
...๐ท Selamat membaca ๐ท...
...----------------...
...----------------...
Keesokan harinya mereka semua kembali ke Jakarta, karena harus bekerja jadi tidak bisa berlama-lama.
Apalagi Della dan Vino yang sudah tak sabaran ingin menemui pacar nya masing-masing, sebab tidak ada kabar dari mereka beberapa hari ini.
***
Sekitar beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai dirumah masing-masing.
Namun, tidak dengan Vino dia kembali melajukan mobilnya pergi ke rumah Cici untuk memastikannya.
Sesampai di depan rumah Cici, kebetulan disana terlihat wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Cici.
"assalammualaikum Tante!" salam Vino tersenyum hangat.
Melihat siapa yang datang tentu saja wanita itu ikut tersenyum hangat karena dia tau Vino pacar putrinya.
"waalaikumsalam, nak Vino. mau ketemu Cici ya!" jawab wanita itu yang sudah tau maksud Vino.
"ah benar Tante. apa Cici nya ada tan, soalnya sudah beberapa kali saya telpon gak pernah diangkat" kata Vino dengan nada sopan sambil tersenyum.
"ada kok. ayo masuk dulu biar tante panggil Cici nya" ucap wanita itu sambil mengajak Vino masuk.
"iya tan.." Lalu Vino masuk dan dipersilahkan duduk diruang tamu. wanita itu juga langsung pergi memanggil putrinya.
Tak lama setelah itu, muncul Cici dan menghampiri Vino yang duduk di sofa ruangan tamu.
Ibunya tadi pergi ke dapur ingin membuatkan minuman untuk calon mantu nya.
Melihat Cici, Vino tersenyum walaupun hanya senyuman kecil dan menatap lekat wajah pacarnya itu.
Cici yang melihat tatapan Vino merasa sedikit gugup.
"dari kemarin kenapa kamu gak pernah angkat panggilan aku! kamu baik-baik saja kan" Vino langsung bertanya tanpa perlu basa-basi karena dia sudah terlanjur kesal.
"aku..."
"kamu kenapa" potong Vino yang merasa heran dengan kegugupan Cici.
Ibunya yang akan kesana langsung menghentikan langkahnya saat mendengar sesuatu tak beres diantara mereka.
"kenapa kamu gugup begitu, apa ada sesuatu!" tanya Vino sedikit curiga.
"kamu gak nutupi sesuatu dariku kan!" tanya Vino lagi yang sudah tak sabaran ingin mendengarnya.
"bukan begitu,aku cuman lagi kurang enak badan makanya gak sempat angkat telepon kamu. aku benar-benar minta maaf, aku gak ada nutupi apapun dari dari kamu" jawab Cici dengan penuh alasan dan masih terdengar sedikit kegugupan oleh Vino.
Vino terlihat kurang percaya dan menatap Cici dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
"kamu gak lagi bohongkan, dan aku lihat sekarang kamu sehat-sehat aja, gak ada seperti orang sakit" ucap Vino dengan mata terus menatap sang pacar.
Cici dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "sekarang aku memang sudah merasa sedikit baikan, emang kamu gak liat aku pucat begini"
Vino hanya mengangguk karena wajah Cici memang terlihat sedikit pucat, namun kata hatinya masih belum terlalu percaya.
Tetapi akhirnya, Vino hanya mempercayai saja karena tidak ingin terlalu lama-lama mencurigai pacarnya yang belum pasti.
"maaf yank aku gak sempat angkat telepon dari kamu!" ucap Cici lagi dengan sedih dan penuh penyesalan.
Vino hanya tersenyum kecut, "iya gak apa-apa, aku maafin kok tapi lain kali jangan diulangi lagi bikin aku khawatir aja" ucap Vino sambil mengusap sayang kepala Cici.
Merasakan itu Cici tersenyum senang namun juga merasa sedih secara bersamaan.
Ibunya saat melihat kemesraan mereka kembali melanjutkan langkahnya kesana dengan membawa segelas teh.
"nih di minum dulu" ucap ibunya meletakkan segelas teh hangat untuk Vino.
"iya terimakasih tante" jawab Vino tersenyum lembut.
"iya iya, seharusnya kan Cici yang buat sebagai pacar, tapi gak papa deh ibu yang buat kali ini" ucap ibunya sedikit bercanda sambil menatap Cici yang tampak cemberut.
Vino hanya tertawa mendengar candaan camer nya.
