
...🌷 Selamat membaca 🌷...
...🌷🌷🌷...
Tiga hari kemudian, Di dalam kamar Anna terlihat sedang sibuk mencari cari pakaian yang cocok untuk ia pakai buat pergi shopping bersama kedua sahabatnya.
Dari tadi mencari tidak ada yang cocok untuk di pakai karena semuanya telah sering yang ia pakai berpergian.
Kelvin yang baru pulang dari sekolah dan memasuki kamar hanya kebingungan melihat pakaian bertebaran di atas tempat tidur lebih tepatnya punya istri nya.
"dia ngapain sih?" gumam Kelvin kebingungan dan mendekati istrinya yang masih mengeluarkan pakaiannya dari dalam lemari.
"kamu ngapain keluarin semuanya? mau diapain ni pakaian?" heran Kelvin.
Anna yang mendengar suara suaminya langsung berbalik dengan raut wajah kusutnya.
"udah pulang yank, kok gak kedengaran sih?" ucap Anna tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
Kelvin memutar matanya melas mendengar pertanyaan Anna.
"belum" ketus Kelvin.
Anna tak terlalu memperdulikannya, ia terlihat melihat semua pakaian yang cocok untuk ia pakai nanti.
"sebenarnya kamu mau ngapain sih dengan semua ini?" tanya Kelvin lagi yang belum mendapatkan jawaban dari Anna.
"aku mau cari baju yang cocok buat dipakai nanti" ucap Anna masih terlihat gusar karena tak melihat yang cocok untuk dipakai.
"emang mau kemana sih?"
"nanti aku mau pergi shopping yank, jadi harus pakai pakaian yang bagus"
Kelvin langsung tepok jidat mendengar perkataan Anna.
"ya Allah yank, tinggal pakai satu aja apa susahnya sih, ribet amat"
"gak bisa gitu dong yank" tukas Anna.
"gak usah banyak gaya kamu, lagian cuman mau belanja doang, ngapain harus seribet gini sih. Kayak mau pergi kondangan aja" ujar Kelvin menatap males kearah Anna.
"atau pakai daster aja biar enteng kan kamu lagi hamil" tambah Kelvin memberi saran.
Anna tentu saja langsung kesal mendengar nya, apa jadinya seorang Anna pakai daster pergi Shopping.
__ADS_1
"ih kamu yang benar aja, masak ke mall pakai daster huh..." gerutu Anna.
"emang apa salah nya sih, kamu kan lagi hamil besar, gak mungkin kan pakai celana jeans sama baju kaos yang ada nanti perut kamu meletus. nah makanya pakai aja daster, kan ada tuh" ucap Kelvin sambil menunjuk kearah daster bercorak bunga yang tergeletak di atas tempat tidur.
"masak kamu suruh aku pakai daster sih, apa kata dunia istri seorang Kelvin Argantara pakai daster pergi ke mall, bisa hancur citra kamu apalagi akunya" oceh Anna sedikit berlebihan.
"apa hubungannya dengan dunia, dasar lebay" males Kelvin yang sedang mengganti pakaiannya tanpa rasa malu dihadapan Anna.
Anna hanya cemberut, "bukan lebay yank, emang kenyataan nya kek gitu. Aku gak mau pakai daster malu maluin tau gak"
"ya udah terserah," acuh Kelvin yang telah selesai mengganti pakaiannya dan pergi ke kamar mandi mau kebelet.
Anna yang pusing akhirnya mengambil salah satu pakaian yang ia keluarkan untuk dipakai dan memasukkan kembali yang lainnya kedalam lemari.
Sebelum memakai nya, Anna pergi ke dapur dulu melihat apa yang telah dimasak bik Inah.
Saat sampai disana ternyata telah dihidangkan di atas meja makanan hanya tinggal menyantap nya saja.
"eh, udah selesai bik"
"udah non"
Lalu Anna memanggil Kelvin buat makan.
Beberapa saat setelah makan, Anna kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya akan pergi Shopping bersama para sahabatnya.
