya ditutup, Vino melajukan mobilnya kemall tempat biasanya maminya belanja.


Hampir setengah jam menempuh perjalanan akhirnya sampai di mall tersebut. Lalu ia pergi mencari maminya.


“Sini noo!” terdengar suara teriakan maminya.


Vino langsung mencari arah suara tersebut, dan benar terlihat maminya lagi berdiri menjinjing beberapa paper bag.


“astaga mi! Banyak benar mami beli apaan sih sebanyak ini!” heran Vino dengan nada mengeluh melihat barang belanjaan Maminya.


“Ish...ini sebagian juga buat kamu. Jarang-jarang lho mami beliin” ucap Tia dengan cemberut.


Vino hanya memutar mata males melihat tingkah maminya, mungkin kalo papinya yang melihat pasti terlihat imut baginya namun tidak bagi Vino kagak ada imut-imutnya sama sekali yang ada keriputan.

__ADS_1


Lalu ia membawa semua paper bag itu ke mobil dan diikuti oleh Tia dari belakang.


Vino memasukkan semuanya bagian jok belakang.


“Perempuan kalo soal belanja selalu berlebih-lebihan, ck...gak tau apa para laki sampai jungkir balik cari uang dan mereka cuman bisa habisi doang! ” gerutu Vino dalam hatinya. Kalo kedengaran oleh maminya bisa diomelin balik.


Saat Vino akan memasuki mobil matanya tanpa sengaja melihat sebuah objek.


“Itu bukannya pacar si Ijah, tapi kok dia jalan sama wanita lain” ucap Vino.


“Mereka juga keliatan mesra banget”


Saat memperhatikan dengan jelas si wanita, dia langsung melotot.


“Anjiiir...itu bukannya si Mona, ada hubungan apa dia sama tu orang” saat akan berpikir lagi terdengar panggilan maminya.


“Kamu ngapain masih luar, cepatan masuk! nanti papi kamu keduluan sampai dirumah” omel Maminya.


“Iya iya mi” tanpa mempedulikan pasangan itu lagi, Vino memasuki mobil.


Selama dalam perjalanan, Vino masih ke pikiran dengan yang tadi.


“gue yakin banget mereka mempunyai hubungan spesial, kalo gak ngapain sampai pelukan mesra begitu. Gue jadi kasihan sama si Ijah kalo dia tau pasti bakalan sedih banget” batin Vino sedikit menghela nafas.


Tia sedikit keheranan mendengar helaan anaknya.


“kamu ngapain menghela nafas begitu. Lagi mikirin apa!” bingung Tia.


“Gak ada mi, cuman lagi pengen aja” ucap Vino asal.


“Emang ada ya kek gitu”


“Ada lah mi, contoh nya aku”


Tia hanya menggeleng kepala.


Setelah cukup lama, akhirnya mereka sampai di rumah. Vino kembali membawakan semua barang belanjaan mami masuk kedalam.


“Kamu letakan aja di sofa, mami mau kekamar mandi” ucah Tia.


“Hmm...” lalu vino meletakkan sesuai perkataan maminya.


“Kira-kira bini gue apa begini juga ya, aish...semoga saja tidak, bisa apes gue tiap hari bawa barang sebanyak ini” ucap Vino dengan nada tak berdaya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2