
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Tiga Minggu kemudian
Mereka telah pindah kerumah barunya bahkan sekarang mereka habis pulang dari honeymoon di Paris setelah seminggu menghabiskan waktu disana.
Wajah Della juga masih terlihat berseri-seri mengingat nya, karena baru pertama kalinya ia menginjak kaki di negara asing tersebut.
"yank, kapan-kapan ada waktu kita kesana lagi ya" seru Della antusias.
"senang banget kayaknya, masih belum puas ya" Della mengangguk cepat. "demi kebahagiaan istri tercinta aku apasih yang enggak" gemasnya sambil mengecup pipi tembem istrinya.
Della tersenyum manis dan ikut mencium pipi suaminya. "dah sana mandi, aku mau masak"
"mandiin dong" rengek Vino muka sok imut yang mana ditatap males oleh Della.
"ck, ogah" ketus Della kemudian keluar dari kamar pergi kedapur. Vino mengerucut bibirnya sebal. "pelit amat sih sama suami sendiri" dumelnya. kemudian, memasuki kamar mandi sambil menghentakkan kaki kek bocah.
...----------------...
Dengan telentan Della mengambilkan nasi dan lauk pauk di atas piring untuk suaminya.
"ayam kecap aja yank" kata Vino saat melihat Della akan mengambil ayam balado.
"eh, bukannya kamu gak suka ya" Della keheranan karena setaunya Vino gak suka ayam kecap, pokoknya yang rada manis-manis lah tapi sekarang malah sebaliknya.
"kenapa sih? salah ya" sewot Vino karena tak kunjung diambil kan.
Della semakin heran, "kok sewot gitu sih, aku kan nanya doang" degusnya. Saat ia akan mengambil sayur langsung dilarang dan Della hanya pasrah saja. Entahlah sehabis pulang dari honeymoon suaminya bertingkah aneh dan berubah-ubah, kadang seperti anak kecil, ambekan, manja seperti bayi dan contoh nya saja seperti sekarang ini.
"yank, aku mau susu coklat tapi dingin ya" minta Vino saat selesai menghabiskan makan malamnya.
"hah..." kaget Della. "kamu gak lagi sakit kan yank, sejak kapan kamu suka minum susu coklat dingin?!" Della semakin bingung dibuatnya.
"kok sakit sih, kamu doain aku sakit ya. orang minta susu doang salah, kalo gak mau buatin ya udah bilang aja. dasar pelit!" ketus Vino ngegas ditambah muka kusut campur kesalnya. Sambil menghentakkan kaki ia pergi ke kamar.
"whaaat!" pekik Della dalam hatinya.
"apaan coba, ngegas amat. lah sekarang pakai ngambek lagi, bangsat emng!" Kemudian, dengan cepat ia membereskan peralatan dan piring kotor, lalu membuat kan susu coklat dingin untuk suami tukang ambeknya. Karena kebetulan ada stok nya jadi gak susah beli keluar.
__ADS_1
Tak
Tak
Tak
Ia bergegas menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai atas.
Ceklek
Kemudian, masuk kedalam dan terlihat seseorang tidur menelungkupkan kepalanya pada bantal dengan bahu sedikit bergetar siapa kalo bukan suami tercinta nya.
"sayang nih udah aku buatin?" ucap Della selembut mungkin. setelah meletakkan gelas itu di nakas ia mendekatinya.
"sayang kamu kenapa sih? kamu nangis ya?" bingung nya saat melihat bahu itu bergetar seperti orang menangis tapi ia tak yakin karena gak pernah seperti itu. Tapi saat mendengar isakan ia tercengang.
"hiks hiks...kamu jahat tau gak hiks- pelit" racau Vino terisak dengan badan sudah berbalik terlentang. Lihat lah hidung merah, ingusan bertebaran ditambah bibir melengkung kebawah persis seperti bayi.
"kok jadi cengeng gini sih, aneh tau gak, masak iya gara-gara susu doang nangis kek gini, kesambet apa kamu?" pusing Della tak tau harus apa lagi.
