Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
89. (S2) Trauma


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...----------------...


...----------------...


Braaak...


“Bajingan...” Marah Vino saat melihat apa dilakukan Sandi pada Della.


Bugh...bugh...


Tanpa ampun Vino langsung menghajar Sandi.


“bajingan sialan! Mati lo!” Vino terlihat emosi sekali sampai lupa meredam amarahnya.


“Nooo...udah mendingan Lo bantu Della” ucap Angga saat melihat sandi sudah habis babak belur.


 


Mendengar perkataan Angga, Vino tersadar dan menghampiri Della yang terlihat sedang meringkuk ketakutan.


“Del...” Vino sangat marah sekali saat melihat keadaan Della yang sangat berantakan.


“Nooo...” Dengan suara lemah Della memeluk Vino dengan badan masih bergetar.


“Sekarang kita pulang yuk” kata Vino dengan lembut sambil menutupi tubuh Della dengan jaketnya karena baju Della sedikit robek dan berantakan.


“g-ue, hiks...gue udah gak suci lagi!” isak Della merasa jijik pada dirinya sendiri yang sudah disentuh oleh Sandi.


“Gak, Lo masih suci kok” ucap Vino sambil menggelengkan kepalanya dengan tatapan sedih melihat keadaan Della.


Untuk Sandi sudah ditangani oleh Angga.


“Sekarang kita pulang ya” kata Vino dengan penuh kelembutan, namun Della masih memeluknya dengan erat membuat Vino sedikit susah bergerak.


“ini gimana gue mau gerak” batin Vino dengan tangan terus mengusap lembut punggung Della.


“gak ada cara lain!” lalu dengan paksa Vino menggendong Della ala bridal style. Della yang digendong hanya diam sambil menyandarkan kepalanya pada dada Vino.


Kemudian dia pergi dari sana diikuti oleh Angga.


Keadaan Sandi jangan ditanya lagi, dia sudah habis babak belur oleh Vino dan Angga.


“Sialan!” umpat Sandi sambil meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya dan yang lebih parah lagi wajahnya.


“sudah gagal wajah juga kena imbasnya, sialaan!!” geram Sandi sambil menahan sakit.


 


Didalam mobil suara tangisan Della masih terdengar, dia sangat syok sekali apalagi sudah sempat disentuh oleh bajingan itu.

__ADS_1


Vino terus berusaha menenangkan Della dengan kelembutannya. Sedangkan Angga menyetir mobil.


“Nooo...Lo jijik ya sama gue!” ucap Della yang masih menangis terisak-isak.


Mendengar itu, Vino langsung menggeleng. Dan harusnya yang  membuat dia jijik adalah bajingan Sandi.


“Gue gak jijik sama sekali sama Lo, yang harus dibilang begitu adalah bajingan sialan itu!!” kata Vino dengan lembut namun rahangnya langsung mengeras saat menyebut Sandi.


Della menjadi lega saat mendengar pengakuan Vino, namun saat mengingat kejadian itu dia kembali bergetar.


 


...----------------...


Tak berselang lama kemudian, mereka sampai didepan rumah dan pastinya Vino serta Angga membawa Della memasuki rumah.


“Ini anak perawan ayah kenapa?” tanya Anton dengan keheranan saat melihat anaknya dalam gendongan Vino.


“Ceritanya panjang om, nanti kita ceritakan yang terpenting sekarang Della butuh ketenangan” ucap Vino yang masih memangku Della.


“Ya udah, kamu bawa Della ke kamar” suruh Yuni dengan nada khawatir.


Lalu Vino membawa Della menuju kamar diikuti oleh Yuni dengan raut cemas.


Dikamar Vino membaringkan Della diatas tempat tidur yang sudah terlelap setelah puas menangis dalam mobil tadi.


“Nooo... sebenarnya apa yang terjadi, kenapa keadaan anak tante berantakan begitu!” tanya Yuni dengan nada khawatir.


“Ya udah yuk” ajak Yuni dengan cepat setelah menyelimuti tubuh Della. Kemudian, mereka keluar pergi ke ruangan tamu. Disana juga telah ditunggu oleh Angga dan Anton.


