
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...----------------...
...----------------...
Malam harinya, saat akan tidur Della teringat dengan paper bag yang di kasih ibunya.
"kira-kira isinya apa ya?" pikir Della, lalu mengambil paper itu yang masih terletak diatas meja dan membukanya.
Keningnya mengkerut saat melihat sebuah gaun berwarna putih bercorak bunga mawar merah dan itu terlihat sangat cantik di mata Della.
"i-ini kan gaun yang pernah gue lihat di butik tante intan" Della kaget dan tak percaya dengan apa ia lihat.
Waktu itu saat dia akan pergi mengunjungi tante intan ibundanya Anna tanpa sengaja dia melihat gaun yang sama namun, saat dia ingin membelinya ternyata telah dibeli duluan oleh orang lain.
Dan sekarang tiba-tiba gaun yang bentuk persis ada didepan matanya.
Saat akan akan mencobanya tiba-tiba saja terjatuh sebuah kertas.
"eh, kertas apaan ini" Della kebingungan tapi dia tetap mengambil kertas tersebut.
Saat membuka dan membacanya,
' heii... ijah. hehehe... sorry maksud gue Della. gue tau Lo lagi sedih, kecewa dan marah tapi Lo jangan marah sama gue dong, gue juga ikutan merasa bersalah apalagi kalo sampai Lo diapa-apain sama bajingan itu.
Oiya...gue ada hadiah buat Lo walaupun gue gak tau Lo suka ataupun tidak tapi pliis terima ya, soalnya gue udah susah-susah lho carinya mahal lagi, ehehe...canda kok.
Gue juga mau bilang nih biar Lo gak heran, besok gue mau pindah ke apartemen yang cukup jauh dari sana soalnya mulai besok gue gak akan kerja ditempat Kelvin lagi, gue udah diangkat papi menjadi CEO dikantornya. Dan papi sama mami juga akan pindah ke luar kota. Jangan kangen ya hehe...kalo kangen Lo tinggal mampir aja.
Cepat sembuh ya jangan terlalu dipikirkan nanti lama-lama Lo bisa tua, besok-besok kalo mau cari cowok harus hati-hati jangan langsung mau aja.
Dah lah, gue jadi curhat begini sama Lo.
Dari orang terganteng'.
__ADS_1
"hahaha... dasar!" gelak Della selesai membaca semuanya apalagi saat melihat kata-kata paling terakhir. Namun, dia juga merasa sedih karena tidak akan ada lagi Vino yang meledek dan mengejeknya setiap hari.
"hiks..." Della menangis, apalagi saat mengingat beberapa hari ia selalu acuh kepada Vino. Seharusnya dia tidak seperti itu karena mau bagaimanapun Vino yang telah membantunya.
Dan sekarang ditambah Vino juga akan pergi, walaupun tidak pergi jauh tapi tetap saja membuat dia sedih dan merasa bersalah.
Saat akan pergi keluar kerumah Vino, langsung ia urungkan karena jarum jam telah menunjukkan jam satu malam.
Mungkin dia akan menemui besok pagi sebelum mereka pergi.
Beberapa saat, Della menatap kembali gaun pemberian Vino.
"hahhh..." lalu menghela nafas dengan berat.
Kemudian, ia menyimpan gaun tersebut kedalam lemari dan berbaring diatas tempat tidur.
"gue bakalan kangen sama tante Tia dan om Rendy" gumam Della dengan raut sedihnya, ya mau bagaimanapun mereka berdua sudah dianggap keluarga sendiri oleh Della.
...----------------...
"hoaaam..." Della terbagun dari tidurnya sambil menguap lebar.
"masih jam sembilan" beberapa saat setelah itu, matanya langsung melotot.
"apaaaa! gue kesiangan" pekik Della langsung dengan cepat keluar dari kamar, tujuan pergi kerumah Vino.
ibunya yang baru masuk dari luar menatap bingung tingkah Della.
"kamu ngapain berlari seperti dikejar hantu begitu!" tegur Yuni.
"hahh..hahh...Bu apa mereka sudah pergi?" tanya Della dengan ngos-ngosan.
"maksud kamu Vino sama orangtuanya" tanya Yuni balik untuk memastikan.
Della mengangguk dengan cepat.
__ADS_1
"barusan mereka pergi, ini ibu baru aja dari sana" jawab Yuni dengan jujur dan sedikit bingung dengan tingkah anaknya.
Mendengar itu, Della terdiam dan dengan cepat pergi keluar memastikan. Sampai disana ternyata benar tidak ada siapapun pintu rumahnya juga telah terkunci gembok.
"ini gara-gara gue ketiduran, kenapa bisa kesiangan sih. sial sial!" kesal Della merutuki diri sendiri.
Dengan langkah tak semangat dan wajah murung Della berbalik kerumahnya.
Melihat raut anaknya, Yuni keheranan namun, beberapa saat setelah itu dia baru mengerti.
"hahhh... makanya kalo dibangunkan itu jangan ngeles" kata Yuni sambil menghela napas.
"kapan ibu bangunkan aku" bingung Della karena tidak pernah merasa dan mendengar suara ibunya.
"ck, kapan kata kamu! sudah seratus kali ibu bangunkan malahan ayah kamu juga ikut, tapi kamu malah makin enakan tidur" Degus Yuni dengan raut kesal.
Della makin bingung, "ih...aku sama sekali gak tau Bu, dengar aja kagak. apa ibu manggil pakai gerakan tanpa suara"
Mendengar perkataan Della, Yuni semakin kesal dibuatnya.
"ish...itu mah kamu nya aja yang kebo" ketus Yuni kemudian, berbalik melangkah ke kebelakang.
Della hanya menggaruk kepala tak gatal, sebab dia benar-benar tidak tau sama sekali. Apa karena terlalu enakan tidur telinga nya juga ikutan tuli.
"ck, jadi gak bisa ketemu mereka" cemberut Della. Ditambah sekarang dia juga akan terlambat kekantor.
Sambil menghentak-hentakan Della pergi kekamar.
"sekalian gak usah berangkat kekantor soalnya ibu udah bilang sama Kelvin bos kamu" teriak ibunya dari belakang tempat jemuran kain.
"kesini bantu ibu jemur kain" teriak ibunya lagi.
Mendengar itu, Della hanya mendengus kesal. Namun, dia tetap pergi ketempat ibunya.
Mungkin kalo Vino melihat pasti akan ketawa mengejek, bagaimana tidak penampilan Della dengan rambut kusut tak beraturan ditambah jejak air aki di sudut bibirnya masih terlihat dengan jelas yang membuatnya semakin terlihat baru bangun tidurnya.
__ADS_1
🌷🌷🌷
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT