
...🌷 selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Beberapa jam kemudian, terlihat seorang gadis tidak lain ialah Della mengomel ngomel kesal,
"vino sialan! mentang mentang seorang manajer seenak aja nyuruh gue ngerjain dokumen sebanyak ini! vino setan..." omel Della sendiri sambil mengumpat kesal.
Karyawan lainnya hanya menggeleng kepala mendengar omelan dan umpatan Della karena mereka tau seperti apa hubungan Della dan sang manajer.
"ck, gue sumpahin jabatan Lo turun sialan!" umpat Della lagi sambil mengerjakan pekerjaan nya.
"del, gak boleh ngomong kek gitu nanti siapa tau kalian berjodoh" ucap seorang wanita yang duduk disebelah kanannya.
"apa jodoh, hoek...amit amit!" jawab Della tampang jijiknya.
"nah ini ni, yang kek gini kalo udah cinta nanti semuanya terlihat mempesona. jadi mendingan kamu gak usah terlalu berlebihan nanti jadi cinta loh.." ucap wanita itu lagi seperti emak emak. tapi emang sih umurnya lebih tua dari Della.
Della hanya melongo mendengar semua ucapan wanita itu, tapi ia tetap mengelak,
"gak bakalan mbak, saya jamin itu!"
Wanita itu hanya geleng-geleng sambil tersenyum melihat keyakinan Della.
"serah kamu, tapi kalo benaran terjadi..awas kamu, kamu harus traktir mbak makan sampai puas" ucap wanita sambil ketawa pelan.
"ck, ada ada aja. ya ya mbak tenang aja" angguk Della walaupun sedikit kesal.
"ya udah lanjutin kerja kamu" kekeh wanita itu karena ulahnya pekerjaan Della jadi terganggu. Dia juga melanjutkan pekerjaannya.
* * *
Menjelang sore, pekerjaan nya baru selesai,
"hah...leganya" ucap Della sambil menghembus nafas panjang.
Karyawan lain juga pada sudah pergi karena emang udah waktunya pulang.
"cepat juga kerja Lo!" ucap Vino terdengar seperti meledek.
Della hanya mendengus, dia pikir anak itu sudah pergi ternyata masih disini.
"gak usah kesal gitu jah, mau gimana pun gw tetap atasan lo" ucap Vino tersenyum meledek.
"siapa Lo bilang Ijah hah... enak aja ganti nama gue" teriak Della sangat kesal.
"ya elo lah, emang ada gitu orang lain disini selain Lo dan gue" ucap Vino terlihat acuh padahal dalam hatinya sangat senang sekali melihat muka kesal Della.
"gue minta kelvin mecat Lo baru tau rasa"
"minta aja sana, emng gue peduli. lagian gue gak buat kesalahan" acuh vino sambil mencibir Della.
"oiya... yang tadi besok aja kasih ke gue" ucapnya lagi tanpa merasa bersalah lalu dengan santai ia pergi keluar.
__ADS_1
Della terlihat sangat marah sekali, rasanya ingin mencakar wajah sok gantengnya.
"ck, vino setan...awas Lo! " teriak kencang Della sambil melangkah keluar mengikuti Vino.
Disana Vino telah memasuki mobilnya dan dengan acuh ia pergi dari sana meninggalkan Della yang sudah mengamuk seperti macan.
"hahaha... bahagia banget gue liat muka kesal tu anak" tawa Vino yang telah cukup jauh.
"lama lama udah jadi kebiasaan sehari-hari gue ngerjain tu anak"
Vino masih tertawa mengingat muka kesal campur marah Della, entah kenapa rasanya sangat menyenangkan sekali saat melakukan itu apalagi melihat kekesalan Della.
"dasar jono, tumpangi gue aja kagak mau, dasar pelit, huh...gue sumpahin mobil dia bocor tengah jalan" omel Della yang telah berada di halte menunggu bus atau taksi.
* * *
Beberapa menit berlalu, Della sampai dirumah dengan menaiki taksi.
"eh, dia belum pulang" gumamnya saat menengok kearah rumah vino dan tak melihat mobil vino.
"ck, ngapain juga gue peduli" degus nya lalu melangkah masuk kedalam rumah.
"assalamualaikum, mamae!" ucap Della nyelonong masuk.