Setelah duduk, Vino dan Angga menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.


Yuni dan Anton sangat marah sekali mendengar semuanya, apalagi sekarang mereka yakin anaknya pasti akan trauma lagi.


“Kita harus melaporkan bajingan itu, ini khasus pelecehan” Geram Anton dengan rahang mengeras.


“Tenang om, tante. Semuanya sudah beres” ucap Angga berusaha menenangkan mereka sebab sebelumnya dia sudah melaporkan Sandi.


“Baguslah, om sama Tante bisa tenang, tapi tetap saja rasanya om ingin sekali memukul anak kurang ajar itu” ucap Anton sedikit lega begitupun dengan Yuni.


“Tapi tetap saja kalian kan tau dulu Della juga pernah mengalami kejadian yang sama. Dan yang kita takutkan Della akan makin trauma” jelas Yuni dengan sedih sambil memeluk suaminya. Anton juga merasakan hal yang sama.


Vino dan Angga tentu saja tau dengan kejadian beberapa tahun lalu. Dimana Della pernah diculik oleh beberapa orang dan hampir melakukan hal-hal tidak senonoh padanya. Dan untungnya ada bang Ziko yang melihat dan dengan cepat menolong Della, kalau tidak mungkin sudah habis Della diperkosa oleh orang-orang gila itu.


Semenjak kejadian itu, Della sangat trauma hampir seminggu dia mengurungkan diri dan saat melihat ada lelaki mendekatinya dia akan berteriak ketakutan.


Dan sekarang kemungkinan setelah sadar nanti, Della akan trauma berat.


“Ya udah, saya pamit pulang om, tante” ucap Angga saat melihat jam telah menunjukkan pukul sepuluh, takutnya nanti istrinya marah-marah bisa diusir dia dari kamar.


“baiklah, terimakasih nak Angga sudah membantu Della” kata Anton dan Yuni secara bersamaan sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


“iya om, tante. Nooo...gue balik ya” ucap Angga lagi tersenyum pada Vino.


Vino hanya mengangguk, dia juga pamitan ke rumahnya.


Sesaat setelah kedua pria itu pergi, tiba-tiba saja terdengar suara pekikan Della dari kamar.


“Ya Allah, Della ya!” cemas Yuni lalu dengan cepat dia berlari ke kamar Della diikuti oleh Anton.


 


Sesampai di kamar, mereka melihat Della sedang meringkuk ketakutan sambil menangis.


“Sayang...” cemas Yuni sambil menghampiri Della dan memeluknya dengan hangat.


“dia sentuh aku Bu, dia...” tangis Della dengan badan bergetar dalam pelukan Yuni.


Yuni hanya menangis dalam diam dan terus menenangkan Della. Sedangkan Anton juga ikut menenangkan Della. Dan dia sedikit lega ternyata anaknya itu tidak berteriak ketakutan seperti dulu.


Saat merasakan Della mulai tenang, Yuni kembali berbicara, “sayang kamu ganti baju dulu ya” bujuk Yuni dengan lembut karena sedari tadi baju anaknya itu belum diganti.


Della mengangguk lemah, melihat itu Yuni pergi ke arah lemari mengambil nya. Sedangkan Anton telah keluar.


Lalu membantu Della memakai pakaian nya.


“Ibu temani Della disini ya!”


Yuni akan keluar hanya mengangguk pasrah dan ikut tidur di Della sambil memeluk dan mengusap-usap lembut kepalanya.


“Kerasa punya anak kecil aja” batin Yuni sambil tersenyum dan mencium sayang jidat Della.


 


...----------------...


 


Di sisi lain, tempat Vino. Dia terlihat masih termenung diatas tempat tidurnya.


“Kalo gak ada gue sama Angga gak kebayang apa yang akan terjadi,ck... pasti si ijah udah habis sama si bajingan itu!!” Vino terus menggerutu dan emosi sendiri saat mengingat kejadian itu.


 


Beberapa saat setelah itu, Vino baru tertidur dengan penuh kekesalan.


🌷🌷🌷


Salam hangat dari author untuk semuanya 😘


Jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys


See you next chapter...

__ADS_1


__ADS_2