"apa jangan-jangan aku salah bawa kali ya, Lo anak kecil mirip suami gue kan, ayo ngaku lo! sialan ngaku gak lo! balikin suami gue!" bukannya menenangkan tapi malah membuat tangisannya menjadi-jadi.
"Huaaaaa...Della jahat!" pekik nya semakin keras.
"cup cup cup... jangan nangis lagi sayang!"
Kurang lebih sekitar 15 menit, Vino pun tenang dan bersikap biasa seperti semula nya. Tapi tetap meminta susu tadi.
"di habiskan" kata Della saat Vino sedang meneguk nya dan ternyata benar dihabiskan sampai tandas.
"umm... enak yank, tapi masih enakan susu kamu sih" ucapnya dengan tatapan menggoda nya.
Della hanya memutar bola matanya malas mendengarnya. Kemudian berbalik kedapur mencuci gelas tersebut.
15 menit kemudian.
"YAAAANK...KAMU NGAPAIN DIBAWAH...BALIK KEKAMAR!" teriak Vino kencang dari kamar karena tak kunjung melihat istri tercintanya ke kamar.
Della yang lagi menonton itu langsung terlonjak kaget untung saja ia gak punya penyakit jantung kalo tidak sudah kejang-kejang ia sekarang.
"apa lagi sih ah, ribet amat mau nonton aja susah, ngeselin banget sih" gerutunya, namun tetap menyusul kesana tapi sebelum itu ia mematikan tv-nya dulu.
"ada apa sih, teriak-teriak malam begini, malu sama tetangga tau" kesal Della setelah masuk.
__ADS_1
Vino cengengesan dan menyuruhnya mendekat. Dengan dongkol Della menaiki tempat tidur mendekati sang suami.
"apa?" sewot Della dengan raut malas. "kalongin yank" rengek Vino mendusel-dusel di ceruk leher putih nan mulus istrinya.
"sekarang?" tanya Della lagi, sengaja sih.
"iya sayang, kalo besok gak mungkin sekarang aku mintanya" kesal Vino mengerucut sebal.
"tapi kan aku pengen nonton, film nya gantung yank" rengek Della dengan bibir mengerucut sebal.
"besok aja ya, sekarang kita bobok, ngantuk yank pengen dikalongin" rengek nya lagi makin manja, ditambah wajah dibuat-buat sepolos mungkin.
"ya udah deh, manja banget sih" Akhirnya, Della mengalah dan berbaring sambil memeluk Vino. Kepala Vino tepat berada di dada nya. "empuk yank, coba buka pasti tidur aku makin nyenyak deh" mulai lagi omes nya.
"gak usah macam-macam, omes banget sih, heran"
"wajar dong yank aku kan suami kamu, ayo lah buka yank"
Della semakin kesal dibuatnya.
"katanya kamu mau bobok, kalo gini mah gk jadi deh"
Vino cemberut dan menahannya yang akan duduk lagi. "kok gitu sih yank, dosa loh nolak permintaan suami" nah mulai lagi ngancam nya membuat Della mati kutu.
Dan akhirnya, terpaksa Della menuruti membuka kancing bagian atas piyamanya dan membuka bra-nya.
"makin montok aja yank, jadi gemas deh" goda Vino sambil menyentil dan meremasnya dengan gemas.
"ih jangan digituin" kesal Della sambil menepis tangan nakal itu.
Vino cengengesan, lalu melahapnya dan menyedot nya dengan rakus seperti kehausan.
Della hanya bisa meringis pelan.
"gini amat suami gue, nyusu kek bayi aja" keluh Della dalam hatinya.
Dan mungkin besok ia harus memeriksa kesehatan suaminya ini, karena makin aneh dengan sikap nya. Bisa saja jin Paris ikut dan merasuki suaminya.
Memikirkan nya membuat ia jadi pusing.
🌷🌷🌷
See you next chapter 😘
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT