Ketos Tampan Itu Suamiku

Ketos Tampan Itu Suamiku
63. Kopi putih


__ADS_3

...🌷 Selamat membaca 🌷...


...🌷🌷🌷...


Setelah sekitar dua jam berada di rumah Anna and kelvin. Mereka pamitan pulang karena hari sudah menunjukkan pukul 16.00 sore.


Apalagi Della dan Gea pasti para orangtua mereka marah besar kalau sampai pulang terlambat.


"hati hati dijalan jangan pada ngebut!" ucap Anna pada mereka yang akan memasuki mobil masing-masing.


"siap nyonya Kelvin" patuh mereka dengan hormat.


Anna terlihat tersenyum dan geleng-geleng kepala saja melihat tingkah mereka.


Setelah itu, mereka menghidupkan mesin mobilnya dan langsung tancap gas pergi ke rumah masing-masing.


Anna juga kembali kedalam dan pergi ke dapur. Bertanya soal Kelvin, ia lagi keluar beberapa menit yang lalu pergi ke kantor karena ada panggilan dari sekretaris nya.


Didapur Anna membuat mie goreng karena tiba tiba saja ia kepengen mie goreng.


Bik Inah yang kebetulan nongol kedapur, melihat apa yang dilakukan sang majikan dengan cepat ia menghentikan nya.


"aduh non. Biar bibi yang buat, mendingan non nyantai aja di depan" cegah bik Inah.


"gak usah bik, aku pengen buat sendiri. Jadi bibi kerjain aja yang lain" tegas Anna karena ia ingin membuat sendiri tanpa campur tangan orang lain.


"tapikan non, itu kerjaan bibi"


"udah gak papa, Anna cuman pengen buat sendiri, jadi bibi gak usah khawatir"


"ya udah deh"


Lalu bik Inah pergi mengerjakan pekerjaan nya yang lain.


"oiya, bibi mau gak, biar Anna banyakin buatnya" tawar Anna sedikit berteriak karena bik Inah pergi ke depan.


"gak usah non" balas bik inah dari depan di ruangan tengah.


Anna hanya manggut-manggut saja sambil memasak mie goreng nya.


Beberapa saat setelah mienya masak, Anna langsung memakannya dengan lahap.


Dan tiba-tiba saja....


"Anaaaaa... mommy yang cantik datang!"


Anna yang lagi makan langsung tersedak,


"uhuk uhuk.." dengan cepat ia meminum air putih.


Suara teriakan dari depan siapa lagi kalau bukan Diana, mertua tercintanya.


"ya Allah, mommy mah" ucap Anna, lalu pergi kedepan menemui mertuanya itu.


Belum juga sampai, mertuanya itu sudah berjalan mendekati nya.


"aduuh mantu mommy baru aja beberapa hari gak kesini udah makin gemuk aja" gemes Diana sambil menarik lembut pipi tembem Anna.


Anna hanya cemberut saat pipinya ditarik tarik sama mertua tercintanya.

__ADS_1


"mom, nanti pipi aku jadi kendor kalau ditarik mulu"


Diana ketawa pelan, "hahah...kamu ada ada aja, mana ada pipinya bisa kendor"


"nih mommy bawain makanan kesukaan kamu" ucap Diana setelah menarik tangan nya dari pipi Anna dan menyodorkan satu kantong plastik kearah Anna.


"waah... mommy emng the best deh" senang Anna setelah mengambilnya dari tangan Diana.


Lalu Anna mengajak mertuanya itu keruangan keluarga.


"mommy mau minum apa?" tanya Anna saat akan pergi ke dapur.


"air putih aja deh"


Lalu Anna pergi kedapur mengambil segelas air putih buat mertua nya.


Setelah itu, Anna kembali keruangan sebelum nya.


"mom kesini sama siapa?" tanyanya saat telah duduk dekat Diana.


"sama sopir. sebenarnya mom mau ngajak Daddy kamu tapi dia lagi sibuk jadi gak bisa"


Anna manggut-manggut saja setelah mengetahui nya.


"Kikan udah balik ya mom?" tanya Anna lagi, karena beberapa hari sebelum nya mertuanya itu kesini bersama gadis bernama Kikan yang tidak lain adalah sepupu Kelvin.


"iya, soalnya ia masih sekolah. Jadi gak mungkin lama lama disini" angguk Diana.


"oiya...apa kamu sama kelvin udah siapin nama buat anak kamu nanti" yang tiba-tiba saja teringat calon cucunya.


"belum mom" geleng Anna, karena ia dan Kelvin belum kepikiran tentang nama untuk buah hatinya.


"apa kamu udah USG?"


Anna kembali menggelengkan kepalanya.


"kata Kelvin gak perlu di USG mom, apapun jenis kelaminnya kita terima aja" jelas Anna tersenyum lembut sambil mengusap ngusap perut buncitnya.


"sama juga kayak mom dulu, waktu hamil Kelvin dilarang juga sama si Daddy buat USG, katanya biar nanti pada penasaran" angguk Diana.


"berarti nanti harus siapin dua nama dong"


"iya mom"


Lalu Diana langsung berpikir nama apa yang cocok untuk calon cucunya itu.


Belum selesai berpikir, langsung terhenti saat mendengar suara sang putra dari depan,


Anna yang mendengar suaminya telah pulang, kemudian pergi mendekati suaminya itu.


"eh, my handsome mommy udah pulang ternyata" celetuk Diana yang tersenyum hangat kearah anak semata wayangnya itu.


Kelvin yang mendengar perkataan mommy nya sedikit tak suka karena ia teringat dengan cewek centil, siapa lagi kalau bukan Mona yang selalu memanggil nya dengan sebutan seperti itu.


"gak usah pakai my handsome mom, kesal aku dengar nya"


Diana dan Anna hanya saling tatap mendengar penolakan dan kekesalan Kelvin.


"emang apa salahnya sih? kan putra mommy ini memang faktanya handsome"

__ADS_1


"tau, tapi gak usah pakai bahasa Inggris segala, huh.."


Lalu Kelvin pergi ke atas memasuki kamar nya untuk membersihkan badannya.


"panggil jelek aja mom" kata Anna karena juga kesal melihat tingkah suaminya itu.


Diana hanya terkekeh pelan mendengar perkataan mantunya.


"gak bisa gitu dong naa, nanti kalau di panggil jelek bisa marah si Daddy soalnya kan mereka mirip banget sebelas dua belas"


Anna ikutan terkekeh mendengarnya, karena yang dibilang mertuanya itu kenyataan nya. Kelvin dengan Daddy Bima sangat mirip sekali bisa dikatakan seperti orang kembar. Sifatnya pun juga sebelas dua belas.


Beberapa saat kemudian, Kelvin yang telah segar selesai mandi dan mengganti pakaiannya pergi kebawah ke ruangan keluarga.


Di sana Anna dan Diana terlihat masih asyik ngobrol, entah apa yang mereka bahas.


Kelvin yang telah mendudukkan bokongnya hanya menatap penasaran kearah kedua wanita itu.


"bahas apaan sih? serius amat" tanya Kelvin sambil bersedekap dada.


"gak usah kepo, ini hanya urusan para wanita" jawab Diana dengan menggelengkan kepalanya bertanda tidak boleh.


Kelvin hanya mencibir mendengarnya.


"yank buatin kopi dong"


Anna yang mendengar langsung menghentikan obrolan nya dan pergi ke dapur membuat kan kopi buat suami tercinta nya.


"kopi putih ya yank" canda Kelvin sedikit berteriak yang langsung dicubit oleh Diana.


"apaan sih mom" kesal Kelvin yang merasa cubitan mommy nya.


"makanya kalau ngomong jangan sembarang. Emang ada gitu kopi putih" kesal Diana.


"hehe...canda doang mom, sensian amat sih" cengir Kelvin sambil mengangkat dua jarinya ke arah sang mommy.


Diana hanya mendengus mendengarnya, lagian putranya itu ada ada saja.


"mom, kenapa Daddy gak dibawa sih?" bingung Kelvin.


"masih kerja, jadi gak bisa ikut. ini aja mom kesini di antar sama sopir" Jelas Diana.


Tepat setelah itu, Anna juga kembali dari dapur membawa segelas kopi buat Kelvin.


"ni yank" kata Anna sambil meletakkan diatas meja.


"thanks sayang" ucap Kelvin mengedipkan sebelah matanya kearah Anna sambil tersenyum manis.


Anna hanya membalasnya dengan senyuman nan manis nya.


Diana yang melihat semuanya hanya geleng-geleng kepala.


"banyak gaya, pakai kedip kedipan segala" batin Diana.


🌷🌷🌷


...🌷 Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁 🌷...


Salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2