"waalaikumsalam, eh anak perawan ibu udah pulang" jawab ibunya sambil tersenyum hangat melihat sang anak.
"pulang sama siapa?" tanya ibunya kembali karena biasa anaknya itu cukup sering pulang pergi dengan vino walaupun masih tetap ada cekcok.
"taksi, emang ibu pikir aku balik sama Jono itu, ck...ogah" jawab Della nada tak senang karena tau isi pikiran Ibunya.
"sampai kiamat" ucap Della ngasal, lalu melangkah kearah kamarnya.
"ya Allah, anak ini benar benar bikin aku pusing" sambil menghela nafas dan kembali melakukan kegiatannya.
Di sebuah Restoran terlihat seorang pemuda sedang ngobrol bersama seorang gadis cukup cantik.
"Lo makin cantik aja Cii.." ucap pemuda itu yang tidak lain ialah Vino sambil mengedipkan mata pada gadis itu.
Gadis itu bernama Cici teman kuliah ia dulu dan sekarang ia lagi pdkt dengan Cici karena merasa sudah bosan menjomblo. Apalagi tadi Della sempat menyumpahi nya jadi jomblo seumur hidup, ia jadi takut kalo itu sampai terjadi, bisa jadi perjaka tua dia.
"Lo bisa aja" ucap Cici sambil tersenyum malu-malu.
"oiya...lo udah punya pacar belum" tanya Vino tanpa basa-basi.
Mendengar pertanyaan vino, Cici hanya tersenyum karena sudah tau maksud nya dan sebenarnya ia juga punya rasa pada Vino.
"semenjak putus dua tahun yang lalu gue gak pernah pacaran lagi" jawab Cici sedikit mendesah lemah karena masih mengingat bagaimana sakitnya diselingkuhi.
"Lo yang sabar, yang berlalu biarlah berlalu gak usah diingat lagi" ucap Vino sedikit bijak karena tau bagaimana rasanya disakiti sebab ia juga pernah mengalaminya.
"Lo benar, gue harus bisa lupain walaupun masih terasa sakitnya"
angguk Cici masih sedikit sedih.
Vino hanya menghela nafas panjang melihat kesedihan Cici.
__ADS_1
Sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu tapi saat melihat itu ia membatalkan nya.
drtt, drtt...
tiba tiba saja handphone nya berdering.
"bentar ci" ucapnya sambil mengangkat panggilan itu yang ternyata dari maminya.
"hallo mi, ada apa tumben telpon vino" tanya pada mami nya.
"kamu dimana? mami minta tolong beliin kue coklat tempat biasanya yang banyak soalnya mami lagi pengen nih" jawab maminya.
"ya nanti vino beliin"
"jangan nanti tapi sekarang, mami tau kamu udah selesai kerja. harus cepat ya"
"iya mi, gak sabaran amat sih"
"anak baik, ya udah mami tutup dulu, Assalammualaikum"
"ya mi, waalaikumsalam"
setelah panggilannya dimatikan, Vino menatap Cici yang juga lagi menatap padanya.
"mami Lo ya?" tanyanya.
"iya, oiya...Lo mau tetap disini atau mau gue antarin kerumah Lo?"
"hmm...balik aja deh, tapi emang gak papa ngantarin gue, takutnya nanti ngerepotin"
"udah biasa aja, yuk"
Setelah membayar makan dan meminum mereka langsung pergi.
Setelah cukup lama, vino baru sampai di rumah.
Baru saja keluar dari mobil ia sudah melihat muka Della yang lagi duduk santai didepan rumahnya.
"ngapain Lo disini? sana pergi kerumah Lo" usir Vino yang hanya diacuhkan oleh Della.
Lalu keluar maminya dari dalam dan menegur vino,
"ish...gak usah ngusir anak gadis mami, sana masuk dan mana pesanan mami"
"sejak kapan dia jadi anak gadis mami, jangan bilang mami mau ngangkat dia jadi adik vino. aduh... mendingan jangan deh mi.." ujar Vino ngomong ngasal yang langsung dapat jeweran dari mami nya.
"ish...gak usah banyak omong kamu, sini pesanan mami"
Lalu Vino memberikan pesanan mami sambil menatap jengkel pada Della.
"ck..." dan masuk kedalam.
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1