Sampai di kamar, ia telah melihat Anna sedang sibuk memakai alat make-up nya.
"gak usah berlebihan yank, nanti jadi jelek" ucap Kelvin yang terlihat kurang suka melihat cara berdandan istrinya.
Anna yang lagi berdandan terpaksa menghentikan nya dan menatap kesal pada Kelvin.
"apanya yang berlebihan sih ini cuman pakai bedak sama lipstik doang kok"
"itu bibir ngapain harus dikasih merah menor gitu, jelek jadinya yank" tunjuk Kelvin saat melihat bibir Anna berwarna merah menor udah kayak emak emak saja.
"hapus yank, pakai yang biasa aja, jangan yang warna merah nyala begitu" tegas Kelvin yang terlihat tak suka sekali.
"kok gitu sih, ini kan cocok sama warna baju aku yank" cemberut Anna terlihat tak rela.
"ya udah ganti bajunya pakai yang warna lainnya" suruh Kelvin.
Walaupun tak rela ia tetap menurut dan mencari baju yang warna lain.
__ADS_1
"kamu belajar dari siapa sih, biasanya gak pernah pakai yang begituan" heran Kelvin, karena selama ini ia gak pernah tuh liat Anna memakai pewarna bibir senorak itu. Tapi emang Kelvin nya aja yang paling gak suka liat cewek yang pakai kek begituan. Apalagi istri nya sendiri.
Dulu aja pernah sekali ia liat mommy nya memakai lipstik warna merah seperti yang dipakai Anna, dan ia langsung mengatakan mommynya jelek seperti badut.
Diana tentu saja kesal dan tak terima dibilang begitu tapi setelah tau putranya itu tak suka diri nya berdandan seperti itu, akhirnya langsung merubahnya dan semenjak itu Diana tak pernah berdandan seperti itu lagi saat dihadapkan sang putra.
"anjiiir gak kebayang sama gue, jangan sampai Anna memakai yang kek gitu lagi" batin Kelvin bergidik ngeri.
Entahlah ia juga gak tau sejak dari dulu ia gak pernah suka tuh ngeliat para kaum hawa memakai pewarna bibir merah norak begitu.
Untuk Anna sendiri sebenarnya ia cuman pengen coba doang karena sebelumnya ia kagak pernah tuh memakainya tapi ia gak nyangka juga kalau ternyata Kelvin gak suka.
"kamu mau kekantor yank?" tanya Anna saat melihat Kelvin memakai setelan kantor nya.
Kelvin hanya mengangguk.
"kenapa, kamu mau ikut aku kekantor?"
"gak usah deh. aku udah janji mau pergi Shopping sama mereka" tolak Anna sambil menggelengkan kepalanya.
"ya udah, aku berangkat dulu. dan kamu harus hati-hati ya, jangan lama-lama belanjanya" ucap Kelvin yang telah rapi akan berangkat ke kantor.
"iya yank" jawab Anna sambil mencium tangan Kelvin seperti biasanya.
"hm...satu lagi, nanti kalau mau makan diluar jangan makan sembarangan harus yang sehat" tambah Kelvin mencoba mengingatkan Anna karena ia tau istrinya itu kadang suka lupa, makanya harus diingatin terus.
"iya my husband, aku ingat kok" angguk Anna sambil tersenyum gemes pada suaminya itu.
Setelah itu, Kelvin langsung pergi dan berangkat kekantor.
Anna yang telah selesai, juga ngacir ke luar karena sebentar lagi kedua sahabatnya itu bakalan datang.
Dan benar di depan terlihat sebuah mobil memasuki pekarangan rumah nya.
Saat melihat keduanya telah keluar, Anna langsung berkata,
"kita pergi pakai mobil gue aja ya," kata Anna berharap disetujui oleh mereka berdua.
"ya udah gak papa deh" setuju keduanya.
"yuk berangkat" ajak Anna memasuki mobilnya yang dibelikan Kelvin waktu itu.
Untuk bik inah, Anna telah mengatakannya kalau ia mau pergi keluar.
__ADS_1
🌷🌷🌷
Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys😊