...----------------...
Malam harinya, Della yang awalnya kesal karena tak dapat kabar dari Sandi akhirnya kembali senang saat Sandi tiba-tiba datang menjemputnya.
Sekarang Della telah berada dalam mobil yang dikendarai oleh Sandi.
"nanti kamu akan tau, yang jelas kita pergi bersenang-senang" jawab Sandi sambil tersenyum manis pada sang kekasih.
"yah bersenang-senang penuh kenikmatan" lanjutnya membatin sambil tersenyum licik.
Della hanya tersenyum, namun dia tidak tau rencana licik sang pacar yang akan membuatnya menyesal dikemudian hari.
Sesampai di suatu tempat, yang tak lain adalah sebuah club malam.
Melihat itu Della melotot, dia tak menyangka sandi akan membawanya ketempat seperti itu.
"kamu seriusan ngajak aku kesini, kan aku pernah bilang sama kamu kalo aku paling gak suka tempat ini" ucap Della dengan wajah sedikit pucat.
Sandi tak terlalu menghiraukan reaksi Della, dengan acuh dia menarik Della masuk kedalam club tersebut.
"Sandi...aku gak mau!" cemas Della yang berusaha melepaskan tarikan tangan Sandi.
"memang kenapa sih, tidak usah sok polos deh" kata Vino sedikit kasar dan menarik paksa tangan Della.
Della tidak bisa melakukan apa-apa, dia hanya bisa menahan ketakutannya.
"akhirnya datang juga Lo bro!" sorak seorang pria menyambut Sandi yang lagi duduk bersama seorang wanita berpakaian seksi.
"ck, ini sudah menjadi tempat favorit gue dari dulu, jelaslah gue datang!" kata Sandi yang langsung duduk dan menarik Della untuk ikut duduk dekat nya.
__ADS_1
"parah lo langsung dapat yang baru lagi. Si Mona mana biasanya dia lengket terus" ucap pria itu berdecak kagum.
"ah dia, gak tau gue mungkin lagi bersenang-senang" jawab Sandi dengan acuh.
Della yang mendengar obrolan kedua pria itu terkaget, dia merasa ada yang tak beres dengan Sandi.
Di meja lain, terlihat dua orang pria yang sedang menatap kearah tempat Della.
"eh, tumben si Della mau ketempat ini, setau gue dia paling tidak suka ketempat beginian" ucap seorang pria yang tak lain adalah Vino dengan keheranan.
"gak tau gue, mungkin karena cowok tadi" Angga mengedikkan bahunya yang juga tak tau.
"kok gue ngerasa ada yang kagak beres ya" celetuk Vino dengan mata masih menatap kearah Della.
Dan benar beberapa saat kemudian, dia melihat Della ditarik paksa oleh sandi kesebuah ruangan.
"noo..." Angga juga merasa seperti yang dikatakan Vino.
Lalu mereka saling tatap seperti memikirkan sesuatu.
Sesaat kemudian, mereka saling menganggukkan kepala dan dengan cepat pergi ke tempat Sandi membawa Della tadi.
Sedangkan dalam sebuah kamar, Della berteriak histeris saat Sandi menghempaskan tubuhnya dengan kasar keatas ranjang.
"kamu mau ngapain!" pekik Della yang sangat ketakutan.
Sandi tersenyum mesum sambil menjilati bibirnya sendiri bermaksud menggoda Della.
"tentu saja mau bersenang-senang sayang! apa kamu lupa yang aku bilang sebelumnya hmm..." dengan terus mendekati Della.
Saat Della akan membuka pintu tapi tidak bisa karena sudah dikunci oleh Sandi.
Vino dan Angga yang telah sampai di depan pintu kamar tersebut terdiam sesaat.
"apa Lo yakin yang ini" tanya Angga.
"gue yakin banget..." saat akan melanjutkan perkataannya terdengar suara teriakan dari dalam.
"gak salah lagi, itu suara si Ijah" ucap Vino dengan raut cemas campur khawatir.
"ya udah langsung dobrak aja"
Vino hanya mengumpat, dia tidak akan pernah memaafkan sandi jika melakukan sesuatu kurang ajar pada Della.
Mereka terus mendobrak pintu nya beberapa kali.
Braaaak...
"bajingan...!!!"
....
๐ท๐ท๐ท
__ADS_1
Salam hangat dari author untuk para readers tercinta๐
See you next chapter...